Biaya kuliah masuk ke ITB 80 juta

Logo ITBPagi ini aku baca berita: biaya kuliah mahasiswa baru di ITB untuk tahun ajaran 2010/2011 adalah 80 juta. Biaya itu untuk Sumbangan Dana Pengembangan Akademik (SDPA) di Sekolah Bisnis Manajemen. Untuk jurusan Seni Rupa dan Desain (FSRD) dan Sains & Teknologi, biayanya 55 juta kalau melalui Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi di daerah. Kalau jalur Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi terpusat di Bandung biayanya 15 juta untuk FSRD, dan 25 juta untuk Sains dan Teknologi.

Wow…. mahal ya biaya kuliah sekarang… hiks..

Bisa nggak ya aku kuliah kalau lulus SMA pada saat ini? Ibuku cuma seorang janda yang berprofesi guru SD di kota kecil di Jawa Timur. Aku tak terlalu pintar-pintar amat. Penelusuran bakat melalui raport sudah pasti tidak akan lolos karena nilai naik turun karena aku lebih senang berkegiatan di OSIS dan Pramuka.

Untungnya aku hidup pada masa lalu. Setelah tak lolos PMDK (penelusuran bakat), akhirnya bisa masuk jurusan Teknik Informatika melalui UMPTN. Seingatku dulu tak ada biaya sumbangan pendidikan. Biaya kuliah per semester Rp. 60 ribu.

Dengan biaya yang semurah itu saja, rasanya Ibuku berat membiayai. Ada uang kontrak rumah patungan dengan teman2 Rp. 250 ribu/tahun (bukan per bulan lho, tapi per tahun!), ada uang makan Rp. 60 ribu/bulan. Tak ada beasiswa karena aku bukan siswa yang punya nilai bagus untuk mendapatkan beasiswa. Aku masih harus meluangkan waktu untuk mengajar komputer di sebuah SMA swasta untuk menambah uang saku.

But, it’s a past, 20 tahun yang lalu. Ada faktor inflasi yang harus dimasukkan sebagai perhitungan, juga faktor-faktor lain yang memengaruhi biaya pendidikan. Jadi, to some extent aku dapat memahami kenaikan-kenaikan biaya pendidikan itu. Apalagi kalau dibandingkan dengan biaya kuliah di luar negeri, seperti Australia atau Singapura (yang terdekat).

Tapi kok susah ya membuang pikiran di kepalaku untuk bertanya-tanya: bisa nggak ya anak-anak di daerah sekolah di Perguruan Tinggi yang bagus seperti ITB?

Kalau refleksi pribadiku: sanggup nggak ya aku membiayai anak-anakku untuk belajar di Perguruan Tinggi yang bagus? Atau, haruskah aku berusaha mencari jalan kreatif alternatif untuk anak-anakku sehingga mereka bisa mendapatkan keahlian dan sekaligus social acknowledgement tentang keahliannya?

Tetap homeschooling hingga seterusnya? Mencari kualitas prima dengan cara yang lebih efisien..?

Aku belum terpikir sampai sekarang. Yang penting saat ini adalah menjalani homeschooling anak-anak dengan sepenuh hati dan seasyik-asyiknya. Itu prioritas utama..

Think globally, act locally. Think big, act small….

Link terkait: Tempo Interaktif

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Astagaa,,,, Semahal itukah di ITB.,,,, Memang sudah jalanku dech masuk di STKS Bandung dengan biaya per semester hanya 600rb saja.. itupun dapat beasiswa ๐Ÿ™‚

    Salam semangat selalu

  2. Mas Ar, dengan perspektif pemikiran petinggi ITB yang seperti itu, bisa dipasatikan lembaga itu bukan lembaga pendidikan yang baik. Karena tidak dipimpin oleh orang-orang yang punya hati bagi bangsanya, bagi anak negrinya.
    Gak akan anak-anakku didaftarkan di ITB, demikian juga murid-muridku.

    Salam

  3. He..he.. saya sih nggak sampai segitunya pak Budi. Universitas mana sih yang sekarang ini biayanya murah? ITB, UI, UGM, ITS? Belum lagi yg swasta. Kalau anaknya tertarik teknologi dan berminat melanjutkan ke PT, mau diarahkan melanjutkan ke PT mana yg bagus dan murah?

    Dengan konsep PT berbiaya mandiri yg ada saat ini, sulit dihindarkan adanya biaya tinggi karena seluruh investasi (lab, kegiatan, gaji, dll) sebagian besar harus ditanggung oleh siswa. Yg ada tinggal peluang-peluang beasiswa. Atau, negara yg kembali membiayai Perguruan Tinggi ini.

