Homeschooling means freedom of learning

biologistSeperti bunyi salah satu produk iklan, moto homeschooling adalah: belajar apa saja, di mana saja, kapan saja, bersama siapa saja, dan dengan cara apa saja. Inilah peluang sekaligus tantangan penyelenggaraan homeschooling.

Homeschooling menantang kita untuk menjadi keluarga pembelajar dan anak-anak pembelajar, yang tak membatasi belajar hanya pada hal-hal tertentu (mata pelajaran), tempat tertentu (ruang kelas), waktu tertentu (jam belajar), dan bersama orang tertentu (guru).

Implementasi dari gagasan ini tak semudah mengatakannya. Sebab, kita mungkin sudah demikian terbiasa dengan pola belajar di sekolah yang telah mendarah daging dengan diri kita. Oleh karenanya, terkadang kita tak menganggap anak yang sedang sibuk dengan hobinya sebagai sebuah proses belajar. Sering, kita baru merasa lega kalau anak kita belajar matematika atau mata pelajaran lainnya, dibandingkan kalau anak kita asyik mengulik komputer atau membuat prakarya yang disukainya.

Dibutuhkan kesadaran dari kita sebagai orangtua untuk mengubah pola berfikir dan cara pandang kita mengenai belajar. Jika kita bisa membebaskan diri kita dari cara pandang dan pemahaman lama kita tentang belajar, perjalanan homeschooling akan terasa lebih mudah dan indah. Setiap hari menjadi tantangan pembelajaran karena kehidupan itu sendiri adalah tempat dan proses belajar.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Konsep yang menarik
    Tapi Bagaimana kalau keluarga hanya memiliki sedikit waktu untuk putra-putri mereka?
    Seperti yang banyak terjadi di kota besar, ketika kedua orang tua sama-sama bekerja

  2. Kuncinya terletak pada derajad kemandirian anak dan kemampuan orangtua utk mengelola proses belajar. Untuk anak-anak kecil, pendampingan dan pembangunan kultur mandiri relatif sangat diperlukan. Utk anak2 besar, sebenarnya fungsi orangtua lebih pada fasilitator. Mungkinkah itu dijalanankan, kondisional, tergantung pada kondisi keluarga.. ^_^

Tinggalkan komentar Anda

*