Berguru kepada mas Ilik SAs di JRU Semarang #OaseBackpackerFamily #TourDeTalent- 2

Tujuan pertama dalam #OaseBackpackerFamily dan #TourDeTalent adalah Semarang. Tempat yang dituju adalah rumah mas Ilik Sasongko alias Ilik SAs, seorang pegiat komunitas kewirausahaan yang sudah bertahun-tahun malang-melintang di dunia pemberdayaan masyarakat melalui Jaringan Rumah Usaha (JRU).

Rombongan Klub Oase yang berjumlah sekitar 40 orang berangkat dari stasiun Senen Jakarta pukul 23.00, termasuk 3 remaja yang ikut berangkat tanpa disertai orangtuanya.

Aku sendiri baru menyusul hari Jumat pagi dan langsung menyatu di kediaman mas Ilik di daerah Pondok Indraprasta, Semarang.

Berawal dari usaha suami istri, mas Ilik & mbak Ririn kemudian memiliki karyawan yang perlahan dibina untuk punya usaha sendiri hingga akhirnya berkembang sampai 12 titik rumah usaha di Semarang.

Di rumah mas Ilik saja saat ini ada beberapa usaha, antar lain:

  • Red Sugar Studio: Ilustrasi yg dijual via marketplace ke Eropa.
  • Salma Undangan: Desain undangan kustom
  • Arkan Studio: Ilustrasi Story Book dengan market luar negeri
  • Kang Bearlee: jual audio via marketplace
  • Sabina: jual undangan online
  • LumbungMedia: webmaster
  • Giga Studio: desain grafis
  • Salfi Art: Ilustrasi wajah/ Potrait Illustration
  • Nabfi Art: Potrait Illustration

Selain di Semarang, Jaringan Rumah Usaha (JRU) saat ini memiliki titik-titik di Jakarta, Bandung & Surabaya. Menarik melihat bagaimana jaringan usaha dengan pasar internasional ini awalnya bertumbuh dengan modal awal Rp 75.000,- di atas satu meja sablon kecil di sebuah rumah kontrakan sederhana di Purwosari – Semarang

Pemberdayaan melalui Internet Marketplace

Jaringan-Rumah-Usaha1

(c) Photo by Pras Sarp

Terima kasih mas Ilik yang sudah menyambut rombongan Oase bagaikan keluarga besar JRU. Hampir semua teman peserta menyatakan rasa haru yang tak tertahankan atas keramahan dan kelapangan hati mbak Ririn, mas Ilik dan semuanya.

Di Indrapasta, kami berbincang di ruang-ruang rumah yang sebagian besar areanya sudah seperti area publik, bukan area privat. Obrolan demi obrolan bergulir, baik dalam forum maupun dalam kelompok kecil.

Banyak hal yang menarik dari mas Ilik dan kegiatan JRU di Semarang. Kesan pertama adalah genuisitas. Sosok mas Ilik unik dan menarik. Orangnya sangat terbuka dengan gaya bicara lepas dan ceplas-ceplos. Dibalik segala canda dan ceplosannya, banyak hikmah kehidupan yang bisa dipetik dari cerita-cerita mas Ilik.

Salah satu hal yang menarik kegiatan yang dilakukan mas Ilik selama bertahun-tahun di JRU (Jaringan Rumah Usaha) adalah kelapangan hatinya untuk menerima dan mendampingi proses orang-orang yang ingin berubah baik dari kejatuhan akibat judi, narkoba, alkohol, pernah dipenjara, dan sebagainya.

Metode yang digunakan mas Ilik memang keras. Tapi bagi orang yang bersungguh-sungguh ingin memperbaiki diri dan mengubah nasib, ini seperti kesempatan kedua (second chance).

