Membangun Budaya Produsen bukan Sekedar Konsumen

Salah satu spirit kehidupan yang kami bangun bersama anak-anak adalah budaya menjadi produsen, bukan konsumen. Menjadi konsumen berarti memasukkan sesuatu ke dalam diri. Menjadi produsen berarti mengeluarkan sesuatu dari diri. Yang dikeluarkan bentuknya bisa bermacam-macam, mulai: suara, cerita, tulisan, masakan, craft, gambar, foto, video, dan sebagainya.

Hari ini, Yudhis menyelesaikan video dokumentasi kegiatan #OaseTrack, penutupan pramuka anak-anak homeschooling yang tergabung di Klub Oase.

Berikut ini video hasil karya Yudhis:

Cerita selengkapnya tentang #OaseTrack: http://rumahinspirasi.com/oasetrack-penutupan-kegiatan-pramuka-oase/

Keterampilan Menghasilkan Output

Video ini merupakan iterasi dari proses pembelajaran Yudhis dalam konteks menjadi produsen. Bagi kami, menjadi produsen berarti terampil menghasilkan output. Anak-anak belajar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Dalam budaya sebagai produsen, anak-anak bukan hanya membaca, tapi belajar menceritakan atau menuliskan isi buku yang dibacanya. Syukur-syukur mereka bisa menulis cerita. Anak-anak tidak hanya makan, tapi belajar membuat makanan. Anak-anak tidak hanya menonton video, tapi juga belajar menghasilkan karya video. Dan lain-lain.

Beberapa keterampilan produksi yang kami perkenalkan dan stimulasikan pada anak-anak antara lain:

  • keterampilan berkaitan dengan lisan: melakukan narasi (bercerita) & presentasi
  • keterampilan berkaitan dengan tulisan: menulis
  • keterampilan visual: menggambar, fotograsi, olah video
  • keterampilan motorik & fisik: craft, memasak, melakukan pekerjaan rumah

Keterampilan Membuat Video

Diantara keterampilan yang dipelajari anak-anak adalah keterampilan mengolah video. Yudhis & Tata belajar melakukan video editing dan membuat video berdasarkan kumpulan foto atau cuplikan video yang ada dalam satu kegiatan.

Prosesnya belajar membuat video ini dilakukan secara bertahap. Awalnya hanya kolase foto yang disatukan dan diberi musik latar. Lama-lama menggabungkan video & foto, kemudian membangun cerita tentang videonya.

Setahap demi setahap, Yudhis dan Tata semakin lancar dalam proses membuat video. Tentu saja hasilnya belum seperti videografer profesional.

Sebelum ini, Yudhis & Tata pernah membuat video dokumentasi saat kami melakukan #TourDeTalent, kegiatan backpacker bersama 40 orang (anak-anak dan orangtua homeschooling) selama 1 minggu ke beberapa kota di Jawa.

Ini video hasil karya Tata:

Ini cerita tentang proses Tata membuat video #TourDeTalent:
http://rumahinspirasi.com/tata-belajar-membuat-video-dokumentasi-tourdetalent-oasebackpackerfamily/

Ini video hasil karya Yudhis:

Ini cerita tentang proses Yudhis membuat video #TourDeTalent:
http://rumahinspirasi.com/video-petualangan-tourdetalent-oasebackpackerfamily-karya-yudhis/

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*

Close