Fieldtrip ke Planetarium TIM

Sabtu yang lalu (29/5), kami diajak Eyang Putri ke Planetarium Taman Ismail Marzuki. Ceritanya, Eyang Putri ingin menraktrir Yudhis, Tata, dan Duta ke Planetarium bersama Mami Ria dan teman-teman Yudhis.

Jadilah, Sabtu pagi kami ketemuan di planetarium yang lokasinya di areal kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM). Kami janjian untuk menonton jadwal acara jam 10.00.

Eh, sesampai di TIM, ternyata banyak sekali pengunjung yang antre di planetarium. Wow.. planetarium yang biasanya sepi jadi penuh anak-anak dengan bus-bus besar yang tampak parkir di halaman planetarium. Kata Eyang Putri, “Kayaknya kita baru bisa menonton jadwal yang jam 11.30. Soalnya yang antri sudah banyak.”

Pertunjukan di planetarium bisa dikunjungi rombongan atau perorangan. Untuk perorangan, jadwalnya adalah:

  • Selasa sampai dengan Jum’at : Jam 16.30 WIB
  • Sabtu, Minggu dan hari libur Nasional : Jam 10.00, 11.30, 13.00 dan 14.30 WIB
  • Hari libur nasional yang jatuh hari Jum’at : Jam 10.00, 13.30, 15.00 dan 16.30 WIB

Planetarium memang tempat hiburan rakyat yang berkualitas dan terjangkau. Tarif masuk planetarium adalah Rp. 7000 untuk dewasa dan Rp. 3500 untuk anak-anak. Pembelian tiket langsung di loket yang dibuka satu jam sebelum acara.

(informasi selengkapnya ada di situs Planetarium TIM)

Karena lama menunggu, akhirnya anak-anak main dan lari-lari di halaman gedung baru Museum Pusat Dokumentasi Sastra HB Yasin yang letaknya di sebelah gedung tempat pertunjukan TIM.

**

Sekitar pukul 11.00, kami mulai masuk ruang pertunjukan bersama rombongan pengunjung lain. Rombongan yang masuk banyak sekali, tapi kami tak mengira bahwa yang masuk sedemikian banyak hingga melampaui kapasitas tempat duduk planetarium. Puluhan orang duduk lesehan di lantai bagian dalam ruang pertunjukan planetarium.

Inilah pertama kalinya kami mengalami pertunjukan di planetarium yang bukan hanya penuh, tapi heboh oleh suit-suit dan teriakan anak-anak sekolah. Wow..! Seru sekali… Apalagi ketika disimulasikan naik roket keluar angkasa dengan ruangan gelap gulita dan suara gemuruh yang terasa mendebarkan hati dan mengguncang kursi tempat duduk.

Walaupun suasana cukup riuh, anak-anak happy dan tidak merasa terganggu. Bahkan, kata Yudhis dia ikut teriak waktu semuanya teriak, he..he..he.. Sementara itu, Duta tidur nyenyak di pangkuan Lala dan sama sekali tak terganggu oleh segala suara berisik di sekitarnya. Kecapekan usai berlari-lari dan AC di dalam planetarium yang dingin telah membuainya untuk bermimpi sendiri terbang ke angkasa luar.

O, ya. Tips bagi yang pertama kali menonton ke planetarium, jangan lupa membawa jaket yang tebal karena AC di dalam sangat dingin. Terutama untuk anak-anak yang tak tahan dingin.

**

Terima kasih Eyang Putri. Terima kasih Mami Ria, bu Sri, Bahesty, dan Hejaz yang sudah antri tiket untuk kita semua.

Peta lokasi Planetarium TIM:

[mappress]

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*