Belajar Membatik dan Menikmati Sendratari di Lotte Shopping Avenue

Pameran Negeri 1001 Candi di Lotte Shopping AvenueAkhirnya kesampaian juga membawa anak-anak menonton Sendratari dan merasakan Ice Palace Theatre di Lotte Shopping Avenue setelah sebelumnya aku pergi sendiri di pembukaan pameran Negeri 1001 Candi.

Kami sekeluarga pergi Lotte Shopping Avenue sebuah mal baru di kawasan Ciputra World jalan Casablanca, Jakarta pada Minggu, 8 Desember 2013. Di sana, kami janjian bertemu dengan Ibu, Tante Ari, dan Ardian. Hari ini adalah hari terakhir pameran Negeri 1001 Candi dan sekaligus waktu pertunjukan sendratari.

Belajar Membatik Lagi

Untuk yang kesekian kalinya Yudhis & Tata ikut dalam kegiatan belajar membatik. Mereka pernah belajar membatik di Rumah Batik Nusantara, ikut kolaborasi project membatik bersama “Peace. Love & Hope” antara Klub Oase & Paix Project Canada,  juga waktu field trip ke Moo’s Camp – Boyolali dan beberapa kegiatan lainnya.

Jadi aku melihat Yudhis & Tata semakin santai & menikmati proses belajar membatik. Hanya saja, kali ini canting yang digunakan untuk membatik matanya terlalu lebar kata Yudhis, jadi gambarnya susah rapi. “Mungkin kalau aku sudah profesional lain ya bu, mau matanya lebar juga hasil tetap bagus. Tapi canting kali ini beda sama yang biasanya. Ini lebar sekali hasilnya.”

batik-sendratari2

batik-sendratari5

Walau beberapa kali mengajak dan mengantarkan anak-anak belajar membatik, tapi aku sama sekali belum pernah mencobanya. Mumpung acara belajar membatik kali ini gratis, aku jadi pengen coba juga.

Ternyata membatik itu menyenangkan lho. Pengen juga rasanya duduk tenang dan bisa punya waktu cukup lama untuk membatik yang “beneran” bukan hanya sapu tangan saja.

Yang menarik, acara membatik ini dilakukan oleh MbatikYuuk yang diketuai oleh ibu Indra Tjahjani yang pernah ditemui Yudhis di acara Pesta Blogger 2011. Ibu Indra ini sampai kaget bertemu Yudhis yang jauh lebih tinggi dibanding 2 tahun lalu.

Kebetulan ibu Indra adalah salah satu teman ibuku, jadilah selama anak-anak membatik. Ibu dan & bu Indra ngobrol asyik berduaan.

Bermain Balok Menyusun Candi 

Seperti yang sudah aku bahas di posting sebelumnya,  satu hal yang aku sukai dari pameran ini adalah banyaknya display menarik untuk anak-anak. Duta yang biasanya tidak sabar kalau menunggu kakak-kakaknya berkegiatan sekarang cukup anteng karena ada tumpukan balok. Yudhis-Tata-Ardian juga asyik bermain aneka display pameran.

Sambil bermain, kami ngobrol dan diskusi tentang aneka candi yang ada di Indonesia. Memang harus diakui, display yang menarik memudahkan prosesku “bercerita” tentang candi-relief-stupa-arca dll kepada mereka.

batik-sendratari6O iya, ada sebuah kejutan menarik waktu pameran. Tiba-tiba seorang gadis cantik memanggilku. “Bu… ibu Lala. Ibu ajak anak-anak ya?”.

Eeee… ternyata ada muridku di Vokasi UI yang kebetulan jadi panitia di acara itu. Aaa langsung berasa tuaaaaa banget, ketemu mahasiswa ketika mengajak ketiga anakku jalan-jalan. Jadi inget dulu waktu kuliah kalau ketemu dosen sama keluarga tuh rasanya mereka tua banget (padahal waktu itu dosennya malah baru berkeluarga belum punya anak). Lhaaa ini anakku yang pertama udah gede banget. hu hu hu…. kebayang dong perasaan hatiku?

batik-sendratari3

***

Menonton Sendratari Karmawibhangga

Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba. Waktunya nonton pertunjukan Sendratari di Ice Palace Theatre, Lotte Shopping Avenue. Ice Palace Theatre ini merupakan gedung pertunjukan mini di area Edutainment Center, lantai 5 Lotte Shopping Avenue.

Di Lotte Shopping Avenue kami bertemu keluarga Ade Devi yang memang sengaja datang untuk melihat pameran candi dan sekaligus menonton sendratari. Walau belum mengantongi tiket mereka nekat saja datang, berharap ada yang cancel sehingga bisa masuk. Ternyata benar, beberapa menit sebelum acara dimulai, Ade sekeluarga bisa masuk, bahkan anak-anak dapat kursi di depan (jatah undangan VIP yang tidak hadir) dan kami bisa duduk berjajar.

Beneran deh, untuk hal yang satu ini aku sering merasa sedih. Kenapa setiap pertunjukan seni yang bagus kok sepi pengunjung? Apakah budaya lokal atau hal-hal yang berbau Indonesia susah mencari penggemar? Jadi ingat waktu nonton Sokola Rimba yang bagus banget beberapa waktu yang lalu saja di dalam studio hanya ada keluargaku, dan 3 orang lainnya. Padahal itu adalah hari pertama pemutaran film Sokola Rimba!

Karmawibhangga adalah relief yang terukir di dasar Candi Borobudur. Salah satu kisah yang tertulis di dalam relief tersebut bercerita tentang hukum karma, sebab akibat perbuatan baik dan jahat. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir – hidup – mati (samsara) yang tidak pernah berakhir.

Pementasannya sendiri cukup bagus, sayangnya volume suara dalam theater sangat keras sehingga beberapa kali aku harus menutup telinga dan aku lihat begitu pula anak-anak. Ini adalah pengalaman menonton sendratari yang pertama untuk Yudhis-Tata & Duta. Beruntung durasinya pas-pas saja, sekitar 1 jam, jadi mereka bisa menikmati acaranya.
batik-sendratari4   batik-sendratari7

***

Korean Culture Fair

Kebetulan di Lotte Shopping Avenue saat ini sedang ada Korean Culture Fair untuk memperingati hubungan antara Indonesia dan Korea.

Jadi, setelah menikmati budaya Jawa melalui Batik & Sendratari, kami sempat berfoto-foto sejenak dengan kostum Korea.

Asyik juga. Teknologi telah membuat hari ini menjadi hari yang sangat menyenangkan, kaya dengan aneka pengalaman budaya. Semuanya terjadi pada satu waktu, di satu tempat.

batik-sendratari8 batik-sendratari9 batik-sendratari10

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Tinggalkan komentar Anda

*

Close