Homeschooling Usia Dini

PAUDPraktek homeschooling atau home education untuk anak usia dini berbeda dengan anak-anak pada usia sekolah (SD, SMP, SMA). Anak-anak tidak belajar mata pelajaran dan duduk manis di kursinya mengerjakan tugas-tugas akademik dan berkutat dengan kertas (paper work).

a. PAUD = pola pengasuhan yang baik
Homeschooling atau Home Education (HS/HE) untuk anak-anak usia dini sama dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Intinya adalah dengan menjalankan pola pengasuhan yang baik (good parenting). Pola pengasuhan yang baik melibatkan keterlibatan emosi dan perhatian orangtua yang penuh dalam setiap proses bersama anak. Orangtua tak hanya memberi makan pada otak anak, tetapi memberi makan pada hati dan emosi anak.

b. PAUD = pembentukan karakter
Pendidikan anak pada usia dini (PAUD) yang dilakukan di rumah bukan menekankan pada pemberian materi-materi akademis, seperti membaca, menulis, matematika, dan pengetahuan-pengetahuan lainnya. Proses HS/HE di rumah menekankan pada pemberian stimulus dan pendampingan untuk proses tumbuh-kembang anak. Orangtua memberikan stimulus untuk membangun karakter anak melalui contoh dan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Orangtua mendampingi perkembangan psikologi anak sehingga anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan dapat berinteraksi dengan sekitarnya dengan baik.

c. Belajar = bermain
Proses belajar dalam HS usia dini diintegrasikan dalam kegiatan bermain. Anak tidak berada dalam suasana formal yang kaku dalam suatu waktu khusus tertentu untuk belajar. Tetapi, proses belajar disatukan dalam kegiatan sehari-hari yang berkualitas, sejak bangun tidur, mandi, makan, bermain, hingga tidur kembali di malam hari.

d. Unstructured Learning
Pola kegiatan dalam PAUD atau HS/HE Usia Dini lebih mengikuti pola minat dan ketertarikan anak. Kegiatan yang digunakan seringkali berawal dari anak yang dioptimalkan kualitasnya oleh orangtua. Sementara itu, kegiatan-kegiatan yang diinisiatifkan orangtua dilakukan untuk memperkaya wawasan minat anak dan mengekspose anak pada hal-hal yang belum diketahuinya.

e. Mengintegrasikan materi akademis
Materi-materi akademis (membaca, matematika, menulis) bukan sebuah hal yang diharamkan dalam PAUD. Tetapi, orangtua perlu berhati-hati agar tidak menggunakan penguasaan akademis sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan anak. Sebab, PAUD memang bukan di sana penekanannya. Nanti, pada waktunya anak akan siap dan dapat belajar materi akademisnya.

Untuk itu, jika orangtua ingin memberikan materi-materi akademis, materinya perlu diintegrasikan dengan kegiatan bermain anak, tidak dibuat dalam sebuah kegiatan khusus. Dengan kegiatan bermain, anak tak merasa sedang belajar. Demikian pula, orangtua dapat menurunkan ekspektasinya kepada anak karena menganggap kegiatan itu adalah bermain, bukan belajar.

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Mas, terima kasih info tentang HS usia dininya. ini sangat bermanfaat untuk saya yang sedang berencana menerapkan homeschooling untuk anak pertama saya.
    saya ingin minta infonya juga tentang aktivitas apa saja yang bisa dilakukan untuk menstimulus dalam rangka membangun karakter anak. contoh konkretnya seperti apa?
    apa perlu membuat kurikulum dan kegiatan yang terjadwal setiap harinya?
    terima kasih.

  2. Biasanya untuk anak2 PAUD cenderungnya spontan dan impulsif. Bisa saja jadwal dibuat, tetapi dilaksanakan dengan lentur. Kalau terlalu terjadwal, bukan hanya anaknya yang nanti jadi stress, ibunya bisa jadi stress juga karena merasa gagal (jadwalnya tak terpenuhi).

