Belajar dengan cara online semakin menemukan momentumnya. Universitas-universitas besar seperti Harvard dan MIT (Massachusetts Institute of Technology) mulai terjun menyelenggarakan sekolah online dengan memberikan komitmen dana sebesar $60 juta untuk mengadakan kursus online gratis yang diberi nama edX.
Inisiatif edX bukan satu-satunya. Ada inisiatif pendidikan lain bernama Coursera dengan investasi $16 juta yang dilakukan bersama oleh Stanford, Princeton, the University of Pennsylvania dan the University of Michigan
Di luar itu, ada Udacity yang dirintis oleh Sebastian Thrun dari Stanford yang salah satu kuliah online-nya, yaitu Artifical Intelligence, diikuti oleh 160 ribu siswa. Udacity menyelenggarakan berbagai kursus dan kuliah online gratis, antara lain: Building a Search Engine, Design of Computer Programs, Web Application Engineering, Programming A Robotic Car, Applied Cryptography. Belajar online di Udacity itu mirip kuliah beneran. Ada video perkuliahan, quizz, pekerjaan rumah, dan tugas.
***
Perkembangan-perkembangan semacam ini adalah pertanda yang menggembirakan untuk pendidikan yang semakin terjangkau. Teknologi menjadi enablers factor. Teknologi dimanfaatkan untuk memperbesar dan mempermudah akses pendidikan berkualitas bagi banyak orang. Seandainya pun layanan seperti ini nantinya berbayar, biayanya hampir dipastikan bisa lebih murah karena skala ekonomi (economies of scale) membuat biaya produksi/siswa menjadi lebih murah.
Bagaimana dengan di Indonesia? Kapankah ada inisiatif yang semacam ini untuk pendidikan yang semakin murah dan menjangkau orang banyak?






