<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Inspirasi</title>
	<atom:link href="http://rumahinspirasi.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahinspirasi.com</link>
	<description>Keluarga homeschooling Indonesia, jurnal belajar Yudhis, Tata, dan Duta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 23:43:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://rumahinspirasi.com</link>
<url>http://rumahinspirasi.com/wp-content/mbp-favicon/Home.ico</url>
<title>Rumah Inspirasi</title>
</image>
		<item>
		<title>Sosialisasi Anak Homeschooling</title>
		<link>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/sosialisasi-anak-homeschooling</link>
		<comments>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/sosialisasi-anak-homeschooling#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 23:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahinspirasi.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin ada seseorang yang memberikan komentar (sedikit) negatif tentang sosialisasi anak homeschooling dalam sebuah diskusi terbuka di page facebook serial belajar mandiri. Katanya &#8220;dengan anak yang HS sosialisasi jadi kurang sehingga terkesan sombong&#8221;.
Sebenarnya komentar seperti ini sih biasa banget untuk orang yang awam dan hanya melihat homeschooling sepintas dari luar. Apalagi setelah dicaritahu lebih jauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-833" style="margin-left: 7px; margin-right: 7px;" title="Sosialisasi Anak Homeschooling" src="http://rumahinspirasi.com/wp-content/uploads/2010/03/sosialisasi.jpg" alt="Sosialisasi Anak Homeschooling" width="200" height="200" />Kemarin ada seseorang yang memberikan komentar (sedikit) negatif tentang sosialisasi anak homeschooling dalam sebuah diskusi terbuka di <a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=350751790877&amp;comments"><strong>page facebook serial belajar mandiri</strong></a>. Katanya &#8220;dengan anak yang HS sosialisasi jadi kurang sehingga terkesan sombong&#8221;.</p>
<p>Sebenarnya komentar seperti ini sih biasa banget untuk orang yang awam dan hanya melihat homeschooling sepintas dari luar. Apalagi setelah dicaritahu lebih jauh ternyata orang yang berkomentar ini adalah seorang guru. Kami (para homeschooler) memang paling banyak menerima tentangan dari kelompok &#8220;sekolah&#8221; yang merasa memiliki jalan yang lebih baik, lebih teruji dan yang lain dan yang lainnya.<span id="more-832"></span></p>
<p>Isu sosialisasi memang suatu hal yang paling sering dijadikan alasan bagi seseorang untuk mendeskriditkan HS. Mungkin karena untuk sebagian besaar orang, anak HS dianggap hanya diperam di rumah dan tidak bisa bersosialisasi. Padahal, kalau kita mau lihat lebih detil lagi, sebenarnya anak yang bersekolah di sekolah publik itu sebenarnya &#8220;terkungkung&#8221; di dalam sebuah kelas untuk paling tidak 180 hari setiap tahun dengan sedikit kesempatan ter-expose ke tempat-tempat terbuka atau jalan-jalan. Mereka terjebak dalam sebuah grup anak-anak seusia mereka dalam jangka waktu yang lama. Mereka juga terpaksa mengikuti &#8220;mainstream&#8221;, dan tak memiliki kebebasan untuk berkreasi atau mempelajari apa-apa yang mereka sukai sesuka hati mereka karena terbentur jam sekolah, terikat kurikulum dan aneka kegiatan sekolah.</p>
<p>Dalam kondisi sebaliknya, anak homeschooling justru memiliki kesempatan yang lebih luas untuk dapat menghabiskan waktunya bersosialisasi lintas usia. Sejak awal mereka sudah diajarkan pada dunia yang penuh warna, mereka belajar bagaimana caranya bersosialiasi dengan orang2 yang tidak seumur. Karena pada kenyataannya, kita tidak akan pernah menemukan sebuah pekerjaan yang berisi dengan orang2 sepantar kita, anak2 pun kelak akan harus bekerja dengan orang2 yang lebih tua atau lebih muda dari mereka.</p>
<p>Mereka pun mempunyai waktu lebih banyak untuk mengeksplorasi dirinya, minatnya serta bakatnya di tempat-tempat yang dipilihnya dalam waktu yang ditentukannya sendiri. Kesempatan ini membuat mereka lebih memiliki kesiapan mental menghadapi &#8220;dunia nyata&#8221;. Mereka pun tak terkungkung dengan &#8220;peer pressure&#8221; yang terkadang dapat membawa mereka ke dalam hal-hal negatif. Dengan homeschooling, mereka akan lebih banyak belajar dari pengalaman (bukan hanya dari buku/teori), &#8220;Hands on experiences&#8221;, belajar dari para ahli yang ada di sekitarnya. Karena mereka tidak terikat oleh jadwal, mereka bisa mengikuti aneka grup/club, kursus, kegiatan2 yang mereka sukai yang memberikan mereka kesempatan lebih luas lagi untuk bersosialisasi.</p>
