Kungfu Panda 2

Kungfu Panda-2 memang keren. Dalam hampir semua aspeknya, film produksi DreamWorks Animation ini luar biasa. Kualitas gambar yang mendekati realistik, animasinya yang smooth, dan alur ceritanya yang padat sekaligus menghibur. Banyak inspirasi dan pesan moral yang terbentang sepanjang film ini, tapi kita tak merasa sedang diceramahi.

Film sequel dari Kungfu Panda ini bertumpu pada kisah pertarungan kebenaran dan kejahatan, antara Po sang Dragon Warrior melawan Lord Shen (Gary Oldman), penguasa Gongmen City yang mengubah penemuan kembang api menjadi meriam dan ingin menaklukkan seluruh daratan China.

Sebelum menjadi penguasa, Shen (yang digambarkan dengan karakter burung Merak), telah mendengar ramalan bahwa dia akan dikalahkan oleh “a warrior of black and white”. Itulah sebabnya, dia kemudian menyerbu perkampungan Panda dan menghabisi mereka untuk menghindari ramalan itu. Tetapi, dia tak mengetahui bahwa ada seorang anak Panda (Po) yang lolos dan kemudian dibesarkan oleh Mr. Ping (James Hong), seekor angsa penjual mie. (Mirip kisah Nabi Musa, ya?)

Kisah ini terjalin dengan Po yang mengalami krisis identitas dan ingin mengetahui siapa dirinya sesungguhnya dan siapa orangtuanya. Dia bertanya kepada bapak angsa yang membesarkannya, tetapi tak mendapatkan jawaban apa-apa karena dia saat kecil ditemukan dalam keranjang radish bersama sayuran bahan baku untuk jualannya.

Pertempuran dan drama sesungguhnya mulai terbentuk ketika Master Shifu (Dustin Hoffman) menerima berita kematian Master Thundering Rhino (Victor Garber), ketua dewan pelindung Gongmen City, karena ditembak dengan meriam buatan Lord Shen. Maka dikirimlah Po, sang Panda Dragon Warrior bersama The Five.

Melalui pertarungan panjang dan kekalahan yang nyaris terjadi, Po akhirnya berhasil mengalahkan Lord Shen dengan membalikkan senjata meriam yang menjadi kekuatan Lord Shen.

***

Inti pesan moral dalam film Kungfu Panda-2 ini adalah ajaran Timur (China) tentang “inner peace”. Filosofi spiritual ini biasa diajarkan dalam Taichi dan mirip dengan ajaran “suwung” dalam khazanah spiritual Jawa.

Inner peace adalah sebuah kesadaran spiritual di mana seseorang menyatu bersama semesta. Dia terlihat seperti lembek dan lemah, tetapi sesungguhnya lentur/pejal dan memiliki kekuatan tertinggi. Kosong itu penuh. Nah, bingung kan?

Dalam kasus Po, proses untuk mencapai “inner peace” itu pada awalnya Po berusaha melawan trauma bawah sadar tentang lambar Merak yang berakar dalam pada masa kecilnya saat akan dibunuh oleh Lord Shen. Tetapi proses itu tak menyelesaikan masalahnya. Baru ketika di ujung kekalahannya, dalam kepasrahannya Po berhasil menyelami ketakutan dirinya yang terdalam dan kemudian berdamai dengannya. Kepasrahan itu ternyata justru menghasilkan kekuatan terbesar yang bisa membalikkan kekuatan Lord Shen menjadi senjata makan tuan.

***

Itulah kisah film Kungfu Panda-2 yang kami tonton sekeluarga di Studio XXI bersama keluarga dan teman-teman Klub Oase. Film ini menghibur, menyenangkan, dan inspiratif.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. salam mbak Lala dan mas Aar sekeluarga

    rencana kami di hari lebaran nanti, mau bersama keluarga nonton film ini. makasiih dah dikasih resumenya
    oya, kalau boleh nanya, apa mbak tahu, penjual dvd original online utk film anak2 semacam kungfu panda ini? trims sebelumnya ya 😛

Tinggalkan komentar Anda

*