Beberapa pendekatan yang digunakan mas Ilik, misalnya:

  • Sebelum sampai pada bisnis, setiap orang yang belajar di JRU harus melewati ujian/proses pendidikan ketangguhan karakter. Artinya, bisa melewati ujian loyalitas, kerja keras, pelayanan, dan kesungguhan berubah menjadi baik.
  • Belajar dilakukan melalui praktek dan pendampingan. Yang berhasil menjadi mentor bagi peserta baru. Peserta berkomitmen untuk membantu “adik-adik” barunya jika sudah berhasil.
  • Sebagian bisnis yang dikembangkan di JRU memanfaatkan “Internet Marketplace” dengan pasar internasional. Misalnya, ada yang suka fotografi didorong & diajari untuk menjual fotonya di 123RF. Yang suka membuat musik didorong & diajari untuk menjual karya musiknya di Pond Five. Dan sebagainya.

Forum Wedangan ke-72: Rumahmu Mentalmu

Forum-Wedangan-ke-72

Kejutan dan sekaligus bonus dari acara kunjungan ke rumah mas Ilik adalah acara Forum Wedangan. Saat mendapatkan informasi tentang acara Forum Wedangan dari mbak Septi, aku membayangkan kegiatannya lesehan dan ngobrol bersama-sama. Ternyata, acara Forum Wedangan itu serius sekali, diadakan di gedung serbaguna Telkom Semarang dan dihadiri sekitar 200 orang.

Masih dalam kebingungan, tiba-tiba aku & Lala diminta duduk di depan bersama mbak Septi Peni Wulandani dan mas Pri GS, budayawan Semarang. Jadilah aku & Lala sharing semampu kami tentang penguatan rumah dan homeschooling sebagai model pendidikan alternatif non-mainstream.

Banyak hal menarik buatku dalam Forum Wedangan yang sudah diselenggarakan ke-72 kali ini. Acara yang dipublikasikan secaramendadak ini dihadiri banyak peserta yang menunjukkan kesolidan Jaringan Rumah Usaha (JRU). Yang menjadi host Forum Wedangan adalah mas Ilik sendiri dan beliau membawakan acara dengan sangat cair, suka-suka, dengan gaya ‘slengekan” penuh olok-olok khas mas Ilik yang membuat suasana menjadi seru dan meriah. Apalagi ditimpali mas Pri GS yang memberikan pencerahan-pencerahannya.

Menyerap Pengalaman Hidup

Hal yang berharga dari proses #TourDeTalent buatku bukan sekedar transfer ilmu dan wawasan. Pengetahuan dan wawasan bertambah, itu pasti.

Tapi yang menurutku berharga dari seorang guru atau master adalah pengalaman hidup yang sudah terkristalisasi dalam dirinya. Ada curahan pengalaman, kebijakan dan tentu saja curahan energi yang terjadi selama proses interaksi dari hati ke hati.

Berinteraksi dengan mas Ilik, aku seperti ditarik ke sebuah dunia yang berbeda dari yang kukenal. Dunia wirausaha dan komunitas memang bukan sebuah hal yang asing buatku. Tapi area masyarakat yang digeluti, pendekatan, dan gaya mas Ilik memberikan pencerahan yang menghangatkan hati. Rasanya seperti bertemu “Godfather” yang biasanya ada di film-film, hehehe 🙂

Menuju Ndalem Tomat di Yogyakarta

Acara di Semarang sebenarnya dijadwalkan sampai pukul 18.00 dan dilanjutkan perjalanan menuju Kaliurang-Yogyakarta. Tapi karena kegiatan di Semarang sangat padat, baru sekitar pukul 20.00 kami meninggalkan Semarang dalam rombongan 5 mobil yang isinya padat.

Setelah mampir untuk makan malam di Rumah Makan Lombok Idjo, kami melanjutkan konvoi hingga akhirnya tiba di kediaman mbak Ira di Kaliurang tengah malam, pukul 00.30.

Jaringan-Rumah-Usaha2

Selengkapnya:

  1. Belajar Melalui Travelling #OaseBackpackerFamily #TourDeTalent
  2. Berguru kepada mas Ilik SAs di JRU Semarang
  3. Berguru Pangan Lokal di Ndalem Tomat
  4. Jelajah Malioboro bersama Jaladwara #TourDeTalent #OaseBackpackerFamily
  5. Desa adalah Masa Depan Kita #TourDeTalent #OaseBackpackeFamily
  6. Video Dokumentasi #TourDeTalent oleh Tata
  7. Video Dokumentasi #TourDeTalent oleh Yudhis

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*

Close