Menjadi Diri Sendiri

Ini sebenarnya posting yang tidak penting. Jadi buat pembaca yang mungkin baru pertama kali (atau jarang) main ke RumahInspirasi dan tidak terlalu mengenalku lewati saja posting ini. Ada banyak posting “bermutu” yang bisa dibaca, seperti kumpulan artikel parenting, sumber belajar, atau kisah tentang homeschooling yang banyak ditulis di blog ini.

lalaMengapa perlu disclaimer seperti itu? Karena aku sudah merasa kalau posting ini isinya curhat saja. Harus diakui, kenyataan bahwa RumahInspirasi mendapat sekianratusribu pageview perbulan itu mengintimidasiku dalam membuat posting. Aku yang tadinya nggak pakai mikir menuliskan apa saja yang terlintas, apa yang dilakukan anak-anak dalam keseharian, pengalaman yang berkesan dll. Kini cenderung menunda menulis (sampai akhirnya terlewat sekian bulan tak menulis) hanya karena takut dengan konsekwensi kalau tulisanku ternyata dibaca oleh banyak orang.

Sebenarnya ketakutan ini konyol… kadang aku suka “ngobrol” dengan diri sendiri:

+ Kenapa ditulis kalau nggak mau ada yang baca?
– Yaaa karena menulis itu sebenarnya untuk mendokumentasikan keseharian.

+ Kalau gitu buat aja buku harian, biar nggak ada orang lain yang baca
– Buku harian bikin juga, tapi sekarang kecepatan mengetik sudah mengalahkan kemampuan menulis tangan. Lebih rapi pula, bisa dicari, bisa diprint, dan nggak akan tercerai-berai. Kalau di buku kan biasanya ganti tahun ganti buku, habis itu bukunya disimpan kalau kena air basah jadi hilang tulisannya.

+ Kalau gitu pakai aja aplikasi digital untuk mendokumentasikan keseharian.
– Itu juga sudah. Bahkan aku sudah pernah beli 2 aplikasi premium untuk itu. Aku pernah pakai Momento. Menurutku itu keren banget, berhenti pakai karena tidak bisa terintegrasi dengan laptop hingga akhirnya sekarang beralih ke DayOne yang terintegrasi maksimal dengan icloud, dropbox dll, ada passwordnya pula.

Tapi ternyata, ada kebahagiaan yang hilang kalau menulis untuk diri sendiri. Kebahagiaan punya blog itu adalah ketika berbagi buah pikiran, lalu ada respon, maka biasanya menjadi pacuan untuk menuliskan hal lainnya. Belum lagi kalau ternyata apa yang kita rasakan ternyata dirasakan oleh orang lain pula. Jadi merasa tidak sendiri, merasa punya teman, dan itu memberikan tambahan semangat & suntikan kebahagiaan.

Apalagi, harus aku akui juga kalau teman seperjalanan dalam menjalankan homeschooling ini aku dapatkan dari dunia maya, banyak juga persahabatan yang terjalin yang diawali dari membaca blog (tulisan) masing-masing.

Susahnya memang kalau punya partner dalam sebuah blog yang tulisannya keren banget seperti mas Aar. Walaupun mas Aar jarang sekali mengkritik tulisanku bahkan selalu mendorongku untuk menulis “apa saja” yang penting nulis, tetap saja setiap kali membaca tulisannya yang terstruktur dan informatif aku merasa keder. Terselip kekhawatiran kalau pengunjung yang datang ke RumahInspirasi kecewa ketika membaca tulisanku yang bahasanya acakadut & logikanya sering melompat.

Tapi sejak pulang kampung kemarin, aku berusaha membebaskan diri dari ketakutan itu dan mulai menulis #RandomPost tentang apa saja, penting tidak penting. Jadi, buat pengunjung RumahInspirasi yang baik… jangan lupa lihat siapa penulis artikel tersebut yaa. Bener deh, kalau cari yang terstruktur & informatif skip-skip aja tulisan aku. Gunakan permenuan di atas yang sudah kami siapkan untuk memudahkan informasi yang dibutuhkan. Jangan habiskan waktu untuk membaca catatan nggak pentingku, apalagi kalau kemudian komen “yaelah gini aja ditulis….” nanti aku jawab lho… “yaelah… ginian aja dibaca”… hahahaha 😀 #peace

Tulisan menarik lainnya

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Komentar

  1. yaelah lalaaaa…. pokoknya tetep suka deh.. xixixi

Tinggalkan komentar Anda

*

Close