Rumah Inspirasi

Keluarga – Homeschooling – Pendidikan – Parenting

4th

Homeschooling: belajar tanpa batas

04/07/2010

Rasanya bahagia sekali, acara Seminar Homeschooling yang diadakan Komunitas Berkemas bekerjasama dengan Rumah Inspirasi dan Komunitas sawo Kecik berjalan lancar. Judul seminarnya “Homeschooling: Belajar Tanpa Batas”. Semua atas karunia Tuhan yang memudahkan segala persiapan kegiatan mendadak ini.

Senang sekali bertemu dengan bu Yayah dan mbak Ines Setiawan, serta mengadakan kegiatan bersama mereka. Apalagi ini adalah pertemuan pertama dengan mbak Ines setelah sekian lama kami kehilangan kontak dengan mbak Ines. Dan mbak Ines menyatakan bahwa dia sudah siap untuk berkiprah kembali bersama-sama.

Aku selalu menikmati kegiatan bersama bu Yayah dan mbak Ines. Padahal kami bertiga mempunyai latar belakang yang sangat berbeda. Tapi perbedaan itu tak saling meniadakan, justru saling memperkaya dan menutupi kekurangan orang lain. Rasanya seperti menjadi komplementer, saling melengkapi antara satu dengan lainnya.

Buatku, ini adalah pertemanan yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga produktif karena didasari sebuah spirit untuk berkarya bagi masyarakat dan “frekwensi” yang sama.

Pertemuan dalam seminar homeschooling kami alami 3 tahun lalu; yang kemudian membenihkan buah milis dan situs SekolahRumah. Dan sekarang kami bertemu lagi. Kira-kira benih dan buah apa yang akan terjadi, ya?

**

Terus terang, sebenarnya aku sempat deg-degan dengan seminar yang ini. Bayangkan, idenya dadakan minggu lalu dari hasil telpon-telponan dengan bu Yayah. Tanggal sudah sudah ditetapkan, tapi belum ada kepastian tempat. Bu Yayah bersikukuh tanggal 3 Juli, padahal beliau sibuk mengurusi ujian kesetaraan hingga tanggal 2 Juli. Mbak Ines juga tidak ada kabarnya walaupun sudah dikontak via Facebook.

Sampai akhirnya kami memutuskan pembicaranya hanya berdua, bu Yayah dan aku. Tapi hari Sabtu, tiba-tiba mbak Ines mengontak dan menyatakan kesediaannya. Aku kemudian telpon mbak Ines dan terjadilah banyak pembicaraan yang menarik mengenai apa yang bisa dilakukan bersama-sama untuk masyarakat (aku akan cerita lain waktu).

Hari Senin, bu Yayah mengabari bahwa gedung di Departemen Pertanian tak bisa dipakai. Setelah mencari kesana-kemari, akhirnya bu Yayah mendapatkan tempat di Komunitas Sawo Kecik, milik pak Kris, salah seorang koleganya.

“Sudah dapat tempatnya pak Aar. Isteri pak Kris sudah memperbolehkan, tapi pak Kris-nya masih di luar kota,” kata bu Yayah dalam telpon. “Jadi pengumumannya sudah bisa disebarkan ya, pak.”

“Oke Bu, nanti saya bantu sebarkan ke milis dan Facebook,” jawabku.

Jadilah hari Senin aku mulai mengirimkan pesan ke milis sekolahrumah, menulis posting di RumahInspirasi dan menyebarkannya ke Facebook. Dan tanpa diduga, antusiasme teman-teman untuk menyambut acara Seminar Homeschooling ini sangat tinggi. Satu demi satu mulai mendaftar.

“Tapi tempatnya kecil pak,” kata bu Yayah dalam salah satu koordinasi kami via telpon. “Hanya muat sekitar 40 orang.”

“Bu Yayah sudah survei tempatnya?” tanyaku.
“Belum sempat, pak. Soalnya masih jaga anak-anak ujian,” jawab bu Yayah dengan santai.

Wah… kaget juga aku. Betul-betul nekad nih bu Yayah. Apalagi, sampai hari Kamis pendaftar seminar yang sudah mentransfer dana dan melakukan konfirmasi terus bertambah hingga melampaui 40 orang. “Tapi semuanya sudah beres pak. Saya sudah pesan kursi dan konsumsi untuk 50 orang.”

**

Masih banyak cerita seru di seputar persiapan Seminar Homeschooling ini. Tapi semuanya asyik dan kami nikmati. Saat ada masalah di hari Jumat malam, bu Yayah dan Lala masih bisa tertawa-tawa sambil mencari solusi. Yang pasti, kami bekerja keras untuk memberikan sebaik yang kami mampu untuk teman-teman yang sudah bela-belain datang ke acara ini.

Ada mbak Dian Ekasari yang baru terbang dari Afrika hari Rabu dan dari jauh hari sudah memesan tempat untuk ikut seminar homeschooling ini. Ada teman-teman dari Tangerang, Bekasi, Karawang, Bogor, dll. Bahkan ada mbak Yanti Herawati dan suaminya (Mursid Wijanarko) yang datang secara khusus dari Bandung untuk acara ini.

Sampai akhirnya hari H, Sabtu 3 Juli 2010.  Aku, Lala, dan anak-anak sampai di lokasi seminar pukul 08.30. Bahagia rasanya tak terlambat. Padahal kami sudah khawatir tak tepat waktu karena bangun kesiangan akibat begadang menyiapkan bahan. Pas datang, bersamaan dengan bu Yayah. Kami kemudian naik ke lantai 2 tempat acara berlantai kayu yang hangat dan nyaman. Ada tempat main anak-anak yang nyaman, di sebelah ruang pertemuan. Dan kemudian menyiapkan tempat acara.

