Contoh Sosialisasi Anak Homeschooling

Bagaimana sosialisasi anak homeschooling? Itu adalah pertanyaan yang selalu disampaikan oleh pihak luar yang tidak terbayang model homeschooling.

Saya sudah beberapa kali menuliskan tentang sosialisasi dalam homeschooling di sini, sini, dan sini.

Sebagai praktisi homeschooling, saya berpandangan bahwa sosialisasi dan keterampilan sosial itu dipengaruhi banyak faktor. Ada bawaan anak, ada faktor lingkungan.

Anak homeschooling, sebagaimana anak sekolah, ada yang memiliki keterampilan sosial yang baik, tetapi ada juga yang kurang baik.

***

Lingkaran Pertemanan Yudhis

Kali ini, saya ingin memberi contoh sosialisasi yang dialami Yudhistira (16 tahun), anak pertama kami. Yudhis tidak pernah bersekolah. Sejak lahir hingga saat ini dia menjalani pendidikan mandiri & homeschooling. Dengan kata lain, Yudhis sepenuhnya merupakan produk sosialisasi ala homeschooling.

Walaupun tidak bersekolah (atau justru karena tidak bersekolah), Yudhis memiliki lingkaran pertemanan yang sangat luas dan beragam. Jaringan pertemanan ini semakin luas karena usai mengikuti sebuah kegiatan yang intensif, anak-anak biasanya masih terhubung melalui media sosial atau grup digital seperti Whatsapp.

1.  Teman sesama anak homeschooling Jakarta

Karena dia berkegiatan di Klub Oase, secara otomatis Yudhis memiliki teman-teman sesama homeschooling yang bertumbuh bersama sejak kecil. Mereka sering melakukan kegiatan bersama, bahkan dua tahun terakhir ini mereka intens melakukan kegiatan Eksplorasi 2016, OASE Festival, dan Eksplorasi 2017.

2. Anak homeschooling berbagai kota

Pertemanan ini diperoleh Yudhis karena kami cukup sering mengikuti kegiatan camping atau pertemuan lintas kota, misalnya di Yogya, Salatiga, Semarang, Cibodas, dll.

3. Konferensi Anak Merdeka

Lingkaran pertemanan Yudhis yang ketiga adalah para remaja yang menjalani pendidikan alternatif. Lingkaran ini diperoleh Yudhis saat mengikuti Konferensi Anak Merdeka di Yogyakarta. Walaupun tak homeschooling, anak-anak ini menjalani model pendidikan yang berbeda dengan mainstream sekolah formal.

4. Remaja pembuat modul belajar

Lingkaran pertemanan ini diperoleh Yudhis saat mereka berkumpul dalam kegiatan yang dirancang Kemdikbud untuk bersama-sama merancang modul pembelajaran remaja.

5. Klub basket Rockstar Gym

Lingkaran pertemanan Yudhis yang lain adalah lingkaran klub basket yang diikutinya. Lingkaran pertemanan ini diperoleh Yudhis dalam kegiatan basketnya di Rockstar Gym. Selain berinteraksi saat latihan, mereka juga intens berinteraksi saat menyiapkan kompetisi atau sedang mengikuti kompetisi bersama.

6. Komunitas Gavel

Klub Gavel adalah komunitas belajar public speaking dalam bahasa Inggris. Hingga saat ini Yudhis masih mengikuti kegiatan di Gavel yang biasanya diselenggarakan dua minggu sekali.

7. Program Magang STAR

Yudhis pernah mengikuti program magang selama 6 bulan tentang startup bersama Student Job Indonesia. Bukan hanya memperoleh jaringan pertemanan bersama para mahasiswa, tetapi dari proses ini Yudhis juga memiliki kontak personal dengan beberapa mentor yang notabene adalah founder startup.

8. Pertemanan Besut Kode Wikimedia

Lingkaran pertemanan ini adalah peserta kompetisi & mentoring Besut Kode yang diselenggarakan Wikimedia. Termasuk dalam lingkaran ini adalah mentor yang diperoleh Yudhis untuk persiapan Google Code-in.

9. Dance Recital Rockstar

Saat menginginkan pengalaman pentas dan teater, Yudhis mengikuti audisi Dance Recital yang diselenggarakan Rockstar Gym dan terpilih sebagai salah satu pemain utama pria. Proses itu membuatnya terlibat dalam latihan intensif selama 3 bulan yang membuat hubungan para pemain menjadi sangat personal, apalagi ditambah dengan kegiatan menginap bersama menjelang pementasan.

10. Industri & Komunitas Boardgame

Awalnya adalah perkenalan kami dengan mas Eko Nugroho, founder Manikmaya & Kummara. Yudhis yang suka boardgame kemudian mendirikan komunitas boardgame bersama Zaky & Kaysan bernama Paradox Boardgame Club. Dari proses ini, Yudhis kemudian berkenalan dengan para desainer boardgame Indonesia.

Di luar itu, masih banyak lingkaran-lingkaran pertemanan yang diperoleh Yudhis dari kegiatan-kegiatan yang diikutinya. Ada lingkaran pertemanan online dari berbagai negara yang diperolehnya saat bermain game Dungeon & Dragon (DnD), kelas online yang diikutinya, dan lain-lain.

***

Pertanyaannya: apakah lingkaran pertemanan yang bermacam-macam itu masih dianggap tidak punya teman? Apakah lingkaran pertemanan yang seperti itu masih dianggap lebih buruk dibandingkan pertemanan anak sekolah?

 

 

 

 

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*

Close