Belajar Membuat Aplikasi Android di Appinventor

Salah satu proses anak menjadi pembelajar mandiri adalah kemampuan mereka menemukan sendiri sumber belajar & melakukan kegiatan belajarnya dengan suka cita (self learning). Mereka tidak lagi tergantung sepenuhnya kepada kita. Tugas kita hanya memfasilitasi dan mendengarkan laporan serta memberi masukan pada hasil karyanya.

Beberapa hari yang lalu, Tata mendatangiku dengan wajah berbinar menunjukkan aplikasi Android buatannya. Aplikasi ini dibuat Tata di AppInventor, sebuah tempat belajar membat aplikasi untuk anak-anak. Menurut Tata, aplikasi ini adalah aplikasi ke-9 yang dibuatnya di AppInventor, tapi menurut Tata ini adalah aplikasi pertama yang cukup “membanggakannya” karena lebih rumit codingnya.

Proses Belajar Membuat Aplikasi Android

Proses Tata belajar membuat aplikasi ini tidak terjadi secara instan. Prosesnya sudah berlangsung cukup lama, tapi tidak kontinu setiap saat.

Awalnya adalah keinginan Tata ikutan belajar coding seperti Yudhis yang kami apresiasi. Kegiatan ini kemudian berkembang menjadi kegiatan membuat game-game sederhana di komputer yang bisa dinikmati bersama Duta. Sekarang Tata mulai belajar membuat game yang bisa “dimainkan” di Android. Istilahnya masih memakai tanda kutip ” dimainkan” karena prosesnya masih mirroring dari komputer ke Android, belum betul-betul menjadi game yang bisa diunduh dan dimainkan secara luas.

Untuk proses belajar membuat aplikasi Android, Tata menggunakan web Appinventor yang ditemukannya ketika belajar di Code.org. Dari sanalah Tata mulai belajar membuat aplikasi sederhana untuk Android.

appinventor1

***

Aplikasi Android Paint Pot

Aplikasi yang dibuat Tata adalah aplikasi menggambar (sederhana). Ada tombol-tombol yang dibuat untuk memilih warna dan menghapus hasil gambar. Paint Pot, itulah nama aplikasi yang dibuat Tata dengan mengikuti tutorial yang ada di AppInventor.

Beginilah bagian belakang dari aplikasi yang Tata buat. Secara tampilan mirip dengan Scratch, tapi bedanya kalau Scratch hasilnya dimainkan di komputer, sedangkan kalau AppInventor dimainkan di Android. Kata Tata, AppInventor lebih rumit karena lebih banyak pilihan daripada Scratch.

appinventor2

Ini adalah tampilan Designer. Di sini kita bisa melihat hasil akhir, memperbaiki penamaan balok, mempercantik tampilan & tempat menambahkan canvas, sprite dll.

appinventor3

Dan ini adalah tampilan aplikasi ketika dimainkan di Android.

appinventor4

Berikut video laporan Tata untuk proses belajarnya:

Tulisan menarik lainnya

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Komentar

  1. Tata,

    Kamu hebat sekali.

    Tante mau tanya bagaimana caranya Ruth, anak tante yang juga hobby menggambar di android, bisa memakai aplikasi yang telah berhasil Tata buat itu?

  2. keren banget Mbak, anaknya sudah bisa membuat aplikasi android sendiri menggunakan App Inventor. salut! 🙂

  3. jangkrek banget, secara gak sengaja aku lihat video anak kecil buat aplikasi berdasarkan kemampuannya… jadi salut akhirnya…

  4. mau nanya,gmn cara mengubah tulisan scree1 nya. biar bisa d ganti ssuai selera kita.mksih bnyak ya..

Tinggalkan komentar Anda

*

Close