Duta Mendadak Sunat di Rumah Sunatan

Semua serba mendadak.

Diawali keluhan Duta pagi ini yang merasa kesakitan saat buang air kecil, pukul 10.00 kami pergi ke klinik dokter 24 jam di dekat rumah. Klinik ternyata tutup, mungkin karena masih libur tahun baru. Setelah berputar-putar mencari dokter tidak ketemu, akhirnya kami memutuskan untuk konsultasi di Rumah Sunatan di dekat rumah.

Sunat di Rumah Sunatan

duta-sunat2

Rumah Sunatan terletak di Jl. Jendral Basuki Rachmat No. 1 Jakarta Timur, tepatnya di deretan Pasar Gembrong & Bassura City.

Suasana Rumah Sunatan sangat penuh, banyak anak yang antri sunat diantar oleh keluarganya. Ruang pendaftaran ada di lantai 1, sementara kamar sunat ada di lantai 2.

“Masih ada antrian 23 lagi ya… Nanti malam datang lagi ke sini jam 8,” aku mendengar bagian administrasi berkata pada seorang calon pasien sunat. Rupanya pasien banyak sekali karena anak-anak dan orangtua sedang liburan tahun baru. Jadi memang sedang “musim sunat”, hehehe

Ketika aku mendaftar untuk konsultasi, langsung dicatat dan diarahkan untuk datang lagi pukul 12. Karena waktu masih lama dan suasana di Rumah Sunatan “crowded”, kami memilih pulang. Usai makan siang, kami kembali ke Rumah Sunat dan langsung masuk ruang periksa.

“Oo ini infeksi, biasanya karena waktu pipis menggelembung,” kata dokter sambil mengukur panjang penis Duta. “Ini bisa kalau mau disunat. Siapnya kapan?”

Agak sedikit terkejut, aku menjawab,”Siap sih kapan saja, dok. Memang bisa langsung disunat sekarang?”

“Oo bisa. Langsung saja sekarang,” kata dokter. “Nanti tinggal ngurus administrasinya saja.”

Lalu, jadilah akhirnya Duta disunat. Tak ada antrian yang harus ditunggu, Duta seketika dibius lokal dan disunat. Sekitar 15 menit proses sunat selesai.

Sementara itu, Lala yang masih di rumah terkaget-kaget dengan perkembangan yang mendadak ini. Dia langsung menyusul ke Rumah Sunat karena memang tak memperkirakan kalau Duta langsung disunat, hehehe…

Alhamdulillah proses sunat berjalan lancar. Setelah membayar biaya administrasi, kami langsung pulang.

Proses Sunat Metode Klamp

sunat-klamp

Karena tak ada rencana sunat, kami sebenarnya belum melakukan riset tentang sunat. Kami hanya mengandalkan pengalaman Yudhis yang dulu juga sunat di Rumah Sunatan dan berjalan lancar. Kami juga tidak bertanya metodenya apa dan biayanya berapa. Pokoknya yang penting Duta sembuh, hehehe…

Ada beberapa metode sunat yang umum, yaitu sunat konvensional menggunakan gunting, sunat laser menggunakan elemen besi yang diberi listrik sehingga menghasilkan panas. Kedua metode itu tetap dijahit & diperban. Metode sunat yang lain adalah klamp (klem).

Metode sunat yang dipakai di Rumah Sunatan adalah Klamp (klem). Cara kerjan sunat klamp: kepala penis di dalam tabung, kulupnya dijepit, lalu baru dibuang. Proses sunat metode klamp lebih singkat, sekitar 7-15 menit. Dengan metode klamp, tidak ada jahitan dan perban yang sering menjadi sumber rasa sakit dalam proses penyembuhan.

Di ruang sunat Rumah Sunatan disediakan iPad sehingga anak-anak lebih tenang karena sambil bermain game. Duta cukup tenang sambil menonton video pertandingan basket NBA. Dia sempat menangis sebentar saat disuntik bius lokal di penisnya. Setelah itu relatif aman.

Obat bius untuk sunat ini biasanya bertahan 1 jam. Untuk mengurangi rasa sakit, dimasukkan obat melalui dubur yang menurut suster akan mengurangi rasa nyeri/sakit selama 6 jam.

O iya, biaya sunat di Rumah Sunatan ini: Rp 1.400.000 (untuk sunat metode Klamp + obat)+ Rp 30.000 (obat analgesik via dubur) + Rp 150.000 (kit perawatan pasca khitan: ada NaCl, obat antibiotik tetes luar, cotton bud, kasa, dll) = Rp 1.580.000. Biasanya paketnya ada celana sunat. Tapi kami tidak membeli celana sunat karena sudah membawa celana sunat lungsuran Izzan setelah sunat.

Hadiah Sunat

Tak ada acara atau upacara apapun untuk sunat Duta ini. Duta pergi sunat memakai baju main dan pulang dengan baju yang sama. Sampai di rumah kami juga tak ada acara apapun. Hadiah untuk Duta, hari ini dia boleh main iPad sepuasnya, hehehe

Satu tahapan sunat dadakan sudah dilewati. Sekarang masuk masa pemulihan. Menurut rencana, 6 hari lagi Duta diminta untuk kontrol dan melepas klamp-nya. Semoga semuanya berjalan lancar. Amin.

#mendadaksunat #Duta #HS8yo #dokumentasikeseharian

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Gatot Sudibyo says:

    Saya sebenarnya juga kepingin myunatin anak saya yang sekarang berumur 5,5 tahun, saya masih bingung dengan metode apa. Kata teman pakai klamp pada saat melepasnya terasa sakit. Apa benar seperti itu ya pak terimakasih

    • Kalau dari pengalaman 2 anak kami aman pak. Pasti ada sakit sedikit karena ada luka yg lengket, tapi sakitnya relatif sedikit dibandingkan perban yg lengket.

Tinggalkan komentar Anda

*

Close