Mata Pelajaran Melayani

Di masyarakat, banyak keluarga yang sangat mementingkan pencapaian akademis anak-anak dan memberikan apapun yg diperlukan agar anak berprestasi. Orangtua bekerja keras untuk memfasilitasi, anak-anak dibebaskan dari segala urusan rumah tangga agar mereka dapat berkonsentrasi pada proses belajarnya. Anak-anak dilayani agar mereka tak perlu repot dan tinggal belajar saja.

Dalam proses homeschooling yang kami jalani di rumah, kami tak mengadaptasi cara berfikir yang seperti itu. Kami memandang bahwa kegiatan rumah tangga dan keseharian tak kalah pentingnya daripada materi akademis.

Justru, salah satu pelajaran dan keterampilan yang menurut kami penting adalah pelajaran melayani. Kemampuan melayani kami nilai penting karena merupakan salah satu bekal untuk keberhasilan terjun di masyarakat, baik dalam kehidupan sehari-hari, di pekerjaan/profesi, maupun dalam kegiatan sosial.

Ada beberapa aspek dalam pelajaran melayani yang kami bimbingkan kepada anak-anak di rumah:

a. Melayani mendidik sikap tidak egois
Pelajaran melayani mendidik anak-anak untuk tidak bersikap egois dan tidak hanya mementingkan diri sendiri saja. Anak-anak belajar melakukan hal-hal yang tak menyangkut kepentingan diri mereka, dimulai dari melayani anggota keluarga lain. Kegiatannya misalnya: membeli barang di warung, membantu pekerjaan rumah, menjaga adik, mengangkat telepon, mengatur meja makan, dan lain-lain.

b. Bersikap lapang hati dalam melayani
Melayani juga mendidik hati dan sikap. Anak-anak belajar untuk ikhlas saat melayani, tidak bersungut-sungut dan menunjukkan wajah keengganan saat melayani. Karena anak-anak seringkali belum mampu mengendalikan diri, di sinilah peran penting orangtua untuk memberikan feedback dan juga keteladanan keseharian berupa sikap melayani yang benar.

c. Melayani adalah keterampilan
Keterampilan membutuhkan latihan dan jam terbang. Demikian pula keterampilan melayani. Sebagai contoh, menerima telepon dari luar. Itu adalah bentuk pelayanan kepada keluarga dan sekaligus latihan keterampilan berkomunikasi secara baik.

d. Membangun keluarga yang saling melayani
Melayani bukanlah sebuah hal yang nista dan rendah. Dan karena keteladanan adalah alat belajar termudah bagi anak-anak, maka proses saling-melayani antar-anggota keluarga perlu dikembangkan dalam keluarga. Suami melayani isteri, isteri melayani suami, orangtua melayani anak, anak melayani orangtua. Lebih jauh lagi, hal itu diteladankan dalam bentuk pelayanan kepada orang lain. Melalui keteladanan, anak akan menyerap lebih banyak dan efektif daripada sekedar kata-kata dan nasihat kita sebagai orangtua.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. gita lovusa says:

    kemarin aku kagum dan terharu pas lihat yudhis gandeng cha [4 thn] untuk turun tangga di rumah mas aar dan lala. padahal kebayang beda kecepatan yudhis dan cha dalam menuruni tangga.

    makasih banyak ya, kk yudhis 🙂

    • Wah, iya ya mbak Gita? Saya tidak tahu. Mudah2an spirit melayani ini bisa terus tumbuh dan menguat pada anak2 kita hingga mereka besar 🙂

  2. gita lovusa says:

    iya, mas aar. kayanya emang cuma saya yang lihat. ^_^
    aamiin..

  3. saya sudah mendapatkan e-booknya, hanya krn vcf, tdk bisa dibuka.
    saya tertarik dan sedang berfikir untuk me-homeschooling-kan anak saya (7th) krn melihat beban pelajarannya disekolah yang menurut saya sangat tidak sesuai dengan usianya…ditambah lagi gunungan PR yang membuat dia (dan saya) seperti ngga bisa bernafas lega….
    untuk homeschooling ini, apa yang saya harus lakukan dari awalnya? bagaimana cara nantinya anak saya bisa mendapatkan persamaan saat memutuskan untuk kuliah?

    • Kelihatannya proses unduhnya tidak sempurna mbak. Mungkin internetnya sdg turun kualitasnya waktu download. Kalau sempurna, file-nya PDF. 🙁
      Proses utamanya sih banyak membaca & belajar, kalau bisa banyak bergaul dg praktisi HS spy lebih kebayang dg proses HS. Mungkin bisa diawali dg membaca seluruh posting di Rumah Inspirasi 🙂 dan bergabung dg grup Indonesia Homeschoolers di FB..

Tinggalkan komentar Anda

*