Besut Kode: Portofolio Pengalaman Yudhis

Anak-anak zaman sekarang memiliki kesempatan belajar yang sangat luas. Perkembangan Internet membuka akses materi dan ruang belajar yang nyaris tak terbatas. Berkembangnya aneka komunitas berbasis minat juga menjadi ruang belajar yang luas untuk anak-anak.

Tahap Terakhir Besut Kode

yudhis-besut-code

Sabtu (15 Oktober 2016), Yudhis baru saja menyelesaikan lokakarya ke-3 dalam kegiatan Besut Kode yang diselenggarakan Wikimedia.

Besut Kode adalah kompetisi & mentoring pemrograman untuk proyek open source. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Wikimedia yang merupakan induk dari berbagai proyek open source, salah satunya adalah Wikipedia.

Dengan kesertaan Yudhis dalam lokakarya ke-3, berarti Yudhis sudah menyelesaikan semua rangkaian kompetisi dan mentoring selama 3 bulan. Peserta yang masih tersisa dalam Besut Kode 2016 ada 7 orang, termasuk Yudhis.

Usai lokakarya ke-3 yang isinya mentoring bersama Tasya Rukmana (Singapore University of Technology and Design, pemenang Google Code-in 2014) dan John Vandenberg (Queensland University of Technology, mentor Google Code-in & Google Summer of Code), Yudhis masih harus menyelesaikan tugas terakhir hingga bulan November.

Persiapan Google Code-in 2017

Setelah bulan November, Yudhis akan mengikuti proses mentoring untuk Google Code-in dengan mentor John Vandenberg. Google Code-In adalah kompetisi pemrograman untuk anak pre-university yang diselenggarakan oleh Google.

Dari awal, John sudah mengingatkan Yudhis untuk tidak terlalu berharap pada kemenangan karena dari sisi kemampuan programming dia masih harus belajar banyak. Setidaknya kesertaan pada Google Code-in akan menambah pengalaman dan jam terbang Yudhis dalam pemrograman. Karena usia Yudhis baru 15, dia masih memiliki kesempatan 3x mengikuti Google Code-in yang diselenggarakan untuk anak-anak pra-universitas.

Portofolio Pengalaman Belajar

Kesertaan dalam Besut Kode ini merupakan tambahan portofolio pengalaman belajar Yudhis. Banyak manfaat yang dirasakan Yudhis dengan mengikuti Besut Kode, diantaranya:

a. Pengalaman pemrograman nyata

Semua penugasan yang diberikan dalam Besut Kode menggunakan proyek-hidup (live project). Prosesnya nyata dan hasilnya benar-benar digunakan dalam bagian proyek open source.

b. Membangun etos belajar dan bekerja

Dengan proyek nyata, Yudhis belajar tentang etos belajar dan bekerja yang sesungguhnya. Dia harus belajar dengan cepat, beradaptasi, berdiskusi dengan teman-temannya, bertanya kepada mentor, dan mengerjakan tugas sebaik-baiknya.

c. Meningkatkan kapasitas

Besut Kode ini adalah pengalaman nyata Yudhis yang pertama dalam bidang pemrograman. Dengan aneka penugasan tentang hal-hal yang baru dikenalnya, Yudhis belajar untuk “stretch” kapasitas dan kemampuannya karena semuanya dilakukannya sendiri tanpa bantuan kami sebagai orangtuanya.

d. Berjejaring dengan teman satu minat

Dalam proses Besut Kode, banyak diskusi dan interaksi yang dilakukan bersama peserta lain melalui forum online yang disediakan. Selain itu, beberapa kali pertemuan fisik memberikan kesempatan berjejaring dengan anak-anak yang memiliki minat sama di dunia pemrograman. Di dunia profesional, jejaring berdasar kesamaan minat seringkali berperan penting dalam karir atau pengembangan bisnis.

e. Belajar melalui Mentor

Kesempatan yang sangat berharga dari proses Besut Kode ini mendapatkan mentor yang membimbing proses belajar Yudhis. Selama proses Besut Kode yang berjalan sekitar 3 bulan, John Vandenberg yang memiliki pengalaman luas dalam proyek-proyek open source aktif membimbing anak-anak ini dengan penugasan, diskusi, dan juga penilaian. Diskusi dengan Tasya Rukmana juga memperkaya perspektif Yudhis tentang dunia pemrograman.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Congrats Yudhis!

Tinggalkan komentar Anda

*