Lompatan Perkembangan Duta

Dalam perkembangan anak-anak balita, kita sering melihat lompatan-lompatan perkembangan anak. Walaupun kita sudah mengetahuinya, tetap saja momen-momen itu terasa mengejutkan sekaligus indah ketika kita menyaksikannya sendiri.

Beberapa hari ini kami sedang terkejut dan berbahagia melihat lompatan perkembangan yang terjadi pada Duta. Tiba-tiba Duta menyukai buku. Dia mengambil buku dari lemari buku yang memang ada di kamar dan kemudian minta membaca buku. Mintanya itu dengan maksa-maksa.

Yang mengejutkan, setelah kami ikuti kemauan Duta, ternyata Duta sudah bisa menyebutkan banyak benda yang ada di buku itu, padahal kami tak pernah mengajarkan secara khusus. Yang lebih mengejutkan bagi kami, Duta sudah bisa menyebutkan beberapa huruf dengan benar!

Walaupun pengucapannya bercampur antara ucapan Indonesia dan Inggris, banyak huruf yang sudah bisa disebutkan Duta dengan fasih. Kami sudah bolak-balik bukunya dari depan dan belakang, dia ternyata tetap bisa menyebutkan huruf-huruf itu dengan benar. Wah.. bahagia sekali. Terima kasih Tuhan.

***

Secara stimulus, sebenarnya kami tak melakukan hal yang khusus kepada Duta. Ini berbeda dengan saat Yudhis (anak pertama) di mana energi kami seluruhnya tertuju kepadanya. Sekarang, kami harus membagi waktu dan perhatian Duta dengan kedua kakaknya. Selain menggunakan stimulus dengan cara banyak mengobrol dan bermain apa saja dengan Duta, yang kami lakukan adalah menyediakan lingkungan.

Ada beberapa hal di rumah yang bisa diakses anak-anak dengan mudah; misalnya kertas dan pensil selalu tersedia sehingga kapan pun Duta ingin mengikuti kakaknya belajar, dia bisa melakukannya. Selain itu, ada lemari buku di mana kakak-kakaknya suka mengambil dan membaca buku dari sana. Di lantai, ada puzzle huruf/benda yang sudah tak sempurna karena banyak yang hilang saat dimainkan anak-anak. Dan yang mungkin tak kalah penting, ada TV kabel berisi Playhouse Disney yang menjadi tontonan Duta sehari-hari.

Secara khusus, aku melihat Playhouse Disney itu memberikan stimulus yang positif bagi anak-anak. Yang terasa adalah perkembangan bahasa Inggris anak-anak, terutama Tata. Efek pada Duta memang belum terlihat, tapi kalau melihat dia dengan cepat menyebutkan huruf (tanpa pengajaran khusus dari kami), kami curiga sumbernya adalah stimulus dari acara “Word World” atau acara lain di TV.

Tapi Lala juga punya teori lain, terutama mengenai waktu; mengapa terjadi sekarang? “Mungkin karena energi Duta baru saja lepas dan ada sekat-sekat otak yang baru terbuka,” canda Lala. Soalnya, sekitar seminggu terakhir ini kami selalu jalan dan lari pagi di jogging track dekat rumah. Semuanya ikut, termasuk Duta.  Olahraga pagi ini memberi pengaruh sangat bagus bagi ritme keluarga dan juga Duta yang energi geraknya menjadi tersalurkan.

Apapun, kami bersyukur dan berbahagia dengan perkembangan ini. Terima kasih Tuhan atas berkah karunia-Mu. Amin.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. hihihi…mas Aar…saya jadi inget Syafa…duh, anak ke-3 stimulasinya beda emang ya…tp itulah, banyak kejutan2 seperti ini…

    Meski kadang, saya suka sedih di sisi lain, krn ga se-fokus anak prtama….

    • Betul mbak Devi… walaupun cinta untuk semua anak tetap masing-masing 100%, kenyataannya waktu yang dialokasikan tetap berbeda. Kita kan tak bisa fokus hanya pada anak terkecil dan mengabaikan yang sudah besar.. 🙂

Tinggalkan komentar Anda

*

Close