    Kalau saya sih sedang menyimak terus perkembangan teknologi Internet yg membuat distance learning dan kegiatan belajar mandiri menjadi pilihan yang semakin realistis utk area-area tertentu.. ^_^

    • amanah abdulkadir says:

      Kang Aarโ€ฆ apkh ada homeschooling yg diikutkan dalam jalur minat bakat atau apakah anak yg srkolahnya di homeschooling punya kesemoatan masuk itb, khususnya fsrd?
      Terimakasih kang

      • #Amanah: syarat untuk tes masuk PTN, termasuk ITB, adalah ijazah SMA &Paket C. Kalau anak lulus SMA atau Ujian Paket C, maka dia bisa mendaftar. Apakah diterima atau tidak tergantung kualitas anaknya.

  4. memang, jaman sekarang, mana ada sekolah yang murah? tapi pertanyaan pentingnya, apa sebanding dengan ilmu yang didapat?

  5. Cahyani says:

    Mungkin masih bisa ngejar pak, kalo nabung dari sekarang. Anggap aja biaya sekolah dari SD-SMA dialihkan semua langsung buat kuliah.. ^_^

  6. as-salaamu 3alaykum,

    mas ar, informatika ITB angkatan 91? 90? jangan2 kita waktu itu pernah ketemu, waaa….
    angkatan sekitar itu kan biaya kuliahnya 60rban.. saya masih bisa menemui angkatan2 segitu waktu baru masuk kuliah..

  7. Waalaikum salam,
    Saya IF angkatan 88. Sudah tua.. ๐Ÿ˜ˆ
    Apakah kita pernah bertemu? Jangan-jangan pernah satu kuliah karena saya termasuk sering turun kelas, he,,he,,he ๐Ÿ˜‰

  8. ๐Ÿ™‚ gak mas, kejauhan, sepertinya belum pernah ketemu, angkatan atas yang pernah saya temui ya angkatan 90, itu juga karena mereka datang pas acara ospek .. salam kenal, oya terima kasih buat sharing pengalaman2nya. Saya baru nyampe artikel berjudul awalan “B” nih.. long way to go lah..

  9. Gitu saya… salam kenal Ita, nice to meet you. Selamat membaca-baca. Mudah-mudahan ada yang bermanfaat atau bisa menjadi inspirasi buat Ita.. ๐Ÿ˜ฎ

  10. beberapa waktu lalu aku ketemu teman yang jadi dosen Fakultas Mesin, katanya sih ada yang masuk ITB dengan biaya Rp 0 (jurusan tertentu saja seperti astronomi atau jurusan lain yang minim peminat).

    mas aar ternyata tetanggaan dgku ya (jurusan kita dulu depan2an), aku teknik ling 90

    • Lho.. mbak Mira TL 90 ya…? Jangan2 kita dulu pernah ketemua ya, he..he.. Wah.. aku kenal cukup banyak TL 89, seperti ketua kelasnya Tedi, Asril, Tjatur (skr anggota DPR), dll karena kebetulan ada teman sekampung yang angkatan 89 (M. Fitriawan).. ^_^

  11. yohandytha says:

    Ternyata emg bener smahal itu ya? wahh, alamat ga bisa kuliah ni kayaknya…… ๐Ÿ˜†

  12. Ratiqah Adi says:

    asw, salam kenal mas Aar..
    sy sring berkunjung k rumah inspirasi, cari2 inspirasi ttg HS.. hehehe…
    jangankan ITB mas, masuk playgroup yg konon bagus uang pangkalnya udah 25 juta…(d bandung)

    • Masuk Playgroup 25 juta? Wow.. pasti fasilitas dan tawarannya sangat luar biasa ya sehingga ada orgtua yg mau mengikutinya.. jadi pengin tahu seperti apa ya? ๐Ÿ˜‰

  13. Mau kasih info

    MULAI TAHUN INI ITB “TIDAK” ADA –> UJIAN MANDIRI LAGI!

    Semuanya SMPTN….

    untuk semua jurusan .. yang non teknik seperti sbm dan fsrd itu “out of the box” .. lain cerita… yang jelas kalau mau jurusan teknik informatika, mipa dll –> sudah “tidak” ada ujian mandiri lagi (yang ada dalam formulirnya dgn sumbangan angka sekian… –> tapi kalau yang sudah coba test mandiri–> soalnya susah buanget…)

    “jadi sekarang hanya smptn saja”

    silahkan berkompetitif se-indonesia yah adek2x ku… hanya sekali setahun ujiannya… (kecuali kalau ada perubahan lagi kedepannya)

    salam ganesha

  14. belanja buku, belanja ilmu pengetahuan,betul kan ??

  15. Saya jadi sangat penasaran dengan homeschooling yang Anda lakukan Pak. Bisa share?

Tinggalkan komentar Anda

*