Hari Pertama Kelas Minecraft

Senin (7/7/2014) menjadi hari pertama Kelas Minecraft yang diselenggarakan oleh Yudhis (13 tahun).

Heboh dan seru….!

KelasMinecraft-01a

Kehebohan Tanpa Henti

Sejak pagi Yudhis sudah bersiap-siap untuk menemani teman-temannya yang akan mulai berkegiatan bersamanya di server Minecraft yang di-setup-nya. Bahkan, sehari sebelumnya dia sudah membuka server sehingga teman-temannya sudah mulai bisa masuk ke server Minecraft.

Dan kehebohan sepanjang pagi pun berjalan tanpa henti. Ada peserta-peserta baru yang membutuhkan asistensi. Ada yang baru mendaftar. Ada yang minta tolong dibelikan gift code. Ada telpon berdering-dering dari Husayn yang ingin menanyakan sesuatu.

Belum cukup kehebohan menjawab email dan telepon, kehebohan di server Minecraft tak kalah serunya. Sebagian anak mulai membangun rumah, sebagian lagi menghancurkan dan menggali-gali lobang, dan sebagian lagi berlari-larian…

Oh no..! Yudhis langsung panik. Semua yang terjadi ini di luar bayangannya sama sekali. Dia sibuk chatting memberi tahu teman-temannya mengenai apa yang harus dilakukan, tetapi teman-temannya tak semuanya mengikuti karena sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

Yudhis garuk-garuk kepala pertanda tegang. Matanya berkejap-kejap berusaha menahan diri dari kekesalan. Dalam kepanikannya, anak-anak itu dikerangkengnya supaya tidak berlarian kesana-kemari karena acara mau dimulai, hehehe…

“Kok anaknya dikerangkeng, Dhis?” tanya Lala.
“Habis mereka nggak bisa diatur sih…” kata Yudhis dengan kesal.
“Nggak bisa begitu Dhis… coba cari cara lain,” kata Lala sambil menambahkan.

Kepanikan bertambah saat tiba-tiba server crash dan tidak bisa diakses. Yudhis langsung membuat tiket ke hosting server. Ketika server bisa berjalan lagi, ternyata ada bagian peta Minecraft yang error dan agak kacau. Duh… 🙁

Diantara kepanikan dan kehebohan, hiburan buat Yudhis adalah posting foto dan komentar dari orangtua & anak-anak yang menikmati kegiatan Kelas Minecraft-nya.

KelasMinecraft-01b

***

Learning by Doing

Proses menyelenggarakan sebuah kelas memang bukan pekerjaan mudah. Bukan hanya dari sisi teknis persiapan materi belajar dan setup server Minecraft, proses mengelola interaksi banyak orang pada saat bersamaan membutuhkan ilmu dan pengalaman. Dan tentu saja yang dibutuhkan juga adalah kesabaran dan kelapangan hati menanggapi semua orang yang bertanya dan membutuhkan bantuan. Apalagi pesertanya adalah anak-anak.

Ini adalah pengalaman pertama Yudhis dan kami tahu proses ini critical sebagai milestone proses belajarnya. Menyelenggarakan Kelas Minecraft bukan lagi menjadi proses magang buat Yudhis, tetapi a real project. Dia harus mengelola proses mulai hulu hingga hilir.

Jadi, kami berdua (aku dan Lala) memutuskan untuk menemani Yudhis menjalani proses belajar ini. Kami mendampingi dengan menjadi teman diskusi, memberikan saran dan bantuan teknis jika dibutuhkan; misalnya mengatur email, mengelola jadwal dan membelikan gift code. Termasuk fungsi kami adalah menurunkan emosi Yudhis saat dia tiba-tiba pergi ke sofa dan tiduran dengan muka tegang berkaca-kaca seperti menahan kekesalan. Juga, kami menguatkannya untuk terus bertahan tidak tidur siang (karena kecapekan menahan emosi sepagian) sampai kelas sore usai.

Pfuih… betul-betul hari yang heboh, bukan hanya buat Yudhis tapi juga buat kami sekeluarga.

***

Syukurlah, kelas pertemuan sore berjalan lancar dan tidak seheboh kelas pagi. Yudhis bisa lebih tenang mengelola proses kegiatan teman-temannya.

So, hari ini peserta Kelas Minecraft masuk hari ke-2. Yudhis sudah menyiapkan email berisi petunjuk kegiatan minggu ini dan pembagian kelompok. Kata Yudhis, email akan dikirim sebelum jam 10.00.. 🙂

 

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. caranya gimana Yudhiss? maaf nih baru ngikut… hehehee

  2. Yudhis kereeen

Tinggalkan komentar Anda

*

Close