Satu demi satu peserta seminar kemudian berdatangan. Pukul 09.05 acara dimulai. Lala didaulat bu Yayah untuk menjadi MC dadakan. Presentasi dimulai oleh bu Yayah, aku, dan kemudian dilanjutkan mbak Ines.

Sebenarnya setting acara ini agak susah bagi pembicara. Walaupun dimaksudkan sebagai pengantar homeschooling, pada kenyataaannya yang datang bukan cuma orang yang ingin tahu tentang homeschooling. Variasi pesertanya sangat beragam. Ada yang belum homeschooling, ada yang sudah homeschooling; ada yang anak-anaknya masih kecil (pra-sekolah), ada yang sudah besar setingkat SMP & SMA; ada yang sangat terekspos dengan teori mengenai homeschooling, ada yang langsung terjun bebas praktek homeschooling tanpa teori.

Oleh karena itu, sedapat mungkin kami berusaha merangkum materinya agar bisa menjangkau semuanya. Diawali oleh bu Yayah yang sharing tentang pengalaman pribadinya dan membahas tentang kurikulum nasional, ujian kesetaraan dan serba-serbi pengalaman beliau berhubungan dengan Diknas dalam urusan homeschooling. Aku juga sharing tentang pengalaman pribadiku menjalani homeschooling; tentang lesson learned dan titik-titik kritis selama proses homeschooling yang kami jalani sekitar 9 tahun ini. Sementara itu, mbak Ines bercerita mengenai kurikulum homeschooling serta standar-standar internasional yang dapat digunakan dalam homeschooling, antara lain sertifikasi Cambridge CIE dan Scholastic Aptitude Test (SAT).

Setelah itu sesi tanya-jawab. Banyak sekali pertanyaan yang diajukan teman-teman dengan antusias, dengan beragam jenis pertanyaan: tentang HS usia ini, membangun kemandirian, menjaga keamanan berinternet bagi anak, sosialisasi HS kepada keluarga/sekitar, kedudukan Komunitas HS/support group, ujian kesetaraan, berbagai pertanyaan tentang teknis ujian Cambridge IGCSE yang bisa diikuti oleh private candidate (anak-anak homeschooling), dan lain-lain.

Tanya jawab ini berlangsung sangat padat, tanpa jeda istirahat sedikit pun dan berakhir hingga pukul 13.30, lebih setengah jam dari rencana acara, yaitu pukul 13. Walaupun sudah melewati batas waktu, aku yakin banyak yang belum puas dan banyak hal yang ingin ditanyakan lagi; tapi keadaan tidak memungkinkan. Apalagi, anak-anak yang ikut serta juga sudah mulai capek walaupun sepanjang acara mereka bermain bersama teman-temannya.

**

Rasanya puas dan lega sekali setelah acara ini selesai. Walaupun pasti banyak hal yang tak sempurna dan harus diperbaiki, rasanya kami sudah berusaha maksimal. Mudah-mudahan kegiatan dan interaksi selama seminar ini membenihkan hal-hal yang baik bagi teman-teman yang hadir.

Bagi teman-teman yang belum bisa hadir atau kemarin tak kebagian tempat karena penuh, bu Yayah merencanakan akan mengadakan Seminar Homeschooling yang sama di tempat yang lebih luas. Jadwal tentatifnya 7 Agustus. Tempatnya sudah direncanakan, tapi akan dipastikan lagi dalam beberapa hari ke depan.

Ada yang tertarik ikut?

(Dokumentasi seminar homeschooling dapat dilihat di sini: http://bit.ly/aS4Bg1)

Isi form di bawah. Periksa email Anda setelah mendaftar dan klik link konfirmasi yang kami kirimkan.
* = required field
:)

About the author :

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Share the article...

Jangan lupa berlangganan RSS kami untuk mendapatkan informasi terbaru dari RumahInspirasi

4 Responses to “Homeschooling: belajar tanpa batas”

  1. sarah says:

    Senang bgt rasanya dengar teman2 HS pd bs ketemuan..Ak pingin bgt ikut untuk bulan Agustus,mudah2an jadi ya jd bisa nabung,karena jauh dr aceh…ak tunggu kbr dan kepastiannya….love Hs..

  2. [...] waktu acara seminar HS kemarin itu Duta lagi pilek berat, makanya agak rewel. Ditambah keesokan harinya kita pergi jalan-jalan [...]

  3. [...] ini adalah email jawaban untuk pertanyaan mbak Wisye yang datang pada saat seminar Homeschooling beberapa waktu lalu. Pertanyaannya tentang bagaimana menjadikan game sebagai sarana mengajar anak. [...]

Leave a Reply

icon_wink.gif icon_neutral.gif icon_mad.gif icon_twisted.gif icon_smile.gif icon_eek.gif icon_sad.gif icon_rolleyes.gif icon_razz.gif icon_redface.gif icon_surprised.gif icon_mrgreen.gif icon_lol.gif icon_idea.gif icon_biggrin.gif icon_evil.gif icon_cry.gif icon_cool.gif icon_arrow.gif icon_confused.gif icon_question.gif icon_exclaim.gif 

CommentLuv badge
  • About
  • Arsip
  • Kumpulan Artikel Parenting
  • Lagu
  • Lala Digi Scrap
  • Link