<p>Jadi, isu sosialisasi ini memang sangat tergantung kepada keluarganya. Bukan pada HS atau sekolah. Hasil riset banyak menunjukkan kalau anak HS itu tidak memiliki masalah dengan sosialisasi. sedangkan kalau mengenai kesan, tentu saja setiap orang boleh memiliki kesan tertentu kepada orang lain, asal tak digeneralisir saja. Takutnya nanti tidak fair.. ^_^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/sosialisasi-anak-homeschooling/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Momento Aplikasi Diari Terbaik untuk Iphone</title>
		<link>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/momento-aplikasi-diari-terbaik-untuk-iphone</link>
		<comments>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/momento-aplikasi-diari-terbaik-untuk-iphone#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 23:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aar & Lala]]></category>
		<category><![CDATA[iphone]]></category>
		<category><![CDATA[iphone app]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahinspirasi.com/?p=827</guid>
		<description><![CDATA[Harus diakui, sejak aku mulai buka account facebook, kegiatan blogging jadi agak2 menurun. Waktu yang aku punya di depan komputer yang terbatas, makin menjadi terbatas (untuk bikin posting) karena keasikan browsing di facebook. Banyak unek-unek, curhat, bahkan foto2 &#38; video perkembangan anak-anak yang &#8216;harusnya&#8217; aku upload di rumahinspirasi malah nyasar di facebook. Memang sih, sebenarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-828" style="margin-left: 7px; margin-right: 7px;" title="momento" src="http://rumahinspirasi.com/wp-content/uploads/2010/03/view.jpg" alt="momento" width="243" height="349" />Harus diakui, sejak aku mulai buka <a href="http://www.facebook.com/mira.julia">account facebook</a>, kegiatan blogging jadi agak2 menurun. Waktu yang aku punya di depan komputer yang terbatas, makin menjadi terbatas (untuk bikin posting) karena keasikan browsing di facebook. Banyak unek-unek, curhat, bahkan foto2 &amp; video perkembangan anak-anak yang &#8216;harusnya&#8217; aku upload di rumahinspirasi malah nyasar di facebook. Memang sih, sebenarnya bisa di upload di sini terus dishare ke facebook, tapi rasanya gimana gitu ya. Kelamaaaan.. Karena entah mengapa, bagiku kalau bikin posting itu kok sepertinya tetep agak lebih berat dibanding update status. Apalagi begitu kenal <a href="http://momentoapp.com/">momento</a>, sebuah aplikasi dari iphone yang fungsinya seperti diary. Waah, udah deh, makin nggak posting (dan nggak update status pula).. hihi..</p>
<p><span id="more-827"></span></p>
<p>Bertemu momento seperti bertemu pacar lama. Aku memang terbiasa membuat diary sejak kecil. Biasanya diary itu tidak cuman berisi tulisan, tapi berisi pernak-pernik lainnya seperti stiker, potongan karcis bioskop dan foto, serpihan ini dan itu, pokoknya at the end of the page diary itu jadi super gendut karena mirip-mirip scrapbook gitu, ^_^</p>
<p>Sayangnya, begitu anak nambah satu, nambah lagi satu, hidup tanpa pembantu, homeschool pula. Weleh-weleh.. waktu berlari sangat cepat. Tiba-tiba sudah senin lagi, sudah senin lagi, sudah senin lagi. Oo.. mana sempat bikin diary. Berusaha untuk record-keeping lewat blogging &#8212; tapi tetep aja, rasanya lain. Untung ketemu aplikasi super keren ini. Momento tidak hanya memampukan kita merecord momen per momen, tapi dia juga menarik feed dari acc jejaring sosial yang kita miliki (mis: fesbuk, twitter atau flicker) sejak awal join! Jadi walau aku baru mulai pakai momento sekitar awal februari, tapi aku seperti punya diary lama karena seluruh status updateku di fesbuk ter-record di momentoku zaaaaappp!! instan. Belum lagi kalau dikawinkan dengan applikasi icon (apa saja lah), waah&#8230; lengkaplah sudah. Aku kembali punya diary yang bisa merecord setiap momen yang kualami dengan cepat, lengkap dengan icon2 lucu &amp; foto2. UU&#8230; I love this app. Kalau nggak percaya, lihat langsung aja di <a href="http://momentoapp.com/appstore/">appstore</a>. </p>
<p>Semoga tak ada lagi momen indah yang tak tercatat!! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/momento-aplikasi-diari-terbaik-untuk-iphone/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>La Bamba</title>
		<link>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/la-bamba</link>
		<comments>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/la-bamba#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 23:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yudhis]]></category>
		<category><![CDATA[gitar]]></category>
		<category><![CDATA[la bamba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahinspirasi.com/?p=838</guid>
		<description><![CDATA[
