Siaran “Embrace Your Childhood Dream” di UFM 94.7FM

Seminggu yang lalu aku dikontak oleh Indari Mastuti dari Ibu-ibu Doyan Nulis mengajak siaran bareng di radio UFM 94.7FM. Radio UFM merupakan bagian dari Femina Group. Pada saat ini, mereka sedang mengadakan kerja sama dengan Ibu-ibu Doyan Bisnis, yang dipimpin oleh Indari Mastuti, untuk siaran rutin setiap selasa jam 4 sore.

Kebetulan waktunya cocok, jadilah kami janjian ketemu di menara Imperium Kuningan sekitar jam 3. Tema perbincangan sore ini adalah tentang mimpi masa kecil, selaras dengan tema yang sedang diusung oleh UFM “Embrace your Childhood Dream”. Bersamaku, ada Wuri dari Green Kids & Sierra dari sanggar tari Stevis yang juga berbagi cerita tentang mimpi masa kecil kami.

Seru juga siaran rame-rame. Kami berempat bergiliran ngobrol dengan Tony Thamrin & Vico Victoria, penyiar UFM yang berusaha mengulik apa sih yang menjadi mimpi masa kecil kami, bagaimana kami menjalaninya dan kenyataan apa yang terjadi saat ini apakah sesuai atau tidak sesuai sama sekali.

Menarik menyimak bagaimana seorang Indari Mastuti menyatukan puzzle mimpinya menjadi seorang penulis terkenal. Sejak kecil, Indari yang suka menulis sudah rajin mengirimkan naskah ke berbagai media massa. Kebahagiaan pertama ketika tulisannya dimuat di majalah GADIS saat SMA. Hal itu benar-benar menjadi pemicu semangat yang luar biasa baginya untuk menelurkan karya-karya berikutnya. Kecintaan Indari pada dunia menulis tak hanya membawanya menjadi seorang penulis, tapi bahkan menjadi mentor bagi para penulis-penulis muda yang ingin masuk ke dunia menulis.

ufm2

(c) Indari Mastuti

Cerita lain adalah tentang Wuri yang bercita-cita ingin menjadi ibu yang punya anak banyak karena melihat ibunda yang tidak pernah susah walau punya anak 10. Walau Tuhan punya kehendak lain dengan menganugerahi Wuri hanya satu anak, tapi dengan membuka tempat penitipan anak hampir setiap hari Wuri kini bermain dengan banyak anak kecil dari pagi sampai sore.

Berawal dari pengalaman pribadinya ketika kesulitan mencari tempat penitipan anak waktu masih bekerja di kantor, Wuri akhirnya memutuskan untuk berhenti ngantor dan membantu para ibu lain yang membutuhkan tempat nyaman untuk menitipkan buah hatinya saat mereka pergi ke kantor.

Ada juga Sierra yang punya cita-cita menjadi penari balet. Orangtuanya tak menyetujui dia untuk meneruskan sekolah balet di luar negeri. Akhirnya Siera mencoba untuk mengumpulkan uang dengan membuka sanggar tari Stevis.

Niat awalnya adalah mengumpulkan dana untuk sekolah balet di luar negeri, tapi kemudian usahanya ini berkembang bahkan kemudian membuka Kiwi Kids yang membutuhkan tanggung jawab lebih besar darinya. Jadilah sementara ini Siera masih menyimpan mimpinya untuk menjadi penari balet & menjalani dunia tari dari balik layar.

***

Hidup memang misteri, dan apa yang menjadi impian masa kecil belum tentu terjadi, atau malah mungkin terjadi setelah melewati jalan yang berliku.

Sebagaimana yang terjadi padaku sendiri, sejak kecil aku selalu membayangkan diriku adalah seorang wanita karir. Lahir dan dibesarkan oleh seorang ibu bekerja memberiku sebuah pandangan bahwa menjadi wanita itu harus mandiri, harus bisa berkarya dan bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Aku bahkan sempat punya target pribadi untuk menikah paling cepat di usia 35. Bayanganku dulu, aku ingin bisa puas mengekspresikan diri dulu, puas berkarya, puas melihat dunia baru nanti menikah.

Ternyata jalan hidup berkata lain. Ternyata aku menikah di usia 21 (sempat diprotes mas Aar setelah acara karena aku menyatakan menikah di usia 20, takut disangka menikahi anak di bawah umur… hehehe).

Tentu saja menikah di usia dini itu mengubah sebagian besar mimpi masa kecilku. Ternyata “karir”-ku justru baru dimulai pada usia 35 tahun, saat anak-anak sudah semakin besar dan mandiri.

Jadi, angka 35 tahunnya tetap. Cuma 35 tahun itu bukan saatnya berhenti karir untuk mengurusi keluarga, tapi justru saatnya memulai. Kelihatannya aku yang salah membaca sinyal dari langit (wuoooo apa coba?)

Kalau mencoba merefleksikan perjalanan hidupku, ternyata mimpi masa kecilku bukan tidak tercapai, tapi dia tercapai dengan cara yang lebih indah daripada yang pernah aku impikan.

Lengkapnya bisa disimak di video rekaman berikut yaaaa…

Tulisan menarik lainnya

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Komentar

  1. Salut buat Lala dan teman2 (Mba Indari, Mba Wuri, Mba Sierra) yang sharing ttg mimpi…
    Semoga aku bisa mengikuti jejak kalian yaaa…
    Btw, nikahnya muda banget ya La? xixixi *salah fokus*
    mantab! 😀

  2. Waah masih muda banget menikahnya ya mak, aku usia segitu masih anu .. nonton spongebob sambil sarapan hahaahah

  3. Zelmarhea says:

    Hihihi salah membaca sinyal dari langit. Point penting itu mbak. Hidup kita ini sdh ada lifesign ya. Begitu juga mimpi masa kecil, sdh tertanam di otak bawah sadar. Sedikit banyak pasti nyantol sm kita sekarang ini.

Trackbacks

  1. […] diambil dari postingan mbak lala di rumah inspirasi […]

Tinggalkan komentar Anda

*