Duta Belajar di Reading Eggs

Duta (4 tahun) tak mempunyai jadwal khusus kegiatan homeschoolingnya. Sejak bangun tidur, dia melakukan kegiatan apa saja yang disukainya. Bermain iPad, bermain kereta, kejar-kejaran dan bercanda bersama Tata, dan sebagainya.

Waktu berinteraksi kami bersama Duta tidak terjadwal tetap. Beberapa kegiatan yang pasti kami lakukan bersamanya antara lain: mandi, makan, menjelang tidur.  Saat-saat seperti itu kami manfaatkan untuk mengobrol dan berkegiatan bersama. Di luar waktu itu, kami melakukan kegiatan insidentil bersama Duta seperti memasak, jalan sore, craft, dan bermain apapun.

O iya, Duta punya satu jadwal rutin, yaitu berenang 3 kali seminggu bersama kakak-kakaknya. Berenang bukan hanya menjadi kegiatan stimulus fisik, tetapi juga menjadi momen sosialisasi dan sekaligus kebersamaan.

Nah, saat yang sering “membingungkan” buat Duta adalah di pagi hari, ketika Yudhis dan Tata mulai belajar di depan komputer dan tidak mau diganggu. Biasanya Duta kemudian mengambil iPad dan mulai berkegiatan sendiri, baik menonton video ataupun bermain game yang ada di iPad.

***

ReadingEggs

Beberapa bulan terakhir, Duta juga ingin belajar seperti kakaknya. Akhirnya kami menjadwalkan Duta belajar membaca di Reading Eggs. Setelah mendaftar trial dan beberapa kali perpanjangan, ternyata Duta sangat menikmati proses belajar ini. Akhirnya kami menggunakan Reading Eggs menjadi kegiatan di pagi hari Duta, usai mandi dan sebelum bermain iPad.

“Bapak temeni Duta Reading Eggs,” begitu Duta biasanya mengajakku untuk menemaninya.

Atau sebaliknya, ketika di pagi hari Duta mau bermain iPad, aku menawarnya,” Reading Eggs dulu, ya?”
“Oke,” kata Duta.

Dari interaksi semacam ini, pola belajar Duta mulai terbentuk. Dia mulai tahu bahwa di pagi hari dia harus belajar Reading Eggs sebelum bermain iPad dan melakukan kegiatan lain. Kami berusaha menjaga konsistensi kegiatan ini untuk membantu Duta mengenali pola.

Pola kegiatan sederhana ini adalah bagian dari proses kegiatan berjadwal yang dilakukan Duta. Duta belajar tentang pola kegiatan. Dia mulai memahami bahwa di luar berbagai kegiatan yang dilakukannya dengan “sesuka hati”, ada kegiatan tertentu yang harus dilakukannya, seperti makan, mandi, dan tambahan lagi Reading Eggs.

 

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. nur komala sari says:

    pak aar, apakah tidak membingungkan bagi anak belajar membaca dengan materi yg berbahasa selain bahasa ibunya?

    sy mbayangkan anak akan bingung mengeja dengan ejaan inggris sementara sehari-hari berbahasa indonesia..

    • Tergantung kebiasaan keluarga mbak Nur. Di rumah kami berbicara bahasa Indonesia tetapi anak-anak sangat terekspos bahasa Inggris dari TV kabel, game, video, buku cerita, dan sesekali dari ibunya. Jadi anak2 terbiasa mendengar dua bahasa (bilingual).
      Utk proses belajar, biasanya kami mulai dari bahasa Indonesia. Entah mengapa, Duta ini “sangat bule” dan dia lebih suka memilih materi2 berbahasa Inggris daripada berbahasa Indonesia. Ya sudah, kami ikuti saja kecenderungan anaknya.

Tinggalkan komentar Anda

*