Akhirnya, Yudhis lancar juga bermain lagu La Bamba. Salah satu kendala dalam latihan gitar Yudhis adalah keinginannya untuk bermain &#8220;cepat&#8221;. Padahal, unsur &#8220;menikmati&#8221; permainan itu menjadi salah satu faktor utama yang aku tekankan kepadanya. Buatku, pemain musik yang baik itu adalah pemain yang menikmati permainan musiknya. semakin dia bisa terlarut dalam musik yang dimainkannya atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/RWhnnQizxx8&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/RWhnnQizxx8&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p>Akhirnya, Yudhis lancar juga bermain lagu La Bamba. Salah satu kendala dalam latihan gitar Yudhis adalah keinginannya untuk bermain &#8220;cepat&#8221;. Padahal, unsur &#8220;menikmati&#8221; permainan itu menjadi salah satu faktor utama yang aku tekankan kepadanya. Buatku, pemain musik yang baik itu adalah pemain yang menikmati permainan musiknya. semakin dia bisa terlarut dalam musik yang dimainkannya atau lagu yang dinyanyikannya, semakin besar energi yang diterima penonton darinya. Bagiku, penghayatan menempati posisi jauh di atas skill. Kemampuan boleh terbatas, tapi kalau penghayatannya luar biasa, maka lagu yang dia mainkan juga akan terasa sampai ke kalbu para pendengarnya.<br />
<span id="more-838"></span><br />
Ini yang sedang dipelajari oleh Yudhis. Dia sedang belajar &#8220;menikmati&#8221; permainannya dengan cara memelankan ritme permainannya. Sebelumnya, setiap dia memainkan lagu cepat (seperti lagu La Bamba ini), dia akan memainkannya seperti orang yang dikejar-kejar hantu. Jreng jreng jreng jreng jreng tanpa rasa. Namun setelah &#8220;kepincut&#8221; Sungha Jung dan melihatnya bermain, Yudhis semakin melihat betapa &#8217;santainya&#8217; Sungha Jung dalam memainkan lagu yang &#8220;nge-beat&#8221; sekalipun. Itu inspirasinya, dan itu yang sedang dia coba terapkan dalam lagu La Bamba ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/la-bamba/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keracunan Makanan</title>
		<link>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/keracunan-makanan</link>
		<comments>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/keracunan-makanan#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 13:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aar & Lala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahinspirasi.com/homeschooling/keracunan-makanan</guid>
		<description><![CDATA[Just survive dari keracunan makanan&#8230;!!!
Serius, baru kali ini aku merasakan ketakutan amat sangat karena keracunan makanan.
Berawal dr potongan ikan tuna yang di sale di giant. Tampangnya sih masih seger dan kata SPGnya masih layak banget. Eeh, gak taunya pas dimasak kok agak gatel d lidah. Aku masih pikir fine2 aja karena memang nggak pernah bermasalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Just survive dari keracunan makanan&#8230;!!!</p>
<p>Serius, baru kali ini aku merasakan ketakutan amat sangat karena keracunan makanan.</p>
<p>Berawal dr potongan ikan tuna yang di sale di giant. Tampangnya sih masih seger dan kata SPGnya masih layak banget. Eeh, gak taunya pas dimasak kok agak gatel d lidah. Aku masih pikir fine2 aja karena memang nggak pernah bermasalah sama alergi ikan. Tapi&#8230; Gak lama setelah itu aku merasa panas seluruh kepala. Ternyata mukaku merah semua sampai k dalam mata, trus tangan bengkak, badan juga. Yang paling mengerikan adalah bercak2 merah d kaki membuatku seperti sapi. Serem banget!!</p>
<p><span id="more-824"></span>Menambah panik karena nafasku sesak, badanku menggigil dan seperi mau pingsan.</p>
<p>Untungnya something inside me memberi petunjuk untuk browsing internet melalui HP tentang P3K keracunan makanan. Dari situ aku jd tahu kalau susu dapat menjadi salah satu penetral racun.</p>
<p>Langsung saja mas Aar lari beli susu segar. Setelah menghabiskan sekaleng bear brand dan setengah liter susu ultra, aku muntah2. Walau muntah tapi aku tetep berusaha minum susu lagi sebanyak yang aku bisa.</p>
<p>Sementara aku lihat mas Aar super panik dan sudah minta lek Gana siapin mobil untuk membawaku k UGD. Walau aku bener2 drop tapi aku masih berusaha bertahan nggak mau dibawa k UGD. Sesuatu di dalam diriku memberiku keyakinanan kalau I will survive.. Aku akan baik2 saja.</p>
<p>Dalam kondisi setengah sadar, aku merasa energi yang mas Aar transfer mulai ber-efek. Berangsur kerasnya detak jantungku yang tadinya membuatku sulit bernafas kembali normal, mas Aar juga bilang wajahku yang semula merah padam seperti kepiting rebus mulai kembali cerah. Aku semakin semangat ketika kemudian bengkak di tanganku mengempis dan bercak di kakiku memudar. Terima kasih Tuhan!!</p>
