Mengunjungi Museum dan Galeri Seni Dunia

Ingin mengajari anak-anak untuk apresiasi seni? Ingin mengunjungi berbagai galeri terkenal di dunia dan mengeksplorasi berbagai adikarya (masterpiece) yang ada di dalamnya?

Tentu mahal dan membutuhkan waktu yang tak sedikit untuk melakukannya.

Tapi berkat teknologi, ada ruang jendela untuk melihat galeri-galeri terkenal seperti Palace of Versailles di Versailles (Perancis), The Metropolitan Museum of Art di New York City, Ufizi Gallery di Florence, Rijkmuseum di Amsterdam, dll. Di dalamnya kita bisa menyaksikan karya-karya seni original dari para seniman terkenal dunia.

Sarananya adalah Google Art Project.

Melalui GoogleArtProject, kita bisa mengunjungi museum dan galeri-galeri seni tersebut dalam bentuk tiga dimensi. Kita bisa menyusuri lorong-lorong galeri. Kita bisa mengamati karya seni yang letaknya sama dengan di galeri aslinya, maju mendekati karya seni atau mundur menikmatinya dari kejauhan.

The Museum of Modern Art (MOMA)

Tentu saja melakukan kegiatan kunjungan ke museum dan galeri seni secara virtual, secara online melalui layar komputer berbeda dengan mengunjungi secara langsung. Ada rasa dan pengalaman yang berbeda saat kita merasakannya secara fisik dengan seluruh indera kita.

The Starry Night - Vincent Van Gogh

Tapi, setidaknya kehadiran teknologi ini sangat membantu. Teknologi ini membuat museum dan galeri bisa “dikunjungi” dengan biaya murah. Teknologi ini bisa menjadi sarana pembelajaran yang luar biasa, yang melengkapi buku atau teori yang ada. Teknologi ini juga bisa menjadi pengantar, sebelum anak-anak suatu saat memiliki kesempatan untuk mengunjungi secara langsung.

Adoration of The Magi

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*

Close