Belajar Menggambar dengan Photoshop

Hari ini hari pertama Tata belajar menggambar dengan Photoshop. Biasanya dia hanya menggambar menggunakan MSPaint yang sederhana. Karena Tata sudah lancar menggunakan MSPaint, maka kini dia “naik kelas” menjadi pakai photoshop yang lebih rumit.

Tata cukup excited menunggu gilirannya menggambar hari ini. Dia sempat kecewa karena Yudhis memakai komputer sampai siang untuk membuat posting review “Hotel Mogul” yang ternyata tidak sederhana. Jadi setelah makan siang, begitu dia lihat komputer nganggur langsung dia minta aku untuk menemaninya belajar Photoshop.

Walau setengah ngantuk, tapi nggak tega juga lihat semangatnya yang menggebu. Sebenernya sih ketakutanku sederhana, aku takut it’s not a good timing, kombinasi buruk antara guru mengantuk, murid terlalu muda untuk tools yang terlalu canggih. Tapi ternyata, semangatnya mengalahkan segala kendala.

Pelajaran pertama adalah ngeblak alias tracing. Aku mengambil gambar clipart yang aku beli dari graphicgarden dan kemudian aku pasang layer putih di atasnya yang diberi opacity 50%. Setelah itu aku tambah layer baru di atasnya untuk tempat Tata “menggambar”.

Setelah itu aku memperkenalkan tools pensil, penghapus, color picker… yah alat-alat yang cukup familiar untuk Tata karena mirip dengan yang ada di MSPaint. Yang baru adalah “layer”. Tata harus mematikan layer 2 (layer putih) setiap kali dia mau “pick new color”, menghidupkan kembali layer 2 dan menggambar di layer 3.

Aku sempat berfikir hal ini akan memusingkannya, tapi ternyata tidak. At the end of the hour dia cukup lancar membuka-tutup layer dan mentracing gambar. Walau hari ini masih baru dapet outline gambar kepala, tapi lumayan laah… namanya juga pemula. Aku memang mengatakan cukup sampai kepala saja hari ini. Aku takut dia burn-out karena target hari ini memang hanya perkenalan alat.

Tak lama ketika aku menyusui Duta setelah menemani Tata menggambar, Yudhis datang menghampiriku ke kamar dan menyatakan ingin melakukan hal yang sama seperti Tata. Katanya, dia sudah cukup melihatku memberi contoh dan akan melakukan hal yang sama sendirian. Aku hanya menyatakan padanya untuk memilih gambar yang lain supaya tidak sama dengan adiknya.

Sore hari ketika aku melihat hasil gambarnya, aku sangat terkejut melihat hasilnya yang (menurutku) luar biasa. Aku sempat berfikir dia hanya copy-paste dari gambar aslinya. Tapi setelah aku lihat detilnya yang kasar, aku yakin kalau itu betul2 gambar yang dibuat Yudhis.

Waah.. senangnya melihat Yudhis makin mandiri dalam belajar. Aku juga bahagia melihat antusiasme Tata dalam mempelajari hal baru. Rasanya kalau sudah begini semakin happy dengan pilihan homeschooling… g4

Tulisan menarik lainnya

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Komentar

  1. Anak-anak sekarang makin cerdas aja ya. Menyerap teknologi canggih kelihatannya mudah saja bagi mereka.

  2. Saya juga seniman digital tapi mengandalkan hape untuk mengerjakan sebagian besar karya saya. Salam.

Tinggalkan komentar Anda

*