Homeschooling dan belajar eksploratif

researchKetika kita memaknai belajar sebagai proses mengeluarkan potensi anak, titik berangkat kita dalam proses belajar adalah anak. Pendekatan ini akan membuat kita berusaha mencari proses belajar yang lebih eksploratif. Subyek dalam proses pembelajaran bukan lagi mata pelajaran atau ketrampilan yang harus dikuasai, tetapi pada anak itu sendiri.

Dalam pembelajaran eksploratif, sejak kecil kita membiasakan diri untuk lebih menekankan pendekatan bertanya dan berdiskusi daripada mengajari dan memerintah. Kita terus mencari umpan balik pendapat dan opini anak, serta menggunakan apa-apa yang dinyatakannya sebagai titik untuk berkembang.

Saat menonton film, kita bertanya kepada anak apa yang ditontonnya. Saat membacakan buku, kita bertanya kepada anak apa isinya dan pendapatnya. Usai berjalan-jalan keluar, kita bertanya pengalamannya. Saat dia tertarik sesuatu, kita menantangnya dengan proyek dan ketrampilan. Dan sebagainya.

Sejak dini, kita membiasakan anak untuk berinisiatif dan berpendapat. Kita menciptakan kultur di dalam keluarga yang menghargai inisiatif dan pendapat anak; bukan mematikannya.

Berawal dari pertanyaan, keingintahuan, dan minat anak, semuanya dapat menjadi proses pembelajaran yang luar biasa. Bahkan untuk belajar mata pelajaran sekalipun. Kita bisa memulainya dengan menyediakan buku dan materi belajar sesuai level mereka. Biarkan mereka membaca dan mempelajari sebuah tema tertentu. Tugas kita sebagai orangtua homeschooling adalah menggali sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajarinya dan kemudian memperkayanya (jika diperlukan).

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Saya sependapat bhw pendidikan itu harusnya menjadikan anak sbg subyek.

  2. watty rachmawaty says:

    Pak Ar jika saya ingin anak sya HS kira2 apa saja yang harus saya persiapkan …saat ini anak saya kelas 4 sd….mohon bantuan informasinya

    Terima kasih
    Salam sukses selalu

Tinggalkan komentar Anda

*

Close