Duta, Lego Angka dan Huruf

Beberapa hari terakhir ini, Duta sangat rajin bermain balok-balok Lego untuk membuat angka. Awalnya Duta melihat diari Lala yang ada foto Duta sedang bersama balok angka. Setelah itu, Duta langsung “terpanggil” lagi menyusun Lego angka.

Berawal dari angka satu sampai sepuluh. Duta tak mau berhenti membuat angka hingga dua puluh. Ketika aku puji dan berikan ide untuk membuat huruf, Duta bergeming dengan angka. Duta sempat membuat balok huruf untuk menyusun namanya D.U.T.A, tapi kemudian melanjutkan eksplorasi angka hingga dua puluh lima.

Lego-Duta

***

Kami perhatikan, Duta termasuk anak yang fokus dan perfeksionis. Sejak kecil, dia memiliki kesukaan tertentu (Thomas, kereta, building), beda dengan kakak-kakaknya yang menyukai apa saja. Kalau sudah berkonsentrasi membuat sesuatu, seperti balok angka ini, Duta akan tekun sekali melakukannya.

Dengan keseriusannya, Duta berusaha mencari keping Lego yang diinginkannya untuk membuat bentuk tertentu yang diinginkannya. Kalau keping itu sedang dimainkan Tata, maka dengan paksa Duta akan memintanya agar bentuk yang sedang dibuatnya tersusun seperti dalam bayangannya. Proses bertekun ini bisa berlangsung berhari-hari dan selama proses itu terjadi, Duta tak mau bangunannya dibongkar.

Sebelum masa membuat angka, kegemaran Duta adalah menyusun balok menjadi tangga. “My beautiful stairs,” begitulah sebutan Duta untuk tangga yang dibuatnya.

Untuk proses berkegiatan ini, kami hampir tak melakukan apa-apa. Duta melakukannya sendirian, terkadang ditemani Tata yang membuat balok bentuk lain. Yang dibutuhkan Duta hanya kehadiran pada saat dia selesai membuat sesuatu dan kemudian mendatangi kami.

“Sini deh, pak. Sini deh…,” undang Duta kepada kami. Kalau sudah begitu, kami akan menghentikan sejenak apapun yang sedang kami lakukan dan datang ke tempat Duta untuk melihat hasil pekerjaannya. Pujian, apresiasi, ciuman atau elusan di kepala Duta sudah cukup untuk membuat Duta puas.

Prinsip respon itu adalah tepat waktu dan sesuai kebutuhan. Bentuknya sederhana, tapi secara psikologis ternyata membuatnya merasa puas dan merasa mendapat perhatian penuh dari orangtuanya.

Tak sampai lima menit, Duta akan kembali main sendiri dan kami kembali ke pekerjaan semula.
Duta-Lego-Angka2

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Memberikan kesempatan dan kepercayaan pada anak akan membuat mereka merasa di hargai sehingga potensi potensi mereka bisa keluar. Disitu sifat kreatifx akan muncul dan bisa menjadi hal yg luar biasa nantix

Tinggalkan komentar Anda

*