<p>Untungnya dari orang serumah cuman aku yang keracunan parah. Ada Yudhis yang juga sedikit menjadi drop tapi terus disuply susu segar. Sementara yang lainnya minum norit aja untuk menyerap racun yang mungkin ada dalam tubuh mereka.</p>
<p>Malam ini kondisiku membaik. Masih nggak percaya kalau tadi siang nyaris dibawa k UGD. Terima kasih Tuhan atas penjagaanMu. Pelajaran berharga bagiku untuk selalu menjaga pilihan makanan yang terbaik bagi keluargaku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/keracunan-makanan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Sungha Jung dan Jubing</title>
		<link>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/belajar-dari-sungha-jung-dan-jubing</link>
		<comments>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/belajar-dari-sungha-jung-dan-jubing#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 06:50:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[gitar]]></category>
		<category><![CDATA[jubing]]></category>
		<category><![CDATA[sungha jung]]></category>
		<category><![CDATA[Yudhis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahinspirasi.com/?p=817</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, dari pesan mbak Devi Sutarsi yang dituliskan di wall facebook Lala, kami mulai berkenalan dengan Sungha Jung. Dia adalah seorang gitaris cilik (14 tahun) yang permainannya luar biasa.
Sejak itu, kami sibuk mendownload beberapa lagunya dan menontonnya bersama-sama dengan anak-anak. Salah satu yang paling kami sukai adalah theme song &#8220;Mission Impossible&#8220;.
Kami sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-818" style="margin: 7px;" title="sungha jung" src="http://rumahinspirasi.com/wp-content/uploads/2010/02/sunghajung.jpeg" alt="sungha jung" width="97" height="146" />Beberapa hari yang lalu, dari pesan mbak Devi Sutarsi yang dituliskan di wall <a href="http://www.facebook.com/mira.julia">facebook Lala</a>, kami mulai berkenalan dengan Sungha Jung. Dia adalah seorang gitaris cilik (14 tahun) yang permainannya luar biasa.</p>
<p>Sejak itu, kami sibuk mendownload beberapa lagunya dan menontonnya bersama-sama dengan anak-anak. Salah satu yang paling kami sukai adalah theme song &#8220;<a href="http://www.youtube.com/watch?v=5IXa2pNGVj8">Mission Impossible</a>&#8220;.</p>
<p>Kami sangat menikmati permainan gitar Sungha Jung sebagaimana permainan gitar <a href="http://www.jubing.net/">Jubing Kristianto</a>, gitaris Indonesia dengan permainan yang mengagumkan.</p>
<p><span id="more-817"></span>**</p>
<p>Kami sangat excited dengan permainan gitar Sungha Jung. Ini bukan sekedar permainan gitar bagus. Bagi kami, ini adalah sebuah kualitas dan standar karya, sebuah tema yang selalu menarik hati kami.</p>
<p>Ketertarikan kami pada karya-karya berkualitas itu kami bagi bersama anak-anak, dengan harapan mereka terekspos dengan standar karya yang akan mempengaruhi penilaian mereka tentang kualitas (sense of quality). Kebetulan sekali, Yudhis sedang belajar gitar. Jadi, video permainan gitar Sungha Jung itu bisa menjadi tema diskusi yang menarik.</p>
<p>Dalam obrolan dengan Yudhis, kami menegaskan bahwa yang penting bukan menjadi Sungha Jung. Tetapi, menikmati sebuah hal yang disukai dan bersungguh-sungguh menekuninya.</p>
<p>Proses ini adalah bagian dari -meminjam metode Charlotte Mason- mengekspos anak dengan &#8220;gagasan besar&#8221; dan &#8220;living book&#8221;. Kita mengenalkan anak-anak dengan hal-hal berkualitas: buku, film, tempat, karya, permainan, pembicaraan, kegiatan, pemandangan, dan sebagainya.</p>
<p>Mudah-mudahan diantara ekspose itu ada kualitas yang menempel di hati mereka dan terbawa hingga mereka dewasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/belajar-dari-sungha-jung-dan-jubing/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku ingin menjadi Bapak Rumah Tangga</title>
		<link>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/aku-ingin-menjadi-bapak-rumah-tangga</link>
		<comments>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/aku-ingin-menjadi-bapak-rumah-tangga#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 16:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aar & Lala]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Duta]]></category>
		<category><![CDATA[Tata]]></category>
		<category><![CDATA[Yudhis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahinspirasi.com/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Lala menulis notes tentang aku, mengenai Bapak Rumah Tangga di facebooknya. Ah, aku jadi pengin malu. Soalnya apa yang aku lakukan masih jauh dari yang ideal, atau setidaknya yang aku harapkan dari diriku sendiri.