    Utk kegiatan membangun karakter dilakukan melalui kegiatan natural sehari-hari, membiasakan dengan kebiasaan baik (good habit). Kebiasaan bangun tidur, di meja makan, kalau minta sesuatu, kalau diberi sesuatu, dan sebagainya. Bisa dimulai dengan kegiatan bertema “terima kasih” dan “tolong”.. ^_^

  3. Makasih banyak nih atas artikelnya, Insya Allah memasuki tahun ajaran br ini sy akan melaksanakan home schooling (TK kecil)di rmh kami bagi Pusparini (4,5). namun sy merekrut seorang guru TK tuk mengajar 3 hr /minggu ; 2 hr lainnya dipegang saya. Sy kurang pede sebenarnya, n suami ‘kurang percaya’ pd sy sbb latar belakang pendidikan sy bukan ilmu kependidikan. Namun stelah membaca artikel di atas, rasanya saya mampu bila HS bagi anak PAUD hny sebegitu sj namun Rini telah memilih seorang guru dr skolahnya (saat ini masih PG besar) n sepakat tuk HS saja (sbb Rini ingin ditemani guru nya itu :)

  4. Selamat ya bu atas inisiatifnya. Semoga Rini menjadi anak yang berbahagia, semangat, dan cerdas. Amin.. ^_^

  5. oo gitu yah..prinsipnya menanamkan good habit n mandiri yah??? ;-)

  6. Itu yang berusaha kami kembangkan di rumah. Kelihatannya sederhana, tetapi prosesnya butuh kesabaran dan waktu.
    Kalau mbak Danti punya model berbeda juga tak masalah. Setiap keluarga memiliki hak untuk mengembangkan HS yang paling sesuai untuk keluarganya.. :smile:

  7. yup! flexibel tapi ….. bingung…
    yg aq baca dr prinsip model montessori yg preschool 2-4 years, yah masih sekitar bgmn menjadi mandiri dan mengenal lingkungan dgn baik, sama latihan motorik kasar n halus dgn pekerjaan rumah tangga itu deh….

  8. Yang masih dibingungkan apanya mbak Danti? :!:

    Memang banyak teori dan pandangan para ahli yang bisa saling berbeda satu dengan yang lain. Menurut saya, dipilih saja yang menurut mbak Danti paling pas dan paling nyaman di hati.

    Pada masa pra-sekolah ini, salah satu problem yg sering muncul adalah “perasaan bersalah orangtua karena anaknya sepertinya tidak belajar apa-apa”. Padahal, anaknya happy dan sebenarnya belajar banyak walaupun tak setiap saat menggunakan worksheet dan tak ada raportnya… :|

  9. hahaha iya yah…seringnya ortu ga nyadar klo si anak lg nyerap semua yg qt ajarkan, tp qt ngarepin banget si anak memberikan respon seketika itu juga….
    padahal dia sedang menikmati sesuatu yg membuat dia tertarik…
    dia sedang menimbun semua informasi, suatu saat tanpa qt sadari dia melakukan sesuatu yg telah qt ajarkan beberapa waktu lalu bahkan qt sendiri lupa kapan ngajarinnya, sampe qt bertanya “Ade koq tau sih??? tau dari mana???” hihihi…
    (pengalaman pribadi…)
    ;-) ;-)

