Membangun passion, stamina, dan kualitas belajar

Proses homeschooling yang kami jalani banyak terinspirasi dengan pendekatan unschooling. Itu berarti, kami berusaha menciptakan lingkungan keseharian berkualitas dan memberikan ruang yang besar bagi anak-anak untuk bereksplorasi.

Pada satu sisi, model semacam ini memberikan ruang yang besar bagi anak-anak untuk mengeluti passion-nya. Mereka bebas dan memiliki keleluasaan yang besar untuk melakukan hal-hal yang disukai.

Tapi pada saat bersamaan, ada tantangan stamina belajar dan kualitas belajar yang melekat pada model ini. Anak yang bebas merdeka biasanya juga cenderung lebih mudah bosan dan determinasinya kurang kuat. Belum lagi, anak-anak cenderung merasa jago, padahal mereka baru kenal dan baru sekedar bisa. Itulah yang kami rasakan sebagai tantangan belajar anak-anak.

minecraft-monas

***

Bagi kami, belajar bukan hanya tentang passion. Stamina dan kualitas belajar juga penting untuk membuat mereka tumbuh dan berkembang secara maksimal. Stamina yang kuat membuat mereka tak mudah menyerah dan akan memperbesar kapasitas belajar mereka.

Untuk itu, kami berusaha mengajarkan kepada anak-anak untuk menyelesaikan sebuah proyek dengan tuntas. Mereka tak boleh suka-suka dan seenaknya sendiri. Proyek boleh berganti, tapi proyek lama harus selesai sampai titik tertentu yang disepakati. Ini adalah bagian dari belajar tentang konsekuensi keputusan dan menguatkan stamina.

Juga, kami mengajari anak-anak untuk “membungkus” proyek. Seperti yang kami lakukan bersama Yudhis yang sudah berhasil membuat “Kelas Minecraft“. Menurut ukuran┬ákami, proyek ini sukses. Yudhis terlibat aktif mulai dari perencanaan, eksekusi hingga akhir. Dia belajar membuat silabus, video tutorial, setup server Minecraft, hingga melakukan pendampingan pada teman-temannya selama dua bulan. Untuk anak seusia 13 tahun, ┬áproses yang dilakukannya sudah luar biasa.

yudhis-video-minecraft

***

Tapi kami tak ingin berhenti dan berpuas diri. Kami ingin menaikkan lagi kapasitas Yudhis dengan memintanya membuat “video ringkasan” Kelas Minecraft yang diselenggarakannya. Pesan ini kami sampaikan sebelum kelasnya berakhir sehingga Yudhis masih sempat melakukan screen recording kegiatan teman-temannya di Minecraft.

Lalu, hasil dari dokumentasi itu dijadikan video. Lala membantu Yudhis dan memberikan feedback untuk proses pembuatan video ini. Yudhis diperbolehkan menggunakan alat kerja ibunya dan software yang digunakan Yudhis untuk membuat video ini adalah iMovie.

Inilah video ringkasan “Kelas Minecraft” yang dibuat oleh Yudhistira:

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*