Anyway, thanks my dear. Terima kasih untuk komplimennya. Terima kasih  untuk apresiasinya. Aku merasa tersanjung..hmm hmm
Mengenai apresiasi, inilah salah satu yang aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-813" title="family" src="http://rumahinspirasi.com/wp-content/uploads/2010/02/family.gif" alt="family" width="130" height="251" />Lala menulis notes tentang aku, mengenai <a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=289933579833&amp;1&amp;index=1">Bapak Rumah Tangga di facebooknya</a>. Ah, aku jadi pengin malu. Soalnya apa yang aku lakukan masih jauh dari yang ideal, atau setidaknya yang aku harapkan dari diriku sendiri.</p>
<p>Anyway, thanks my dear. Terima kasih untuk komplimennya. Terima kasih  untuk apresiasinya. Aku merasa tersanjung..hmm hmm</p>
<p><span id="more-812"></span>Mengenai apresiasi, inilah salah satu yang aku sukai dari Lala sejak pertama kali mengenalnya. Dia bukan hanya selalu positif dan optimis melihat hidup, tetapi selalu penuh syukur dan apresiasi (yang diungkapkan secara verbal dengan tulus). Ucapan terima kasih begitu sering keluar darinya. Bahkan untuk hal-hal yang terkadang aku pikir memang sudah menjadi kewajibanku untuk melakukannya. Atau, untuk hal-hal kecil yang mungkin terlihat biasa-biasa saja.</p>
<p>Apresiasi itu bukan hanya membuatku merasa nyaman hidup bersamanya, tetapi juga berkontribusi besar menciptakan spiral positif untuk banyak hal. Juga, mengenai peran sebagai Bapak Rumah Tangga yang ingin aku jalani dengan lebih serius dan lebih baik dari waktu ke waktu.</p>
<p>**</p>
<p>Aku pikir semua yang kulakukan itu adalah hal yang biasa,  memperlakukan isteri sebagai individu dan pasangan yang setara dalam artian sebenarnya. Bukankah isteri kita memang bukan pelayan dan bawahan kita?</p>
<p>Apa yang istimewa dari berterima kasih atas apa-apa yang dilakukan  isteri, menjadi pendengar yang baik, memberikan kesempatan kepadanya untuk menjadi dirinya sendiri, memperlakukan pendapatnya setara dengan pendapatku, berbagi impian bersama, dan semacamnya itu?</p>
<p>Aku sendiri merasa masih jauh dari yang kuharapkan pada diriku sendiri  yang ingin mempraktekkan nilai-nilai kesetaraan. Sebab aku percaya, Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan itu sama dan setara secara esensi. Perbedaan aspek biologis antara laki-laki dan perempuan sama sekali tak bisa menjadi dasar untuk perbedaan peran sosial. Apalagi untuk zaman kini yang semakin berbasis pengetahuan dan kreativitas, bukan hal-hal yang fisik.</p>
<p>Kalau laki-laki membutuhkan dihargai, tentunya wanita juga butuh  dihargai. Kalau laki-laki senang dilayani, wanita tentu menikmati juga pelayanan dari pasangannya. Kalau laki-laki punya cita-cita dan harapan, mengapa wanita harus mensubordinasikan miliknya pada laki-laki?</p>
<p>Ah, tapi semua itu mudah untuk dikatakan. Prakteknya membutuhkan tekad dan kerja keras untuk mewujudkannya.</p>
<p>Tantangan terbesar untuk sikap kesetaraan itu sebenarnya adalah diri sendiri. Ada keuntungan pribadi dari struktur sosial yang cenderung menguntungkan laki-laki. Mengapa harus bersusah payah membangun kesetaraan dan mengurangi kenikmatan, sementara nilai-nilai sosial justru menempatkan laki-laki sebagai pihak yang harus dilayani dan diutamakan?</p>
<p>Terkadang, kalau lagi malas atau capek, godaan untuk menikmati &#8220;status  quo&#8221; itu selalu datang: &#8220;itu bukan tugasku, tapi kewajiban perempuan&#8221;.</p>
<p>**</p>
<p>Dalam hubungan dengan anak-anak, yang kulakukan juga belum banyak. Aku  memang berusaha untuk terlibat aktif dengan mereka sejak mereka di dalam kandungan hingga setelah besarnya. Aku menikmati semua proses itu dan berusaha untuk tak egois dengan hanya mencari enaknya saja.</p>
<p>Ah, malu rasanya menceritakan karena sebenarnya tak seberapa yang  kulakukan. Hanya hal-hal kecil semacam mengganti pampers, memandikan, menggendong, dan membimbing anak untuk tumbuh sejak dini.</p>
<p>Lagipula, aku menikmati kegiatan bersama anak-anak, semisal mandi  bersama anak-anak dan bermain bersama di kamar mandi.</p>
