Belajar tentang harga

Banyak proses pembelajaran dalam homeschooling itu sebenarnya terjadi melalui percakapan sehari-hari. Seperti peristiwa hari ini yang kami alami bersama Yudhis.

Ceritanya, Yudhis diminta untuk ke warung membeli sosis. Pilihannya kami serahkan kepada dia, tetapi kami hanya memberi ancar-ancar merek sosis yang kami kehendaki.

Saat makan siang, Yudhis bercerita tentang pengalaman belanjanya.

“Tadi waktu aku beli sosis, aku pilih sosis ayam yang harganya sebelas ribu.”

Kami mendengarkan Yudhis yang sibuk bercerita.

“Soalnya sosis ayam itu isinya dua belas. Kalau sosis sapi harganya enam ribu, isinya enam. Jadi, setelah aku hitung, lebih murah membeli sosis ayam daripada sosis sapi dua bungkus.”

“Betul, Dhis. Kamu pintar…,” Lala memuji Yudhis. “Tapi terkadang ada hal lain yang harus kamu pikirkan selain sekedar harganya yang murah.”

“Gitu ya, bu. Maksudnya apa?”

“Kalau ayam itu satu kilo 25 ribu, daging itu satu kilo 60 ribu. Jadi, wajar kalau harga sosis ayam itu lebih murah daripada sosis daging. Tapi beda harga ayam dan daging kan jauh. Jadi, secara nilai sosis daging itu lebih bagus daripada sosis ayam, kalau selisih harganya cuma sedikit. Kamu ngerti?”

“Hmm.. Kayaknya ngerti, bu,” jawab Yudhis.

“Kalau membeli sesuatu, kita memang harus memilih yang murah. Tapi terkadang kita harus mempertimbangkan hal lain. Seperti waktu ibu beli minyak di pasar. Harganya 9000 per liter. Kalau yang ada mereknya, harganya 12 ribu. Kelihatannya kan lebih murah yang 9000. Tapi, ternyata yang ibu beli di pasar itu hanya bisa untuk menggoreng satu kali. Sementara yang harganya lebih mahal itu bisa untuk menggoreng beberapa kali.”

“Jadi yang harganya murah belum tentu yang lebih baik daripada yang mahal ya, bu?” tanya Yudhis.

“Iya, Dhis. Yang kita lihat itu bukan hanya harga, tetapi kita juga harus membandingkan nilai yang kita dapat,” aku menambahkan. “Kalau bendanya sama, tentu kita memilih yang harganya murah.”

“Aku ngerti, pak.”

“Sekarang bapak tanya, di toko ada pilihan minyak goreng yang mereknya sama. Kalau membeli satu liter harganya 12 ribu. Kalau 2 liter harganya 20 ribu. Kamu pilih yang mana?”

“Aku pilih yang 20 ribu.”

“Kenapa?”

“Soalnya kalau beli 1 liter dua bungkus, harganya 24 ribu. Berarti lebih murah yang 20 ribu, kan? Mereknya kan sama…”

“Bagus….!”

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Sebuah pembelajaran yg bagus.
    Math in daily life :). Pastinya itu lebih bermakna ketimbang jika cuma diterangkan didepan kelas.

Tinggalkan komentar Anda

*