Homeschooling Bukan Memindahkan Sekolah ke Rumah

Jangan membayangkan Homeschooling seperti sebuah kamar yang disulap menjadi ruang kelas di mana anak-anak duduk manis di kursi dan orang tua berdiri di depan kemudian menjelaskan sebuah pelajaran di papan tulis. Bukan.

Homeschooling bukanlah memindahkan setting sekolah ke rumah. Rumah memiliki pengaturan ruang yang berbeda dengan sekolah. Pola hubungan orang tua-anak yang informal berbeda dengan guru-murid.

 

Pendidikan melalui Keseharian & Dunia Nyata

Homeschooling biasanya dijalankan dengan memanfaatkan setting sosial yang dimiliki keluarga, mulai profesi dan kegiatan orangtua, lingkungan alam di sekitar rumah, serta aneka infrastruktur sosial yang terjangkau dan bisa dimanfaatkan.

Pola kegiatan dan belajar anak Homeschooling banyak menggunakan keseharian dan dunia nyata, tak selalu berbentuk materi akademis seperti dalam sistem persekolahan.

Keragaman Homeschooling bertambah karena setiap keluarga memberikan fokus pendidikan yang berbeda-beda sesuai nilai keluarga dan visi pendidikan yang dimiliki.

Ada keluarga yang menekankan pada keterampilan praktis sehari-hari. Ada keluarga yang menekankan pada aspek relijusitas. Ada keluarga yang menekankan pada kemampuan profesional. Ada keluarga yang menekankan pada hubungan dengan alam. Ada keluarga yang menekankan kecintaan pada literatur. Dan sebagainya.

***

Foto-foto Rachel Papo yang memotret praktik homeschooling di wilayah upper state New York ini menarik dan berhasil menggambarkan dinamika keseharian anak-anak homeschooling.

Foto selengkapnya bisa dilihat di: http://www.dailymail.co.uk/news/article-3255794/Growing-homeschooled-Photographer-captures-children-learning-outside-conventional-classroom-walls.html

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Maaf saya masih awam dengan homeschooling.. homeschooling itu sama kah artinya dengan sekolah biasa namun cuma berbeda lokasi atau bagaimana ya dan untuk ijazah penunjang gmn….
    Saya mempunyai seorang anak laki2 yang berkembangannya agak terlambat yang saat ini kekurangan dalam berbicara dan masih mengikuti terapi…
    Kira2 gmn klo ikut homeschooling…

    • Homeschooling itu modelnya banyak. Bisa mirip sekolah, bisa beda, bu. Yang pasti, homeschooling itu dijalani di rumah masing-masing, bukan didaftarkan di sebuah lembaga “berlabel homeschooling”. Jadi, kata kerjanya bukan ikut, tetapi menjalani homeschooling.
      Karena homeschooling penanggung jawabnya orangtua, maka orangtua harus siap belajar tentang homeschooling. Prosesnya dimulai dengan membaca buku-buku dan artikel tentang homeschooling

  2. Ery Kurniawan Dwi Asmoro says:

    Salam sejahtera,
    Pak Aar, saya ingin menanyakan tentang legalitas homeschooling di Indonesia dan bagaimana anak-anak yang mengikuti pendidikan homeschooling mendapat ijazah sebagai pengakuan resmi pemerintah. Setahu saya, para anak yang mengikuti homeschooling akan diarahkan bergabung dengan PKBM agar dapat mengikuti ujian persamaan. Terima kasih.

  3. Dear pak Aar,

    Adakah panduan kurikulum home schooling beserta panduan kegiatannya pak? Saya tertarik sekali ingin belajar lebih lanjut tentang home schooling untuk anak TK pak.

    Terima kasih.

    • Kalau kurikulum Indonesia hanya 1 seperti anak sekolah. Kurikulum dari luar negeri banyak sekali yg bisa digunakan. Tinggal pilih sesuai kebutuhan.

  4. Untuk kurikulum Homeschooling seperti apa? apakah sekolah-nya di rumah atau di sekolah homeschooling-nya?

  5. Salam kenal Pak Aar,

    Setelah membaca dan berusaha memahami artikel Bapak, saya tertarik dengan HS ini. Ada beberapa pertanyaan terkait HS ini:

    1. Umumnya jika mengacu pada psikologis dan perkembangan daya tangkap anak, pada rentang usia berapakah anak-anak yang paling cocok untuk menjalani HS?

    2. Apakah memungkinkan seorang anak misalnya dalam rentang usia pendidikan dasar (6 – 12 tahun) mengikuti sekolah umum (misalnya SD) juga menjalani HS yang diprogram orang tuanya di rumah?

    3. Apakah memungkinkan hanya ibu saja yang memandu dan memantau program HS anak mengingat biasanya bapak harus bekerja full time?

    4. Apakah dimungkinkan ada atau dibentuknya group HS di setiap perumahan jika beberapa orang tua sepakat mengenai program HS yang cocok dengan anak-anak mereka? Sehingga pelaksanaan HS bisa bersama-sama dengan keluarga lainnya?

    5. Bagaimana biasanya output/hasil dari pelaksanaan HS ini pada umumnya dari tingkat kesuksesannya?

    Terima kasih Pak Aar.
    Salam

    • 1. Homeschooling dalam pengertian Pendidikan Anak Usia Dini bisa dimulai sejak anak pra-sekolah. Materi-materi akademis ditunda, nanti dipelajari sesuai usia & kesiapan anak
      2. Homeschooling itu anak tidak bersekolah, tidak bisa digabung dengan sekolah. Kalau orangtua melakukan parenting untuk anak sekolah, itu namanya afterschooling.
      3. HS bisa dijalani Ibu yang berkomitmen dan memahami bagaimana menjalani homeschooling, dengan dukungan ayah dalam waktu-waktu di luar jam kerja kantor. Kuncinya, orangtua harus belajar tentang HS karena mindset dan praktek-nya berbeda dengan sekolah.
      4. HS bisa dilakukan mandiri atau berkomunitas. Yg perlu dijaga saat berkomunitas, orangtua tidak boleh sekedar menitipkan anak. Orangtua saling berbagi resource dan saling mengajar.
      5. Di Indonesia belum ada risetnya. Di Amerika Serikat, itu hal yang biasa dan prestasi anak-anaknya tak kalah dengan anak sekolah (tentu saja tergantung pada kualitas anak dan homeschooling yang dijalani setiap keluarga).

Tinggalkan komentar Anda

*

Close