Blogging, passion, iPad

Walaupun Internet Sehat tak meminta apapun untuk pemilihan pemenang ISBA 2010, aku merasa punya kewajiban pribadi untuk sharing mengenai pengalaman blogging yang aku jalani selama hampir 5 tahun ini. Siapa tahu ada manfaatnya untuk teman-teman yang baru memulai blogging.

Blogging sebagai kebutuhan
Semuanya berawal dari hal sederhana. Akhir 2006, Lala belajar membuat situs dengan Joomla. Supaya proses belajarnya serius,  kami kemudian membeli domain http://sumardiono.com. Domain itulah yang kemudian menjadi blog pertama kali.

Salah satu pemicu proses belajar membuat blog ini adalah karena kami ingin mendokumentasikan proses homeschooling yang kami jalankan untuk anak-anak. Dengan mendokumentasikannya melalui blog, informasi itu akan terus ada kapan pun sehingga kami bisa menelusuri jejaknya kapan pun kami inginkan.

Belajar dan berbagi
Dari sekedar tempat menuliskan dokumentasi, kami kemudian menjadi blog sebagai tempat berbagi. Kami menambahkan posting  artikel-artikel tentang homeschooling ke dalam blog dengan harapan bisa memberikan manfaat bagi siapapun yang tertarik tentang homeschooling dan ingin belajar tentangnya.

Pada saat bersamaan, kami membuat milis sekolahrumah dan situs sekolahrumah sebagai sarana untuk sharing tentang homeschooling dan pendidikan berbasis keluarga. Proses ini menciptakan sebuah spiral positif yang luar biasa karena menciptakan teman-teman baru dari berbagai kota di Indonesia dan penjuru dunia, keluarga-keluarga Indonesia yang sangat peduli dengan pendidikan berbasis keluarga.

Menciptakan manfaat
Dari kehidupan, aku belajar bahwa kemuliaan itu tumbuh dari proses melayani & memberi manfaat kepada orang lain. Dan salah  satu pintu masuknya adalah menciptakan manfaat (utk orang lain) dan mengurangi berbicara tentang diri (narsis).

Dalam proses belajar memberikan manfaat itu, kami berusaha memperbanyak menulis posting dan artikel tentang berbagai hal di luar kami: resource internet untuk pendidikan, inspirasi parenting & pendidikan, serta membuat downloadable. Kami juga kemudian memutuskan pindah blog dari http://sumardiono.com ke http://rumahinspirasi.com seiring tekad kami untuk mengurangi kelekatan pada diri.

Mempertahankan endurance
Dalam blogging, kami berusaha agar tak hanya “memiliki blog” atau “bisa nge-blog”. Blogging adalah mengenai ketahanan jangka panjang (endurance). Blogging adalah lari maraton, bukan  sprint.

Dari spirit ini, kami berusaha mengupdate secara rutin walaupun tak mudah jika sedang di tengah kesibukan. Salah satu tips yang kami lakukan agar blog tetap terupdate adalah dengan cara membuat beberapa posting di hari Sabtu/Minggu yang dijadwalkan pemuatannya.

Peluang datang belakangan
Tak ada hasil instan. Demikian pun blogging. Pada awalnya, dengan blogging aku berharap bisa menghasilkan uang dan hidup dari  blogging. Tapi kelihatannya tak mudah (atau aku masih belum menemukan jalannya?).

Peluang pertama datang di tahun 2007 ketika Penerbit Elexmedia Komputindo menawariku untuk menulis buku tentang homeschooling yang melahirkan buku “Homeschooling Lompatan Cara Belajar“, disusul “Warna-warni Homeschooling” yang merupakan hasil kolaborasi bersama teman-teman baru praktisi/pemerhati homeschooling.

Tangible & Intangible Benefit
Di luar manfaat yang langsung terkait dengan blog, banyak manfaat yang aku rasakan dari blogging, antara lain:

  • kepuasan personal. Saat posting kita memberikan manfaat dan inspirasi kepada orang lain, ada kebahagiaan tersendiri yang kita rasakan. Mengetahui bahwa posting kita  berguna adalah “prestasi kecil” yang memberikan energi untuk terus melakukan blogging. Rasa itu membuat apa yang kita lakukan memang bermakna, bukan sia-sia.
  • membangun kompetensi. Blogging membuat kita harus menuangkan isi hati dan kepala kita menjadi sebuah tulisan yang dibaca/dipersepsi orang lain. Dan itu memaksa kita terus belajar dan membuka wawasan agar apa yang kita tuliskan berkualitas, memberikan manfaat, dan mencerminkan nilai/kompetensi kita.
  • pertemanan. Banyak teman-teman baru yang aku dapatkan dari blogging. Apalagi ketika mulai membuat komunitas virtual yang terus dipupuk agar tetap memberikan manfaat bagi banyak orang.
  • peluang lain. Kalau berbicara tentang peluang binis, dari blogging ini aku mendapatkan peluang lain: order membuat situs/blog, membuat situs berbayar, menjadi pembicara, dll. Peluangnya banyak, tergantung kesiapan kita untuk menerima dan mengubahnya menjadi sebuah hal yang nyata. Dan tentu saja, peluang memenangkan Apple iPad seperti dalam kompetisi ISBA 2010 ini.Berbicara tentang peluang bisnis, personally aku masih berharap agar Indonesia bisa memiliki model monetisasi blog yang baik (dengan pengiklan berkualitas) sehingga bisa lahir blog-blog yang bukan hanya berkualitas, tetapi juga bisa memberikan penghasilan yang layak bagi  pemiliknya.

Demikian sedikit sharing pengalaman blogging yang saya jalani selama ini. Semoga ada manfaatnya buat teman-teman yang sedang blogging.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. luar biasa mas pengalamannya… dan ini sangat menginspirasi saya sebagai blogger Pemula.. jgn lupa mas berkunjung ke blogku, mungkin bisa ngasih saran 😀

    • Terima kasih kunjungannya. Saya sudah berkunjung ke blog Anda. Terus jaga semangat menulis. Selain membuat posting yang lengkap (panjang), jangan lupa membuat posting2 kecil supaya tetap semangat ngeblog 🙂

  2. Salam kenal bung Aar, menarik sekali artikel2 Anda, terutama masalah kemandirian anak, mendidik anak untuk suka melayani. Jujur saja, anak-anak saya sulit untuk diajari agar senang melayani orang lain. Mereka langsung bersungut-sungut dan memperlihatkan sikap tidak ikhlas ketika diajak melakukan sesuatu yang berbau melayani. Padahal rasanya sejak kecil kami selalu mengajari mereka untuk melakukannya. Gimana bung, solusinya ? saat ini anak saya sudah sma kelas 1 dan sd kelas 6. mohon pencerahannya.

    • Prosesnya memang tak mudah mas. Apalagi kalau anak-anak sudah besar. Intinya sih bagaimana membuat pekerjaan rumah itu masuk akal dalam logika mereka. Kadang, kami menceritakan kepada mereka bahwa suatu hari mereka akan kuliah di luar kota/negeri yang membutuhkan kemandirian. Jadi, berlatih dari sekarang akan membuat hidup mereka nanti menjadi lebih mudah. 🙂

Tinggalkan komentar Anda

*

Close