Kemarin, aku mengikuti Pelatihan Matematika Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang digagas oleh Prof. Yohanes Surya. Tapi aku tidak mengikutinya di Surya Institute. Aku ikut sesi pelatihan yang diadakan oleh Komunitas Berkemas. Instrukturnya adalah bu Retaningdyah yang pernah mengikuti pelatihan Matematika Gasing di Surya Institute.
Kegiatan pelatihan matematika Gasing ini adalah dalam rangka Gerakan Ibu-ibu Pandai Matematika (GIPIKA). Gerakan ini adalah bagian dari usaha mempopulerkan Matematika Gasing melalui jaringan para Ibu-ibu yang peduli pendidkkan. Gerakan ini baru diluncurkan sejak awal tahun 2011 melalui roadshow seminar Prof. Yohanes Surya ke berbagai kota yang diawali dari kota Bandung (29/11/2011).
Pelatihan Matematika Gasing berlangsung 10 kali @ 2 jam. Selain program pelatihan 10 hari, di Surya Institute juga ada pelatihan Matematika Gasing yang dipadatkan menjadi 3 hari (mulai pukul 08.00 – 15.30).
Biaya pelatihan ini “gratis”. Yang harus dibayar adalah biaya buku: Rp. 300 ribu (10 buku) dan biaya akomodasi pelatihan (sewa tempat, konsumsi & transport instruktur). Bukunya sendiri optional, tidak harus dibeli. Tetapi karena semua materi pelatihan Gasing ada di dalam buku itu, kelihatannya mau tidak mau kita harus membeli buku itu.
GIPIKA ini diharapkan menjadi sebuah gerakan memintarkan Ibu-ibu matematika sehingga matematika tak lagi menjadi momok yang menakutkan. Para peserta diharapkan aktif menggunakan metode Gasing ini untuk mendidik anak-anaknya, juga melatih Ibu-ibu yang lain. Jika satu peserta melatih 50 ibu-ibu lainnya, dan tiap peserta di level kedua melatih 50 peserta, diharapkan akan lahir jutaan Ibu-ibu yang pandai matematika dalam jangka waktu yang tidak lama.
**
Menurut Prof. Yohanes Surya, dengan metode Matematika Gasing, materi pelajaran SD dapat diselesaikan anak antara 4-6 bulan (@4jam/hari). Metode ini sudah dicobakan pada beberapa anak Papua yang tak menguasai matematika, kemudian dididik secara khusus menggunakan metode Matematika Gasing ini. Dari batch pertama (6 anak SD), 1 orang lulus UAN dengan nilai 100, 4 orang dengan nilai 95, dan 1 orang dengan nilai 92.
Pemikiran pokok di dalam metode Matematika Gasing adalah bahwa kekuatan penguasaan matematika sangat ditentukan oleh penguasaan dasar, yaitu berhitung: penambahan/pengurangan 1-20 dan perkalian 1-9. Kalau dua dasar itu dikuasai dengan kuat, materi-materi di atasnya akan dikuasai dengan mudah.
Untuk mengajarkan Matematika Gasing tingka SD, digunakan 10 buku (yang sebagian besar isinya adalah latihan/drill). Topik/judul buku-buku Matematika Gasing adalah:
1. Penjumlahan
2. Perkalian
3. Pengurangan
4. Pembagian
5. Bilangan negatif
6. Aplikasi 1
7. Pecahan
8. Desimal
9. Aplikasi 2
10. Geometri (termasuk keliling, luas, skala dan sistem koordinat)
**
Aku sendiri tertarik dengan metode Matematika Gasing karena pernah melihat pengenalannya sedikit dari bu Yayah. Menurutku, metode ini layak untuk dipelajari dan dieksplorasi untuk meningkatkan kualitas pendampingan belajar yang kulakukan pada anak-anak.
Hari pertama kemarin, aku belajar tentang cara mengajarkan Penjumlahan. Buatku, metodenya menarik. Saat ini aku sedang mencoba mengunyah dan mencernanya. Aku ingin mencoba efektivitas metode Matematika Gasing ini dengan mengajarkannya kepada Tata yang memang sedang mulai belajar matematika.
Nanti, kalau sudah merasa “greg”, aku akan cerita lagi. Plus, kalau sudah pede, nanti aku akan ikut menyebarkan pelatihan Matematika Gasing ini dengan membuat pelatihan untuk para orangtua/guru yang berminat.




