Belajar mencari informasi di Internet

velocipede-illustrationSalah satu skills yang kami siapkan di dalam HS anak-anak adalah ketrampilan memanfaatkan Internet. Dalam proses yang iteratif selama bertahun-tahun, kami berusaha merangkum proses belajar itu menjadi sebuah pembelajaran multi-dimensi.

Setelah melewati banyak masa yang penuh asistensi, di akhir Desember yang lalu Lala mencoba sebuah pendekatan baru kepada Yudhis (8). Untuk kali ini, proses belajar yang lebih difokuskan adalah menjajagi kemampuan Yudhis melakukan belajar mandiri.

Fokus dari pembelajaran ini adalah pada pengalaman dan proses yang dijalani anak, bukan produknya. Oleh karena itu, Lala mendorong Yudhis untuk memilih topik yang sederhana.

“Apa yang sedang ingin kamu pelajari?”
“Aku ingin tahu tentang sepeda,” kata Yudhis.

“Apanya sepeda yang ingin kamu ketahui?”
“Aku ingin tahu sejarah sepeda, bagaimana sepeda jaman dulu, bagian-bagian sepeda, jenis-jenis sepeda. Yah.. banyak deh…”

“Terus apa yang harus aku lakukan, bu?” tanya Yudhis.
“Kamu tulis dulu apa yang ingin kamu ketahui (di MS Word). Terus kamu cari informasinya dengan Google.”

Mulailah Yudhis kemudian mencari informasi yang dibutuhkannya dengan bantuan Google. Dia belajar memilih kata kunci yang tepat, menggunakan mesin pencari, memilih halaman yang sesuai, dan kemudian memilah bagian yang memang dibutuhkannya. Ada materi-materi yang diperoleh dalam bahasa Indonesia. Ada juga materi berbahasa Inggris yang kemudian ditranslate menggunakan Google Translate.

Pencarian informasi ini dilakukan dengan pendampingan Lala, tetapi prosesnya semuanya dilakukan sepenuhnya oleh Yudhis. Lala hanya mengawasi dan menjadi tempat bertanya Yudhis. Selain mengambil informasi yang dibutuhkan, Yudhis belajar juga mengcopy alamat sumber materinya; agar dia terbiasa memberikan kredit dan menyertakan referensi dari hasil karyanya.

Setelah melakukan copy-paste materi yang dipilih, kemudian Yudhis belajar mencari gambar yang terkait dengan memanfaatkan Google Image. Selain proses memilih kata kunci dan mencari gambar yang diinginkan, proses ini melibatkan kegiatan mengolah foto dengan Photoshop.

Foto hasil olahan dari Photoshop kemudian digabungkan dengan teks yang sudah diperoleh sebelumnya. Jadilah pelajarannya kemudian beralih ke pelajaran me-layout dengan MS Word. Lumayan banyak pelajaran yang dilakukan Yudhis dalam proses melayout ini, mulai mengolah huruf (font) dan paragrap, mengatur foto di dalam teks, hingga footer.

Setelah hasilnya diubah ke PDF dan Lala membuatkan cover-nya, proses belajar Yudhis diakhiri dengan presentasi. Yudhis belajar mempresentasikan pengetahuannya mengenai sepeda yang baru diperolehnya kepadaku.

Proses belajar ini berlangsung selama 3 hari. Setelah selesai, kami memberikan reward kepada Yudhis sebuah hal yang disukainya, yaitu boleh main game bersama Ibunya dengan sepuasnya. Alhasil, hari malam Minggu yang lalu Yudhis main game bersama Lala sampai jam 2 pagi! He..he..

O ya.. sebagai catatan, materi belajar ini tak ada di dalam kurikulum. Tapi hal-hal seperti inilah yang biasanya kami lakukan di dalam proses HS kami.

eBook Sepeda by Yudhis

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Wow…keren banget mbak …informasi ini sangat bermanfaat 🙂
    Pembelajaran yang mengasyikkan dan menyenangkan…

  2. Terima kasih mbak Devi, support dari mbak Devi selalu membuatku bertambah semangat ^_^

  3. bagus-bagus…. 😕

Tinggalkan komentar Anda

*

Close