<p>Sometimes, yang dibutuhkan adalah reorientasi sudut pandang. Seperti  kegiatan memberi makan Duta. Ternyata itu bukan hal yang mudah dan sederhana (*dan itu membuatku bisa lebih berempati dengan ibu-ibu*).</p>
<p>Setelah cukup lama kesal dan tidak sabar saat memberi makan Duta, pada  akhirnya aku mulai bisa menikmati ketika aku memperlakukan kegiatan memberi makan Duta sebagai kegiatan meditasi dan berlatih kesabaran, he..he.. So, kegiatan yang kulakukan sebenarnya sama, tetapi aku mengorientasikan diriku untuk melihat kegiatan itu dengan cara yang berbeda.</p>
<p>Satu hal yang aku pelajari dari berbagai kegiatan rumah tangga: semua hal yang kelihatannya tak berharga itu sebenarnya adalah hal yang penting. Itu bukan hal remeh dan tak berharga. Memandikan anak dan memberi makan bukan sekedar mengenai hal itu, tapi juga mengenai berbagi beban (burden sharing), empati dan apresiasi,  mendidik diri untuk menghargai hal-hal sederhana, dan yang pasti adalah membangun hubungan psikologis dengan anak. Manfaat psikologis dari pekerjaan sederhana terhadap diri, isteri, dan anak jauh lebih besar daripada beban menyelesaikan pekerjaan itu sendiri.</p>
<p>**</p>
<p>Ah, rasanya kok melantur ke mana-mana. Sekali lagi terima kasih, sayang untuk notes dan apresiasinya. Mudah-mudahan kita bisa saling berbagi dan menguatkan di dalam perjalanan kita yang tanpa terasa sudah berjalan 10 tahun ini. Sepuluh tahun yang terasa singkat karena begitu padat dan penuh dengan kebahagiaan.</p>
<p>Terima kasih Tuhan. Terima kasih cintaku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/aku-ingin-menjadi-bapak-rumah-tangga/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin Kumengerti (Audioboo)</title>
		<link>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/audioboo-ingin-kumengerti</link>
		<comments>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/audioboo-ingin-kumengerti#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 05:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aar & Lala]]></category>
		<category><![CDATA[song]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahinspirasi.com/homeschooling/audioboo-ingin-kumengerti-htt</guid>
		<description><![CDATA[ke mana kan Kau bawa ku pergi
mengarungi hari
sungguh ingin kumengerti
bukannya aku tak menikmati
cerianya hari-hari
indah yang Kau beri
kuhanya ingin pahami
perjalanan ini
salahkah bila ku ingin mengerti
bagai membaca buku
tak sabar aku membuka satu-satu
bukannya kuragu akan renacana-Mu
ku hanya ingin tahu

Ingin Kumengerti http://boo.fm/b95283
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ke mana kan Kau bawa ku pergi<br />
mengarungi hari<br />
sungguh ingin kumengerti</p>
<p>bukannya aku tak menikmati<br />
cerianya hari-hari<br />
indah yang Kau beri</p>
<p>kuhanya ingin pahami<br />
perjalanan ini<br />
salahkah bila ku ingin mengerti</p>
<p>bagai membaca buku<br />
tak sabar aku membuka satu-satu</p>
<p>bukannya kuragu akan renacana-Mu<br />
ku hanya ingin tahu</p>
<p><object id="iefix1" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="400" height="129" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="scale" value="noscale" /><param name="salign" value="lt" /><param name="bgColor" value="#FFFFFF" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="wmode" value="window" /><param name="FlashVars" value="mp3=http%3A%2F%2Faudioboo.fm%2Fboos%2F95283-ingin-kumengerti.mp3&amp;mp3Author=lala_ina&amp;mp3LinkURL=http%3A%2F%2Faudioboo.fm%2Fboos%2F95283-ingin-kumengerti&amp;mp3Title=Ingin+Kumengerti&amp;mp3Time=12.43pm+03+Feb+2010" /><param name="src" value="http://boos.audioboo.fm/swf/fullsize_player.swf" /><param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /><param name="flashvars" value="mp3=http%3A%2F%2Faudioboo.fm%2Fboos%2F95283-ingin-kumengerti.mp3&amp;mp3Author=lala_ina&amp;mp3LinkURL=http%3A%2F%2Faudioboo.fm%2Fboos%2F95283-ingin-kumengerti&amp;mp3Title=Ingin+Kumengerti&amp;mp3Time=12.43pm+03+Feb+2010" /><embed id="iefix1" type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="129" src="http://boos.audioboo.fm/swf/fullsize_player.swf" flashvars="mp3=http%3A%2F%2Faudioboo.fm%2Fboos%2F95283-ingin-kumengerti.mp3&amp;mp3Author=lala_ina&amp;mp3LinkURL=http%3A%2F%2Faudioboo.fm%2Fboos%2F95283-ingin-kumengerti&amp;mp3Title=Ingin+Kumengerti&amp;mp3Time=12.43pm+03+Feb+2010" wmode="window" allowscriptaccess="always" bgcolor="#FFFFFF" salign="lt" scale="noscale"></embed></object><br />
