Belajar kompetisi melalui kejuaraan basket Perbasi

Apakah homeschooling tidak menjadikan anak menjadi lunak dan tak mampu berkompetisi di dunia nyata? Hal itu menjadi salah satu pertanyaan yang diajukan dalam Bincang Seru Homeschooling yang diselenggarakan Klub Oase di .

Setiap keluarga memiliki sudut pandang yang berbeda tentang pentingnya kompetisi bagi anak-anak. Sudut pandang ini dipengaruhi oleh pengalaman hidup orangtua terhadap kehidupan yang ada di sekitarnya.

Kompetisi bukan segalanya

Kami sendiri menganggap kompetisi sebagai hal yang biasa. Bahkan, menurut kami kompetisi itu terlalu dilebih-lebihkan dalam era saat ini dengan berbagai tekanan bahwa dunia sekarang sangat kompetitif sehingga anak harus memiliki kemampuan untuk bersaing agar bisa menang dan mengalahkan yang lain.

Kami tak memandang dunia seperti itu. Dunia berjalan biasa-biasa saja. Sesekali kita menang dan lebih baik daripada orang lain. Tetapi lebih banyak kehidupan yang berjalan dengan niat melakukan sebaik-baiknya tanpa mengalahkan siapapun. Kalau ada orang yang melakukan sesuatu lebih baik daripada kita, kita terpacu untuk belajar dan bekerja lebih keras tanpa merasa kalah atau dikalahkan oleh siapapun.

Kompetisi dengan diri sendiri

Berkaitan dengan kompetisi, buat kami yang terpenting adalah kompetisi dengan diri sendiri. Menantang diri agar lebih baik dari waktu ke waktu. Tantangannya adalah: apakah yang sekarang lebih baik daripada kemarin, apakah sudah berusaha maksimal, bagaimana kemajuannya dibandingkan orang lain?

Tujuan dari kompetisi dengan diri sendiri adalah mengeluarkan potensi diri secara maksimal. Adapun perbandingan dengan orang lain adalah sebagai pendorong semangat dan sparring partner. Perbandingan eksternal berfungsi bukan sebagai tujuan utama, apalagi untuk tujuan menang-menangan.

Membangun spirit dan keterampilan kolaborasi

Buat kami, hal yang lebih penting daripada kompetisi adalah spirit dan keterampilan berkolaborasi. Dunia ini luas dan membutuhkan banyak peran agar menjadi lebih baik. Dan agar peran-peran itu bisa saling bersinergi, maka yang dibutuhkan adalah kolaborasi.

Untuk bisa berkolaborasi, maka spirit yang perlu dibangun sejak dini bukanlah mengalahkan orang lain, tetapi kemenangan bersama. Juga, sikap hati yang dididik adalah kerendahan hati agar selalu bisa bergembira atas prestasi orang lain tanpa merasa iri. Di sisi lebih praktis, setiap anak perlu mendidik diri dengan kualitas sebaik-baiknya agar layak untuk berkolaborasi dengan para master di bidang lain.

KompetisiBasketPerbasi-Tata

Apakah kami anti kompetisi?

Tidak juga. Anak-anak kami paparkan dengan pengalaman kompetisi agar mereka belajar dan merasakan sebagian cara dunia bekerja. Mereka belajar berlatih dengan tekun, kerja keras, pantang menyerah, dan merasakan pengalaman menang atau kalah. Mereka juga belajar untuk sportif, baik saat menang maupun kalah.

Saat ini Tata bergabung dengan klub basket Blitz Rockstar Gym dan ikut kejuaraan daerah bola basket kelompok usia 12 tahun yang diselenggarakan Perbasi. Kejuaraan ini diselenggarakan di GOR Grogol, Jakarta Barat.

Ini adalah pengalaman Tata mengikuti kompetisi basket. Semoga Tata mendapatkan banyak pengalaman melalui kegiatan ini.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*