Kabar Gembira di Awal Pagi

Tulisan ini adalah Pekerjaan Rumah ke-2 dalam Kursus Jurnalisme Sastrawi yang aku ikuti pada 9-20 Januari 2017. Dalam sesi kedua, peserta mendapat tugas untuk membuat narasi tentang peristiwa yang dilihatnya dengan menggunakan bahasa pertama (“saya” atau “aku”).

***

2017-01-13 Kabar Gembira

“Yay! Aku akhirnya masuk….!” seru Yudhis (15 tahun) sambil keluar dari kamarnya. Suara itu tiba-tiba muncul dan mengejutkan.

Pagi masih tenang. Suasana meja makan yang menjadi sentral kegiatan keluarga kami masih terasa sepi. Hanya burung-burung yang hinggap di pohon Salam di halaman belakang ramai bercicit menandai kehadiran pagi.

Aku baru saja duduk dan memulai pagi dengan seteguk teh manis hangat dan mengobrol bersama Lala, istriku, ketika tiba-tiba dari kamar terdengar suara teriakan gembira.

Yudhis keluar dari kamar. Rambutnya masih kusut masai karena baru bangun tidur, tapi keceriaan memancar di roman wajah dan nada ucapannya.

“Coba lihat ini, pak!” lanjutnya sambil menyodorkan handphone-nya kepadaku.

Aku mencoba melihat gambar yang ada di handphone-nya dan berusaha memahaminya, tapi aku tak kunjung mengerti. Di layar handphone itu ada screenshot berisi logo Wikimedia, tulisan Leaderboard.

“Bapak nggak ngerti,” kataku setelah terdiam beberapa saat.

“Itu….,” kata Yudhis dengan nada tinggi dan panjang, tidak percaya kalau aku tak bisa memahami gambar yang disodorkannya.

Aku lihat sekali lagi gambar di layar dan mencoba memahaminya, tapi aku tetap tidak mengerti. Tak ada informasi yang jelas pada gambar yang disodorkannya kepadaku. Aku berusaha memahami konteks kegiatan yang sedang diikuti Yudhis saat ini.

“Kamu masuk 10 besar kompetisi Google Code-in?” aku mencoba menebak.

“Iya. Akhirnya aku masuk leaderboard 10 besar,” kata Yudhis dengan lega sekaligus bahagia melihat aku akhirnya memahami kabar gembira yang dibawanya pagi ini.

Hampir 6 minggu ini Yudhis memang sedang mengikuti kompetisi Google Code-in yang diselenggarakan Google untuk anak-anak setingkat SMA. Setiap hari dia sibuk di depan komputer dan menyelesaikan masalah-masalah pemrograman secara online dari rumah. Kompetisi itu diikuti oleh anak-anak dari berbagai penjuru dunia yang menyukai pemrograman. Setiap anak harus memilih salah satu dari 17 lembaga yang menjadi partner Google, kemudian berlomba memberikan kontribusi pada proyek open source di lembaga tersebut. Dua orang peserta terbaik di setiap lembaga akan mendapat hadiah berupa kunjungan ke kantor pusat Google di California.

Dalam kompetisi ini, lembaga yang dipilih Yudhis adalah Wikimedia, induk dari situs ensiklopedia Wikipedia yang dikenal luas. Sebelum memberikan kabar pagi ini, Yudhis sudah beberapa kali bercerita tentang kerja kerasnya untuk bisa masuk 10 besar dalam kompetisi yang baru pertama kali diikutinya ini.

“Tadi malam aku begadang sampai jam 12 malam sama John untuk menyelesaikan tugas yang terakhir ini,” kata Yudhis sambil menyebut nama John Vanderberg, pemrogram profesional Wikimedia Indonesia, yang menjadi mentornya selama proses kompetisi Google Code-in.

“Selamat ya Dhis…” aku dan Lala memberi ucapan selamat kepadanya. Kami bergantian memberikan pelukan kepadanya.

“Berarti kompetisinya sudah selesai?” tanya Lala.

“Belum, bu,” jawab Yudhis. “Kompetisinya masih 4 hari lagi. Aku masih harus memastikan posisiku aman dengan menyelesaikan beberapa tugas lagi.”

Berita gembira di pagi ini seperti angin segar bagi kami dan menjadi sebuah milestone proses homeschooling yang dijalani Yudhis. Sebagai anak yang belajar pemrograman secara otodidak, Yudhis mendapatkan banyak pengalaman berharga dari kompetisi yang diikutinya ini, diantaranya adalah inisiatif, kerja keras, dan kemandirian.

“Hari ini aku mau pergi ke kantor Wikimedia Indonesia untuk konsultasi dengan John,” kata Yudhis.

Senyum lebar masih terbayang di wajah Yudhis. Dia beranjak meninggalkan meja makan menuju kamar mandi untuk meneruskan kegiatan paginya.

**

UPDATE:

Hari ini (Sabtu, 14 Januari 2017) sudah ada pengumuman resmi bahwa Yudhis masuk sebagai salah satu unggulan (leaderboard) dalam kompetisi Google Code-in.

yudhis-leaderboard

(c) Wikimedia Indonesia

 

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*

Close