Ingin Kumengerti <a rel="nofollow" href="http://boo.fm/b95283">http://boo.fm/b95283</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/audioboo-ingin-kumengerti/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Girls Day Out</title>
		<link>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/girls-day-out</link>
		<comments>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/girls-day-out#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 01:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tata]]></category>
		<category><![CDATA[princess]]></category>
		<category><![CDATA[spesial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahinspirasi.com/homeschooling/girls-day-out</guid>
		<description><![CDATA[Aku sudah lama ingin jalan-jalan hanya berdua dengan Tata. Waktu itu sempat merencanakan mau mengajaknya nonton Princess Tiara, tapi karena kendala satu dan lain hal rencana ini ketunda2 terus dan filmnya keburu turun dari bioskop.
Aku itu ingin membuat ketiga anakku merasa spesial. Yudhis spesial karena dia anak pertama, Duta spesial sebagai si bungsu. Dan Tata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku sudah lama ingin jalan-jalan hanya berdua dengan Tata. Waktu itu sempat merencanakan mau mengajaknya nonton Princess Tiara, tapi karena kendala satu dan lain hal rencana ini ketunda2 terus dan filmnya keburu turun dari bioskop.</p>
<p>Aku itu ingin membuat ketiga anakku merasa spesial. Yudhis spesial karena dia anak pertama, Duta spesial sebagai si bungsu. Dan Tata itu spesial karena my only princess..</p>
<p>Sejak kecil aku sering mengajak Yudhis jalan-jalan berdua saja. Awalnya karena mas Aar ngantor, tapi lama-lama jadi suatu hal yang menyenangkan untuk jalan hanya berduaan dengan Yudhis untuk sekedar nonton bioskop atau makan di luar.</p>
<p>Kesempatan jalan hanya berdua Tata menjadi lebih &#8220;mahal&#8221; (baca: susah) karena ada faktor Duta. Jadi kemarin itu sangat menyenangkan. Setelah sekian hari aku konsentrasi pada Duta yang sakit, kemarin aku meluangkan waktuku hampir seharian untuk menemani Tata jalan-jalan. Aku ikuti saja apa maunya, mau makan apa, mau main apa, mau beli apa, mau ke mana lagi&#8230; Terserah Tata. Sepanjang jalan Tata ngoceeeeeeh terus dan ceritaaaa terus. Suatu hal yang cukup mahal juga karena biasanya kupingku ini terbagi untuk banyak urusan&#8230;..</p>
<p>Rasanya ingin sering-sering seperti ini lagi. Mungkin harus rearrange jadwal, supaya tiap anak punya waktu khusus seperti ini&#8230; ^_^</p>
<p><a href="http://rumahinspirasi.com/wp-content/uploads/2010/02/p_720_480_B4A70D41-03B0-42BD-8727-FD549B3F9497.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-364" src="http://rumahinspirasi.com/wp-content/uploads/2010/02/p_720_480_B4A70D41-03B0-42BD-8727-FD549B3F9497.jpeg" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/girls-day-out/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidurlah Cintaku (audioboo)</title>
		<link>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/tidurlah-cintaku</link>
		<comments>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/tidurlah-cintaku#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 00:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aar & Lala]]></category>
		<category><![CDATA[song]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahinspirasi.com/homeschooling/audioboo-tidurlah-cintaku-htt</guid>
		<description><![CDATA[Tidurlah cintaku
Pejamkan kedua matamu
Ku kan menjaga tidurmu
Tidurlah cintaku
Tenanglah buah hatiku
Ku kan selalu di sampingmu

Tidurlah Cintaku http://boo.fm/b94560

