#FESPER2015 (4): Membangun Negeri di Atas Awan

Di dataran bukit yang berselimut awan, dalam paparan Gunung Gede dan Pangrango, #FESPER2015 diselenggarakan dengan sebuah tekad untuk memfasilitasi kegiatan keluarga praktisi homeschooling yang memiliki latar belakang beragam.

Photo (c) Ari Peach

Photo (c) Ari Peach

(FESPER: Kebahagiaan sampai tulang sumsum)

Sebagai pendidikan berbasis keluarga, nature atau kondisi alamiah dari kehidupan homeschooling adalah keberagaman. Setiap keluarga unik karena memiliki latar belakang, nilai-nilai dan visi tentang pendidikan berbeda-beda. Hasilnya adalah rancangan homeschooling yang juga unik untuk setiap keluarga, bahkan setiap anak.

Karena keragaman adalah sebuah keniscayaan, maka penghargaan atas perbedaan yanng ada pada keluarga dan kelompok-kelompok homeschooling harus menjadi sikap dasar setiap praktisi homeschooling. Pada satu sisi, setiap keluarga memiliki kesempatan menguatkan nilai-nilai penting di keluarga. Pada sisi lain, setiap keluarga perlu meneguhkan komitmen toleransi dan apresiasi pada yang berbeda.

Jika orangtua mampu menanamkan prinsip pribadi yang kuat sekaligus toleran & apresiatif pada liyan, niscaya itu menjadi bahan keteladanan bagi anak yang tak terkatakan.

Mengutip mbak Widya Dewi Wahyuaji “karena bersama tak harus sama, berbeda tak harus dibeda-bedakan.”
FESPER-keberagaman

Harmoni dalam Keberagaman

#FESPER2015 mengambil tema “Harmoni dalam Keberagaman” sebagai peneguhan kesadaran bagi para praktisi homeschooling bahwa kita ini memang berbeda-beda. Walaupun begitu, kita tetap bisa berkegiatan bersama-sama, saling belajar dan berbagi, saling menginspirasi dan kehadiran kita bisa menjadi berkah dan manfaat bagi orang lain.

(FESPERPlaying, Sharing, Learning & Networking)

Spirit “Harmoni dalam Keberagaman” ditangkap dan diartikulasikan secara apik oleh mas Setiaji dan mbak Maria Lia melalui lagu OST FESPER. Lagu ini menjadi perekat bagi seluruh peserta #FESPER2015.

Ayo ayo kita berkumpul
Berkumpul bersama-sama
Bermain belajar gembira
Bersama kawan semua

Fesper ceria hei …
Selalu bahagia dan penuh cerita
Fesper seru hei …
Selalu ditunggu
Mari berbagi ilmu

Yei yei yei yei
Aku kamu dia kita berbeda
Walaupun berbeda kita tetap bersama
Aku kamu dia kita berbeda
Walaupun berbeda kita tetap bahagia

Membangun Indonesia Kecil

FESPER-Logo

Dalam spirit keberagaman, panitia #FESPER2015 bekerja dengan sepenuh hati menghadirkan suasana yang cair dan penuh cinta. Perbedaan dikenali (acknowledged) tapi tak dibesar-besarkan. Hal-hal yang menjadi concern seperti kehalalan makanan, jadwal waktu dan sarana sholat diakomodasi. Kebutuhan dan masukan diperhatikan.

Sementara itu, hal-hal yang sama diperbesar dan disuarakan. Narasumber yang berbagi tentang homeschooling memiliki agama, latar belakang, dan metode homeschooling yang berbeda-beda, tetapi semuanya cukup dewasa untuk menegaskan keunikannya sekaligus menghargai model homeschooling berbeda yang dijalani oleh keluarga lain.

Pentingnya penghargaan atas keberagaman diteguhkan oleh cerita Anyi & mas Ibut dari Peduli Lagu Anak yang pernah memiliki kegiatan merajut hati anak-anak yang berbeda agama di daerah konflik Maluku. Mereka bercerita tentang betapa kasihannya anak-anak yang menjadi susah mempercayai orang yang memiliki agama berbeda akibat konflik dan ajaran intoleran yang diwariskan oleh orangtua mereka.

Jangan sampai kita mewariskan hal-hal buruk seperti itu kepada anak-anak.

(FESPER: ekspo dan presentasi anak)

***

FESPER-peserta

Semoga kebersamaan dalam #FESPER2015 ini terus terpelihara, menjadi benih yang baik di masyarakat, bertumbuh menjadi pohon kuat dan berbuah manis bagi sesama dan semesta.

FESPER-keberagaman2

FESPER-Irma

 

(bersambung)

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*

Close