Duta Belajar Berkebun

Duta Berkebun

Salah satu kegiatan yang saat ini sedang disenangi Duta adalah berkebun. Tepatnya: bermain tanah. πŸ™‚ Dia menggunakan sekop kecil untuk menggali tanah dan kalau sudah bosan kemudian menggunakan tangannya sebagai sekop.

Walaupun heboh karena semua tanah berceceran dan bajunya kotor semua, Duta melakukannya dengan tenang dan tanpa suara. Dia bisa tahan bermain tanah sendirian dengan tekun sampai lama, mungkin hampir 1 jam.

Ketika Duta sedang berkegiatan, kami juga tak ikutan. Kalau kebetulan lewat, kami hanya say hi dan meneruskan kegiatan kami sendiri sementara Duta juga meneruskan kegiatannya. Baru kalau sudah bosan, kami membawanya ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan mengganti pakaiannya yang kotor dan penuh tanah.

***

Inilah diantara kegiatan Duta, anak usia 3 tahun, yang kami jalani di rumah. Kami tak membuat perencanaan kegiatan itu, tapi Duta berinisiatif melakukannya sendiri. Proses belajarnya sebagian besar mengikuti prinsip children-led learning, proses belajar yang dipicu oleh anak.

Dalam konteks belajar Duta, yang kami lakukan adalah memastikan bahwa dia berada di lingkungan yang aman dan melakukan kegiatan dengan cara yang aman pula.

Yang kami sediakan adalah lingkungan dan sarana berkegiatan. Beraneka mainan bekas di dalam kotak, balok, crayon dan kertas, dan sebagainya. Juga, Duta beruntung karena dia bisa main bermacam permainan melalui iPad.

Kami tak pernah “mengajar” Duta secara khusus. Sebagian besar kegiatan Duta dilakukannya sendirian atau bermain bersama kakak-kakaknya. Yang paling sering kami lakukan adalah merespon percakapan dengannya, misalnya dia mengajak menonton sebuah acara TV tertentu atau minta minum/makan. Di luar itu, kegiatan kami adalah mengobrol, bermain, dan bercanda tentang apa saja.

Kami tak mengajari Duta membaca, tapi dia sudah hafal huruf dan bisa mengeja sebagai akibat menonton film “Word World” di Disney Junior. Berdasarkan perkembangan yang ditunjukkannya itu, kami tinggal menstimulus dan “memancingnya”. Demikian pula, gara-gara nonton TV, Duta lumayan lancar berhitung (counting), yang kemudian kami berikan stimulus dengan menghitung apa saja saat berkegiatan bersama, misalnya: menghitung langkah saat berjalan.

Program yang secara khusus kami lakukan bersamanya adalah berjalan dan berolahraga bersama keluar beberapa kali dalam satu minggu serta membaca cerita. Semua itu adalah kegiatan bersama kakak-kakaknya. Saat berolahraga, biasanya kami berkejar-kejaran berkeliling jogging track. Saat membaca cerita, biasanya Duta mendengarkannya sambil main-main menjelang tidur malam.

***

Jadi, yang kami pentingkan dalam proses yang dijalani Duta adalah membangun kebiasaan baik dan sekaligus kebahagiaannya menjalani kesehariannya. Juga, ikatan yang kuat antara kami dengan dia dan antara dia dengan kakak-kakaknya.

Untuk hal-hal yang sifatnya akademis, prestasi, dan kompetisi; kami memilih untuk menundanya. Kami percaya, kalau karakter anak kuat dan dia terbiasa memiliki kebiasaan baik, hal-hal lain bisa dipelajari dengan cepat pada waktunya.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Mba Lala…aku ga sesabar itu liat anak2 kotor huhuhuhu πŸ˜›

Tinggalkan komentar Anda

*

Close