  10. apriyanti says:

    slm knl mas aar, anak sy br 1 usia skrg umur nya 7.5 th. usia 5,5 th sy masukkan SD krn sy pkr scr akademis yazid bs-tes IQ superior- tnyta scr mental yazid blm siap. dpt 1 smstr yazid bhnt sklh. sbg ort km mrs tlh dzholim thdp anak. akhirnya s.d skrg sy menerapkan HS pd yazid. utk pljrn sy sk merujuk pd pljrn sklh tmpt abi nya mgjr. utk sosialisasi yazid sy ikutkan krss sempoa n b.inggrs. alhamdulillah yazid ckp enjoy smp saat ini. nmn ada bbrp yg ‘mnggnjl’ d ht sy ttg bgmn dgn ujian ngr nnt?krn yg sy tau /dpt info agak sulit/di persulit oleh DIKNAS apabila HS mandiri/tdk ikut wadah. sbnr nya smnr yg nnt di adakan itu mewakili ‘ganjalan hati’ sy tp syg nya krn st n lain hal sy tdk dpt ikut. slm ini sy bercermin dr klrg HS termsuk mas n mba sbg masukan sy dlm menerapkan HS bg anak sy. sy dan suami berterima kasih pd mas n mba krn rumah inspirasi bnr2 mnjd inspirasi bg km. mas aar bs tlg di jwb ‘kegalauan hati’ sy? :smile: :o

  11. mbak Danti: persis dengan pengalaman yang kami alami juga.. :smile:
    mbak Apriyanti: kalau mau ikut ujian persamaan, nanti gabung saja dengan Komunitas Berkemas.. Nggak usah masuk dari sekarang, nanti saja kalau pas sudah siap mau ujian.. :arrow:

  12. anak saya fary 2th 1bln. sy merencanakan metode home schooling, alhamdullah sdh beberapa metode belajar sambil bermain dapat sy terapkan bersama suami. sy ingin ikut bergabung dengan kelompok HS kira2 apa yg dapat saya lakukan? saya tinggal di kebumen jateng. terima kasih.

    • Yang utama adalah proses pendidikan mandirinya mbak. Untuk proses ini, Anda tidak harus bergabung dengan komunitas manapun (seperti halnya kami yang HS tunggal dan tidak bergabung dengan komunitas manapun). Komunitas HS berfungsi membantu Anda untuk beberapa hal, misalnya sosialisasi (kegiatan bersama), legalitas (ujian kesetaraan), dan pengayaan (enrichment). Kalau Anda bisa melakukan substitusi, maka sebenarnya komunitas HS tidak terlalu krusial.
      Tapi kalau Anda tetap ingin bergabung dengan Komunitas HS, Anda dapat terdaftar secara virtual (jarak jauh) dg komunitas2 yang ada di Jakarta dan mendapatkan proses pembimbingan jarak jauh. Tapi, biasanya komunitas ini diperuntuk untuk anak2 yang sudah usia sekolah SD-SMA.

      Mudah-mudahan jawaban ini membantu.. ^_^

  13. bagaimana cara melakukan homeschooling?

    • Homeschooling adl pendidikan oleh keluarga. Bekali keluarga dengan pengetahuan da wawasan yg cukup, kemudian praktekkan pada anak. Bisa dimulai dari sana. :)

  14. apakah anak yang homeschooling, dan tidak sekolah di sekolah konvensional, nantinya akan dapat ijazah SD,SMP,SMA??
    apakah ada Ujian Akhir Nasional buat anak2 HS? kalau ada, bagaimana cara mengikuti ujiannya dan bagaimana mendapatkan ijazahnya? thanks

    • Ijazah anak homeschooling bisa diperoleh melalui Ujian Paket (A, B, C) atau UN melalui sekolah payung, atau Ijazah Cambridge dari CIE.

      • Salam kenal mas Aar… Saya punya 2 putri usia 3th10bl dan 2th11bln. Saya dan suami sudah keliling mencari sekolah TK untuk putri kami, tp kok kami belum sreg ya. Saya juga merasa masih bisa mengajar putri kami dirumah. Saya memiliki ijazah sarjana pendidikan&akta IV. Saat ini saya ingin tahu lebih banyak ttg homeschooling untuk lokasi BSD, dan Ujian Paket+ijazah cambridge dari CIE. Bagaimana ya caranya saya bisa mendapatkan info yang lengkap ttg semua itu? Terima kasih sebelumnya

        • Homeschooling itu dikelola sendiri oleh keluarga mbak, bukan lembaga seperti sekolah. Untuk informasi ttg ujian paket dan Cambridge, sila googling saja. Sudah banyak kok informasi yg ditulis teman2. Atau bisa juga datang/menelpon ke komunitas dan lembaga pendukung homeschooling yang ada.

