Dua tahun Duta

Hari-hari cepat bergerak. Tanpa terasa, umur Duta sudah dua tahun, tanggal 17 Juli kemarin. Apa proses yang sudah kami jalani bersama Duta? Apa perkembangan Duta hingga saat ini? Kami membuat catatan ini untuk keperluan dokumentasi.

Secara program, kami tak memiliki rencana apapun untuk kegiatan Duta. Kegiatan Duta adalah keseharian yang berusaha kami nikmati bersama sekaligus kami manfaatkan. Jadwal keseharian Duta adalah bangun tidur, mandi, makan, nonton TV, main, dan melakukan apapun sesuai keinginannya saat itu. Paling sering main mobil-mobilan atau bercanda dan kejar-kejaran bersama kakak-kakaknya.

Dalam proses Duta, prinsip yang kami gunakan adalah mencari dan memanfaatkan “teachable moment”. Ketika ada waktu untuk menemani Duta, kami mencurahkan perhatian penuh kepadanya. Ikut bermain bersama, bertanya, mencoba memancing pendapatnya, mendengarkan pendapatnya, ngobrol dan bercerita tentang segala sesuatu yang sedang menarik hatinya.

Kegiatan lain Duta adalah meniru kegiatan-kegiatn yang dilakukan kakaknya. Kakaknya pegang buku, dia ikut pegang buku dan pura-pura membaca. Walaupun kami berusaha menjaga, tak urung beberapa buku menjadi korban Duta karena dibaca plus ditarik-tarik hingga sobek. But it’s okay, bagian dari resiko belajar.

Kalau kakaknya menggambar atau menulis, Duta suka minta pensil dan kertas juga; ikut serta melakukan kegiatan bersama kakaknya. Kakaknya terkadang merasa terganggu, tetapi kami berusaha meminta mereka untuk lebih toleran. Kami ajari mereka untuk tidak rebutan dengan Duta, tetapi “mendistract” Duta dengan cara memberi Duta pensil dan kertas sendiri. Biasanya, ketika sudah memegang kertas dan pensil sendiri, Duta langsung sibuk mencoret-coret kertasnya dan tak lagi mengganggu kakaknya.

Di luar kegiatan harian yang tak terencana, kegiatan yang lumayan sering dilakukan Duta beberapa bulan terakhir ini adalah menonton TV. Sejak kami berlangganan TV kabel sekitar 3 bulan yang lalu, Duta sangat menikmati kegiatan menonton Playhouse Disney (satu-satunya channel bersama yang kami putar di rumah untuk anak-anak). Tanpa target apapun, kami percaya kegiatan ini akan memberikan dasar listening yang bagus untuk Duta (juga Yudhis dan Tata); di luar pengetahuan yang mereka serap dari film yang mereka tonton.

Aku lihat, film-film yang mereka tonton sangat bagus untuk proses pendidikan, seperti Winnie the Pooh (theme song “Think think think”), Special Agent Oso (Three Special Steps), Animal Mechanical (Animal mechanical can!), Handy Manny (“anak muda yang ramah dan suka menolong”), dan lain-lain.

**

Kalau menggunakan checklist dari buku “Slow and Steady Get Me Ready”, hampir semua parameter perkembangan anak usia 2 tahun dipenuhi Duta. Satu-satunya yang belum terpenuhi adalah kemampuan bicara. Dia sudah mengerti dan mulai berkata, tetapi kosa katanya masih terbatas: mamam, mimi, susu, bing (mobil), ibu, bapak, dhis (Yudhis), tata, ndi (mandi), amo (mau), bajus (bagus), suka, dadah, ika mouse (Mickey Mouse), dll.

Ini berbeda dengan kakak-kakaknya (Yudhis dan Tata) yang sudah lancar berbicara saat usia 2 tahun. Bahkan, Tata berbicara tanpa melewati fase “cadel”.

Pada Duta, yang lebih berkembang pada awal adalah sisi motorik. Dia bisa berjalan lancar pada usia 9 bulan. Hobinya naik-naik dan lompat-lompat (dari kursi, kasur, dll) dan dia selalu mengambil sisi yang “menantang”, misalnya pinggir tempat tidur atau bagian tangan pada kursi.

Duta suka dan menikmati tantangan fisik. Naik-turun tangga sudah lancar tanpa bantuan, walaupun kami tetap minta kakak-kakaknya untuk selalu berada di posisi di bawahnya (untuk berjaga).

Walaupun kemampuan komunikasi verbal Duta belum berkembang, tapi kami tak khawatir. Logikanya sudah berjalan kalau diajak berbicara dan dia mengerti perintah-perintah sederhana, misalnya: ayo pergi (dia langsung berdiri dan keluar kamar), ibu di ruang kerja (dia langsung menuju ruang komputer), pakai sepatu (dia langsung mencari sepatunya), dll.

**

Selain aspek motorik, yang menonjol dari Duta adalah strong character. Dia sudah tahu apa yang dia mau, misalnya memilih baju yang mau dipakai atau makanan yang dia sukai. Dia suka memaksa untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan, tapi tak sampai dalam taraf tantrum. Kalau soal tantrum ini, kami punya aturan yang kami terapkan dengan tegas sejak dini bahwa “anak-anak tidak boleh memaksa orangtua untuk mendapatkan keinginannya.”

Satu lagi, kelihatannya Duta adalah anak yang fokus. Pada awalnya kami sempat khawatir bahwa minatnya yang sangat besar pada mobil akan membuatnya tidak tertarik pada hal-hal lain. Tapi ternyata tidak. Duta tertarik dan tahan untuk nonton acara TV yang disukainya sejak awal hingga selesai (30 menit) tanpa terganggu oleh sekitarnya. Dia juga konsentrasi penuh kalau sedang menggambar atau melakukan aktivitas lain.

**

Memasuki tahun ketiga adalah masa perkembangan wicara dan eksplorasi tentang segala sesuatu. Dengan spirit cinta yang penuh, semoga kami dapat terus menemani dan memberikan stimulus yang tepat untuk perkembangan Duta. Amin.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*