Belajar Etos Kerja Melalui Craft

Di penghujung tahun 2012, Tata mengakhirinya dengan menyelesaikan proses pembuatan craft boneka anjing dari kain perca. Proses yang dijalaninya hampir 1 bulan ini akhirnya selesai juga dikerjakan Tata.

***

BonekaPercaProses pembuatan boneka anjing dari kain perca ini menjadi salah satu pelajaran bagi Tata. Bukan hanya pelajaran keterampilan/craft, tetapi yang lebih banyak adalah pelajaran tentang sikap kerja/belajar: belajar sungguh-sungguh, tidak angin-anginan, bekerja rapi, bekerja dalam jangka waktu lama, standar kualitas kerja, dan belajar bekerja hingga tuntas/selesai.

Tata sebenarnya senang dan menikmati proses pembuatan boneka perca. Saat Eyang Putri mengajarinya, dia sangat bersemangat dan tahan mengerjakan seharian. Tetapi seiring berjalannya waktu, kesibukan Eyang Putri, perhatian Tata bergeser pada hal-hal yang lain.

Kain perca setengah jadi itu kemudian ditinggalkan. Saat kami minta menyelesaikan, dia melakukannya dengan ogah-ogahan. Baru mulai sebentar, mengantuk dan kemudian tertidur, hehehe..

Dari analisis kami, sebenarnya Tata sudah mulai memiliki kemampuan untuk menyelesaikan boneka perca itu. Hanya saja stamina dan rentang perhatiannya masih pendek. Jadilah kami kemudian memanfaatkan boneka perca itu sebagai alat bagi Tata untuk meningkatkan kualitas pribadinya dengan tak mengizinkannya meninggalkan kegiatan boneka perca. Kami minta dia untuk menyelesaikannya sampai selesai.

Dalam masa-masa akhir Desember di mana kami melonggarkan kegiatan belajar anak-anak, hanya 1 kegiatan Tata yang kami minta tetap dikerjakan, yaitu menyelesaikan boneka kain perca-nya. Menjelang akhir tahun, kami kemudian memberikan deadline bahwa boneka kain perca-nya harus selesai sebelum tahun baru.

Deadline dan direction kami membuat Tata bekerja keras. Sepanjang proses ini, kami terus memberi semangat, mengingatkan, dan membangun etos kerja kerasnya. Tak lupa, pendampingan dan feedback kami berikan kepadanya.

Di hari terakhir Desember, saat siang Tata sudah memasukkan dakron ke dalam bonekanya. Ternyata pada beberapa bagian dakronnya menyembul karena jahitan yang tidak sempurna. Tata sudah menunjukkan wajah minta dikasihani, tapi aku memintanya untuk membongkar dan memperbaiki. Sementara Tata memperbaiki, Lala memberikan feedback pada Tata tentang perbaikan itu. Setelah bongkar pasang dua kali, akhirnya menjelang sore boneka anjing dari perca karya Tata selesai.

Tata terlihat puas dan bahagia. Boneka anjing ini adalah karyanya. Kami juga ikut berbahagia bersamanya.

***

Di rumah, kami memang banyak menggunakan pendekatan proses belajar yang menyenangkan. Tetapi itu bukan berarti anak bebas belajar suka-suka. Kualitas diri mereka juga tetap menjadi perhatian kami. Jadi, dalam kesempatan-kesempatan tertentu, kami menggunakan external pressure (target, deadline) untuk mengeluarkan potensi dan “memaksa” mereka meningkatkan kualitas pribadinya.

Ini adalah bagian dari proses belajar tentang etos belajar/bekerja.

 

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*