  15. Anak pertama saya usia 8 thn..anak k2 6 thn, anak pertama yang sy lihat dia selalu bermain dlm keadaan apapun, mandi bermain sabun, pake baju jg, sambil duduk jg dia bs bermain, jika sy suruh utk serius menekuni ap yg dia lakukan tanpa bermain maka dia akan ngambek…so mgkin dia cocok untk HS ya..? krn dia tdk suka dgn keseriusan dan berkutat dgn hal2 yg pasti. disekolah pun begitu selalu dlm keadaan bermain, nilai buruk dan dia senang apabila nilainya jelek, justru jika bagus dia tdk suka..apakah karakter anak sy yg pertama ini ingin bebas dan tdk mau dikungkung dgn peraturan2..? mgkn bs dijelaskan Mas Aar..terimaskasih..

    • Mbak Asma tentu yang paling tahu keadaan putranya. HS memang memberikan ruang yang luas untuk anak-anak yang memiliki gaya belajar berbeda dari model klasikal di kelas. Tapi, tentu saja kalau anaknya berusia 8 tahun banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Kalau tertarik HS, jangan lupa untuk banyak membaca dan bertemu praktisi :)

  16. Saya sebenarnya ingin sekali menerapkan homeschooling sepenuhnya pada Syazwa, 3thn8bln. Sayangnya, saya adalah wanita bekerja. Sebagai guru, saya tau betul kualitas pendidikan negeri ini, makanya saya agak “was2″ menitipkan Syazwa pada lembaga sekolah. Tp disisi lain, sy tidak bisa fokus untuk mencurahkan 100% perhatian saya dalam mendidiknya.

    Bisakah anda memberi saran untuk saya? Trimakasih banyak

    • Banyak pilihan yang harus kita buat dan setiap pilihan memang memiliki konsekuensinya masing-masing. Kalau pengin anaknya HS, pasti ada konsekuensi pada kerepotan orangtua yang harus mencari akal agar bisa meluangkan waktu mendampingi anak. Kalau dititipkan pada lembaga, tipsnya adalah melakukan kegiatan bersama usai sekolah (after-schooling).

  17. Salam kenal Mas Aar, setelah saya membaca artikel mas sy mulai tertarik utk menerapkan HS kpd anak saya..Tetapi sy masih bingung untuk memulainya..Apakah sdh bisa diterapkan utk ank usia 1,6 bln?

    Terima kasih

  18. Terima kasih mas aar.. Bermanfaat sekali artikelnya buat kami Yg baru mau memulai homeschooling.. Saat ini preschool anak saya dirumah tahfidz qur’ani yang berbasis homeschooling, di SD rumah tahfidz qur’ani jg berbasis homeschooling,krn letaknya agak jauh dari rumah saya sdg berencana nanti pada usia sekolah (6-7y)ingin meng HS kan anak saja,metode HS Yg seperti apakah Yg harus saya ambil utk memulainya?karena ingin jg bisa dapat ijazah,sbb belum pernah dengar ada ujian kesetaraan di daerah saya tinggal dimakassar?apakah saya jg harus kejkt 6bln sekali?… Terima kasih mas aar atas pencerahan sebelumnya…

  19. Mas & mba, klo saya mau beli materi belajar homeschooling yg 100rb itu, klo transferx pake sms banking, gmn cara ngelampirin bukti transferx y

    • Kalau tidak bisa screenshot dan dilampirkan, yg penting informasi tanggal transaksinya saja mbak. Akan membantu kalau angkanya unik (Mis: Rp 100.123) :)

Tinggalkan komentar Anda

*