Kelas Minecraft 2: pelajaran tentang bisnis dan hak konsumen

Setiap kegiatan, walaupun sama menghasilkan pengalaman berbeda. Demikian pula Kelas Minecraft 2 yang diselenggarakan Yudhis.

Walaupun Kelas Minecraft ini awalnya kami niatkan sebagai proses belajar semuanya (Yudhis maupun peserta kelas), diam-diam Yudhis berharap bisa mendapatkan keuntungan supaya dia bisa ikut kelas Architecture Academy dengan uangnya sendiri.

Tapi ternyata kenyataan berbeda. Secara finansial, Yudhis tidak untung, bahkan merugi. Yudhis harus membayar biaya server untuk 3 bulan, plus server tambahan baru karena server pertama sering crash.

Tantangan Berbeda di Kelas Minecraft

Kelas-Minecraft-2

Pada Kelas Minecraft pertama tahun sebelumnya, tantangan terbesar Yudhis ada pada manajemen peserta. Waktu itu adalah pengalaman pertama Kelas Minecraft, baik untuk Yudhis maupun peserta. Yudhis overwhelmed dengan banyaknya persiapan yang harus dilakukan. Sementara para peserta yang baru masih panik dan susah diatur.

Nah, pada Kelas Minecraft kedua para peserta relatif sudah kenal “medan” dan kegiatan yang harus dilakukannya di server Minecraft. Apalagi ada Kaysan dan Naufal yang membantu menjadi asisten Yudhis.

Tantangan yang muncul di Kelas Minecraft 2 ternyata adalah kapasitas server. Karena para peserta aktif pada saat bersamaan, resource server yang dipakai melebihi batas alokasi sehingga akun hosting Minecraft dibekukan selama 24 jam. Yudhis sama sekali tak memperkirakan hal ini.

Berbagai usaha untuk mengatur setting Minecraft World sudah dilakukannya. Tetapi kasus suspend terus terjadi berkali-kali. Dan itu cukup membuat stress Yudhis karena teman-temannya jadi tak bisa masuk ke server, sementara mereka sudah membayar.

***

Tapi masalah dan krisis adalah sebuah pintu untuk proses pembelajaran. Kami beberapa kali membicarakan masalah yang terjadi di Kelas Minecraft 2. Kepada Yudhis, aku menekankan bahwa sebagai pebisnis, pelayanan pelanggan adalah utama. Hak-hak pelanggan harus dipenuhi, walaupun kita rugi karena itu adalah bagian dari proses menjaga kepercayaan.

“Kepercayaan adalah modal besar yang lebih berharga daripada uang.”

Jadi, dua pukulan dialami oleh Yudhis pada Kelas Minecraft 2 ini. Yang pertama dia rugi karena jumlah peserta di bawah ekspektasinya, tapi kelas tetap harus berjalan. Yang kedua, server Minecraft berkali-kali crash yang mengganggu kelancaran kelas.

 

Membuat Server Minecraft di Digital Ocean

Karena problem di server berulang terjadi, akhirnya aku menyarankan kepada Yudhis untuk menyiapkan backup plan, rencana cadangan yaitu mensetup server Minecraft baru. Aku menyarankannya untuk membuat di server Digital Ocean, yang sekaligus bisa berfungsi sebagai tangga bagi Yudhis untuk belajar hal baru.

“Kamu belajar dan bikin server Minecraft di Digital Ocean, bapak yang bayar. Yang penting proses belajar di Kelas Minecraft harus jalan,” kataku kepada Yudhis.

Yudhis setuju dan kemudian dengan cepat belajar. Dia mulai belajar Linux dan menginstal Linux di komputernya. Kecelakaan terjadi dalam proses ini. Seluruh data di komputer Yudhis hilang karena dia salah langkah saat menginstal dual-boot Linux-Windows di komputernya. Ini peristiwa yang sangat menguras emosi baginya. Untungnya beberapa data penting sudah tersimpan di Dropbox dan Google Drive.

Usai menginstal ulang komputernya, Yudhis belajar setup server di Digital Ocean dan sekaligus setup server Minecraft di sana. Semua proses itu dilakukannya sendiri melalui proses googling, membaca dan menonton tutorial serta bertanya di forum, dan kemudian mempraktekkannya. Tugasku hanya menjadi teman yang menemani dan kasir saat tagihan server harus dibayar, hehehe

***

Perjalanan itu tak mudah. Kelas Minecraft 2 masih berjalan sampai sekarang. Kami berusaha menjaga agar Yudhis konsisten hingga akhir kelas sambil terus mendokumentasikan prosesnya untuk catatan portfolio perjalanan belajarnya.

Mudah-mudahan proyek dan pengalaman nyata ini bisa menjadi pembelajaran besar baginya.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Sampai merinding bacanya, hebat Yudhis, hebat juga ayah ibumu! Pembelajaran spt inilah yg sangat berharga utk kehidupanmu selanjutnya. Go Yudhis!

  2. dukungan yang all out sangat dibutuhkan anak2 untuk maju ya mas aar,sayang saya belum bisa seperti itu pada anak2 bukan karena tiak mau tapi tidak ngerti ,sekalian nanya mas aar, kelas minecraft3 kpn ya dimulaix,saya udah daftarkan muhammad 1bln yg lalu

Tinggalkan komentar Anda

*

Close