Belajar di Workshop Yuk Nulis!

Yuk Nulis!

Jumat (13/5/2011), Yudhis dan Tata mengikuti kegiatan workshop Yuk Menulis! yang dipimpin oleh Lini (G. Lini Hanafiah). Kegiatan workshop ini merupakan rangkaian dari kegiatan Word Book Day (WBD) di Museum Bank Mandiri yang berlokasi di seberang halte busway dan stasiun Kota.

Dengan menaiki busway yang padat pada jam berangkat kantor, kami sekeluarga meluncur dari rumah menuju museum Bank Mandiri sekitar pukul 07.30. Kami sudah menekadkan hari ini untuk kegiatan belajar dan jalan-jalan. Selain workshop menulis, kami memperkirakan bahwa anak-anak akan belajar berjejalan di dalam bus umum yang padat.

Dan perkiraan itu memang benar. Walaupun kami berangkat dari terminal awal di Kampung Melayu, kami hanya mendapatkan satu tempat duduk. Itupun atas kebaikan seorang bapak yang memberikan tempat duduknya kepada Lala bersama Duta. Tata kemudian duduk menyelip, sementara Yudhis berdiri bersamaku. Di luar isu tentang tempat duduk, perjalanan sangat lancar. Kami sampai di Museum Bank Mandiri tepat pukul 09.00, sesuai jadwal acara workshop menulis.

Sambil menunggu acara dimulai, kami kemudian jalan mengelilingi museum. Kebetulan kami pernah mengikuti acara Kumkum di museum ini sehingga cukup familiar dengan lokasinya. Di lapangan, ada taman bermain kecil yang lumayan untuk membuat anak-anak berkegiatan fisik, terutama Duta.

***

 

Acara workshop menulisnya berlangsung menarik. Di ruang audio visual museum Bank Mandiri yang nyaman, anak-anak belajar tentang menulis dipimpin oleh Lini. Acara yang dimulai dengan penjelasan dan tanya jawab itu diakhiri dengan tugas menulis yang kemudian diperiksa Lini satu persatu.

Setelah acara selesai, anak-anak mendapatkan sertifikat kesertaan di dalam kegiatan workshop menulis dan kemudian berfoto bersama.

 

***

Perpustakaan Museum Bank Mandiri

Selain bertemu dengan teman-teman homeschooling, kami bertemu dengan mbak Shanty Syahril yang mengkoordinir kampanye “Zero Waste” dalam kegiatan WBD. Kebetulan, Kaysan, putra mbak Shanty adalah murid bahasa Inggris Lala. Jadilah kami berbincang dan mbak Shanty yang sekaligus menjadi “pemandu” kami tentang kegiatan di Museum Bank Mandiri ini. Menurut cerita mbak Shanty, fasilitas di Museum Bank Mandiri itu bisa digunakan secara gratis oleh para komunitas untuk mengadakan kegiatan. Jadi, ayo bagi yang mau bikin kegiatan ini ada alternatif tempat kegiatan yang luas dan mudah diakses.

Kampanye “Zero Waste” itu intinya adalah menekan/mengurangi jumlah sampah dalam satu kegiatan. Diantaranya adalah dengan menyediakan galon air minum (peserta diminta membawa botok sendiri), tidak menggunakan plastik sebagai pembungkus makanan, dan menyediakan kotak sampah yang sudah dipilah.

Mbak Shanty kemudian mengajak kami ke perpustakaan Museum Bank Mandiri yang ada di lantai satu. Wah… tempatnya lapang dan sangat nyaman. Yudhis dan Tata langsung asyik baca-baca buku, sementara Duta main bergelantungan di pintu besi.

Mbak Shanty juga bercerita bahwa di Museum Bank Mandiri ini ada kegiatan Pramuka setiap Minggu siang. Kegiatan ini bisa diikuti oleh umum, siapa saja. Jadi, ini bisa menjadi peluang bagi homeschoolers yang ingin membuat kegiatan pramuka.

Tak lama di perpustakaan, kami harus turun karena tempatnya mau dibuat untuk acara workshop membuat komik. Pengin ikut juga sih, tapi karena sudah siang, kami memutuskan untuk makan siang, main sebentar, dan kemudian pulang. Kami ingin pulang sebelum busway-nya penuh dengan orang yang pulang kantor.

***

Walaupun kami pulang sekitar pukul 14.30, ternyata busway sudah penuh. Kembali Yudhis harus berdiri berdesak-desakan, sementara dia harus menahan kantuk dan kecapekan. Proses ini masih berlanjut karena kami harus menunggu lama sekali untuk berganti busway di halte Harmoni. Dan kembali, Yudhis harus berdiri. Plus, Duta tidur di gendongan dan Tata mulai mengantuk.

Kelihatannya hari ini menjadi latihan buat Yudhis. Dalam keadaan berdiri di busway, dia memeluk kakiku sambil tubuhnya terayun-ayun karena mengantuk. Walaupun kelihatan susah, aku senang karena Yudhis sama sekali tak mengeluh. Kami semua juga capek. Tapi kami bahagia karena Duta dan Tata pun tak rewel.

Di dalam perjalanan terakhir di bajaj menuju rumah, di dalam hati aku bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar tidak manja. Aku juga berterima kasih kepada-Nya karena telah mendapat karunia anak-anak yang baik, yang tabah dan selalu bahagia.

***

Terima kasih Tuhan. Hari ini indah sekali. Amin.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Aww … Ikut terharu membaca yang ketabahan Yudhis, Tata dan Duta. Dan untuk semangat belajarnya … jempol deh. ^_^

  2. Mas Aar… tau ga.. sepertinya aku menemukan keluarga Charles Ingalls versi Indonesia pada kalian…. Jadi ingat mottonya Ayah Edy, Indonesian Strong from Home.

Tinggalkan komentar Anda

*