Duta Membantu Bekerja

Setiap keluarga memiliki gaya parenting yang berbeda-beda. Itu semua sah-sah saja, sepanjang orangtua dan anak-anak sama-sama menikmati prosesnya.

Dalam hal parenting, kami termasuk keluarga bertipe relax. Kami hampir tak menerapkan target-target tertentu kepada anak. Yang kami lakukan hanya memberikan lingkungan yang kondusif dan stimulus. Sisanya dijalani secara alami saja.

Aku merasa bersyukur mendapat karunia dari-Nya anak-anak yang baik. Tata, di dalam usianya yang baru 7 tahun, sangat ngemong terhadap adiknya. Dia senang bermain bersama Duta dan mengajari Duta macam-macam.

Beberapa hari yang lalu, aku melihat Tata mengajari Duta mengatur pakaian hasil setrikaan. Tata memang memiliki tugas mengelompokkan pakaian bersih dan memasukkannya ke lemari pakaian masing-masing.

Dalam proses ini, terkadang ada Duta (3 tahun) yang suka ikut merecoki. Ternyata Tata memanfaatkan Duta untuk membantunya. Dia ajari Duta mengatur pakaian di setiap kelompok, kemudian dia minta Duta untuk membantunya memasukkan ke lemari.

Kegiatan ini menyenangkan buat Duta. Dia bersemangat membantu kakaknya mengatur pakaian dan membawanya ke lemari. Diselingi teriakan Tata memberi komando, Duta dengan gembira ikut bekerja.

Lucu juga melihat mereka berdua bekerja. Lucu melihat Tata mengajari Duta. Lucu melihat Duta bersemangat bekerja. Apalagi saat kami memuji dan mengapresiasi keduanya.

Tentu saja ada “cost” dari proses belajar ini. Baju di lemari menjadi lebih berantakan daripada biasanya. Tak apalah. Sedikit demi sedikit makin ditingkatkan kualitasnya. Yang penting proses belajarnya sudah dimulai dengan cara yang menyenangkan mereka.

 

 

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. HS memang butuh kesabaran tinggi ya pak. gak bisa ujug2 jadi. untuk orng tua HS harus belajar suabar dengan proses yang demikian.. pe er bg saya. makasi pak share nya, bikin tambah semangat…

Tinggalkan komentar Anda

*

Close