Untuk cintaku Duta yang sedang sakit. Cepet sembuh ya sayang&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidurlah cintaku<br />
Pejamkan kedua matamu<br />
Ku kan menjaga tidurmu</p>
<p>Tidurlah cintaku<br />
Tenanglah buah hatiku<br />
Ku kan selalu di sampingmu</p>
<p><object id="iefix1" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="400" height="129" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="scale" value="noscale" /><param name="salign" value="lt" /><param name="bgColor" value="#FFFFFF" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="wmode" value="window" /><param name="FlashVars" value="mp3Author=lala_ina&amp;mp3LinkURL=http%3A%2F%2Faudioboo.fm%2Fboos%2F94560-tidurlah-cintaku&amp;mp3Title=Tidurlah+Cintaku&amp;mp3Time=07.48am+31+Jan+2010&amp;mp3=http%3A%2F%2Faudioboo.fm%2Fboos%2F94560-tidurlah-cintaku.mp3" /><param name="src" value="http://boos.audioboo.fm/swf/fullsize_player.swf" /><param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /><param name="flashvars" value="mp3Author=lala_ina&amp;mp3LinkURL=http%3A%2F%2Faudioboo.fm%2Fboos%2F94560-tidurlah-cintaku&amp;mp3Title=Tidurlah+Cintaku&amp;mp3Time=07.48am+31+Jan+2010&amp;mp3=http%3A%2F%2Faudioboo.fm%2Fboos%2F94560-tidurlah-cintaku.mp3" /><embed id="iefix1" type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="129" src="http://boos.audioboo.fm/swf/fullsize_player.swf" flashvars="mp3Author=lala_ina&amp;mp3LinkURL=http%3A%2F%2Faudioboo.fm%2Fboos%2F94560-tidurlah-cintaku&amp;mp3Title=Tidurlah+Cintaku&amp;mp3Time=07.48am+31+Jan+2010&amp;mp3=http%3A%2F%2Faudioboo.fm%2Fboos%2F94560-tidurlah-cintaku.mp3" wmode="window" allowscriptaccess="always" bgcolor="#FFFFFF" salign="lt" scale="noscale"></embed></object><br />
Tidurlah Cintaku <a rel="nofollow" href="http://boo.fm/b94560">http://boo.fm/b94560</a></p>
<p><a href="http://rumahinspirasi.com/wp-content/uploads/2010/01/l_2048_1536_4DCB6A34-D779-46EF-87FB-E0B2845B81AA.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-364" src="http://rumahinspirasi.com/wp-content/uploads/2010/01/l_2048_1536_4DCB6A34-D779-46EF-87FB-E0B2845B81AA.jpeg" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
<em><span style="color: #993366;">Untuk cintaku Duta yang sedang sakit. Cepet sembuh ya sayang&#8230;</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/tidurlah-cintaku/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sakit</title>
		<link>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/sakit</link>
		<comments>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/sakit#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 09:04:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Duta]]></category>
		<category><![CDATA[Tata]]></category>
		<category><![CDATA[Yudhis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahinspirasi.com/homeschooling/sakit</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini Duta yang sakit. Badannya panas dan muntah beberapa kali. Seharian aku ngelonin, paling break sebentar untuk masukin baju ke mesin dan jemur. 
Kemarin, aku dan Yudhis yang sakit. Yudhis panas tinggi sedangkan aku flu yang disertai pusing. Memang sedang musim sakit. Untung Tata dan mas Aar sehat. Jadilah mereka yang sibuk bantu-bantu.
Kalau sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini Duta yang sakit. Badannya panas dan muntah beberapa kali. Seharian aku ngelonin, paling break sebentar untuk masukin baju ke mesin dan jemur. </p>
<p>Kemarin, aku dan Yudhis yang sakit. Yudhis panas tinggi sedangkan aku flu yang disertai pusing. Memang sedang musim sakit. Untung Tata dan mas Aar sehat. Jadilah mereka yang sibuk bantu-bantu.</p>
<p>Kalau sedang ada yang sakit begini serumah harus tambah kompak. Supaya yang sakit cepet sembuh. All schedule dipending sampai sehat. Dan kalau sudah begini kami sekeluarga milih tiduuuuur aja seharian, hehehe&#8230; Untung masih ada hp, jadi masih bisa posting2 dan main game biar gak bete tiduran melulu ^_^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahinspirasi.com/homeschooling/sakit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
