Hukum 10 Ribu Jam untuk Menjadi Ahli

Salah satu tantangan kita sebagai orangtua adalah menyalakan api dalam diri anak sehingga mereka bisa menjadi anak yang penuh gairah menjalani kehidupan mereka dengan berkualitas. Atmosfir keluarga, ekspose pada beragam kegiatan dan berbagai jenis kecerdasan adalah diantara jalan yang perlu kita sediakan untuk mereka.

Untuk membangun atmosfir keluarga yang berkualitas, salah satu hal penting yang perlu dilakukan adalah melakukan dialog-dialog bersama anak mengenai berbagai nilai kehidupan.

Ketekunan Menghasilkan Buah
Diantara tema perbincangan kami dengan Yudhis adalah mengenai “Hukum 10 ribu Jam”. Menurut hukum 10.000 jam, untuk menjadi ahli, seseorang perlu melakukan kegiatan yang ditekuninya itu selama 10 ribu jam. Teori 10 ribu jam ini dimuat dalam buku “Outliers” karya Malcolm Gladwell.

Jadi, kalau kita ingin menjadi ahli pada bidang tertentu (memasak, menulis, mengajar, craft, gitar, programming, dan apapun), maka kita perlu mengasah diri kita dengan ekspose belajar dan berkarya selama 10 ribu jam.

Walaupun tidak tahu derajat kebenaran dari hukum ini, aku suka spiritnya bahwa keberhasilan adalah buah ketekunan dan kerja keras; bukan sebuah hal datang dengan tiba-tiba dan bisa diperoleh secara instan. Bahkan pada orang-orang yang berbakat sekalipun, keahliannya baru akan berkilau setelah diasah dengan proses yang tak sebentar itu.

Sepuluh ribu jam itu, kalau dikonversi pada kegiatan 5 jam/per hari, maka dia membutuhkan 2 ribu hari. Kalau dijadikan tahun ( seminggu 5 hari, 1 tahun=260  hari), hasilnya adalah 7,7 tahun.

 

Kegiatan Produktif, bukan Konsumtif
Untuk menjadi ahli, kegiatan yang dibutuhkan bukan hanya belajar secara kognitif (yang hasilnya adalah pengetahuan). Demikian pula kegiatan rekreatif, pasif, dan kegiatan “otomatis” tidak menjadi bagian dari jumlah jam yang dihitung.

Tetapi, yang dibutuhkan adalah kemampuan berkarya/produksi dan “hidup” bersama kegiatan yang ditekuninya itu. Kemampuan membangun ketrampilan dan mengolahnya menjadi karya yang bermanfaat nyata. Jadi, sifat kegiatannya adalah produktif, bukan konsumtif (menerima).

Sebagai contoh, kegiatan bermain game tidak dihitung sebagai proses menuju keahlian. Tetapi, yang dihitung adalah berapa jam waktu yang dihabiskan untuk proses MEMBUAT game.

 

Yudhis dan Hukum 10 Ribu Jam

Dalam perbincangan tentang hukum 10 ribu jam bersama Yudhis, kami mengambil sampel kegiatan bermain gitar. Kami menggunakan tema gitar untuk memotivasi Yudhis berlatih gitar.

“Kalau kamu belajar gitar 1 jam per minggu, berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk bisa jago bermain gitar?” tanyaku.
“Sepuluh ribu minggu,” jawab Yudhis.

“Berapa tahun itu?”
“Kalau 1 tahun 52 minggu, berarti…,” Yudhis kemudian mengambil handphone dan membuka aplikasi kalkulator,”aku membutuhkan 192 tahun!” Yudhis kaget dan tertawa sendiri melihat hasilnya. “Lama sekali ya….”

“Nah, kalau kamu belajar 1/2 jam per hari, berapa waktu yang kamu butuhkan untuk menjadi ahli?”
“Berarti 20 ribu jam. Berarti 54 tahun ya?” jawabnya usai menghitung dengan kalkulator.

“Kalau 1 jam per hari?”
“Berarti setengahnya yang tadi ya? Berarti 27 tahun.”

“Kalau kamu berlatih 1 jam per hari, kamu akan jago gitar pada umur berapa?”
“Sekarang umurku 11 tahun. Berarti aku baru jago gitar umur 38 donk…”

***

Pembicaraan semacam itu adalah mental exercise kami bersama Yudhis. Kami ingin memberikan pesan kepadanya bahwa untuk menjadi ahli pada bidang apapun, dibutuhkan kerja keras dan ketekunan dalam jangka panjang. Kalau dia ingin cepat menjadi jago, berarti semakin banyak waktu yang harus dikeluarkan untuk belajar, berlatih, dan berkarya.

 “Seberapa cepat kamu ingin menjadi jago pada sebuah hal, terserah kamu. Semuanya tergantung pada seberapa kerja keras dan ketekunan kamu mengupayakannya.”

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*

Close