Belajar dari Paul Potts

Paul Potts - One Chance

image (c) weinsteinco.com

Malam ini kami sekeluarga menonton film One Chance di tv kabel.

Sebuah film mengharukan tentang perjalanan berbatu Paul Potts, seorang anak yang punya selera musik yang tidak lazim sejak kecil, Opera.

Kecintaan Paul terhadap Opera membuatnya selalu dibully sejak kecil hingga besar. Bahkan pada suatu hari gigi Paul sampai retak ketika menabrak tiang besi karena menghindar dari kejaran anak-anak yang membullynya.

Film ini berisi naik turun perjalanan kehidupan Paul. Dari mulai gendang telinganya yang pecah waktu kecil, keberhasilannya memenangkan sebuah lomba yang memberinya kesempatan sekolah Opera di Venice tapi kemudian hancur harapannya ketika Luciano Pavarotti menyatakan bahwa dia tidak akan bisa menjadi seorang penyanyi.

Ada sang ayah yang terus memaksanya menjadi pekerja pabrik baja, kisah cintanya dengan Julz, kanker tiroid dan kecelakaan mobil yang datang di titik-titik menjelang kebahagiaannya membuat film ini terasa seperti kisah dongeng yang mengharukan.

Kesulitan finansial membuat Paul memberanikan diri untuk mengikuti audisi British Got Talent yang akhirnya memutar balik peruntungan hidupnya. Seorang pria penjual telpon yang memukau warga Inggris karena keindahan suaranya.

***

Sulit untuk tidak terharu menonton film ini. Membayangkan bahwa film ini diangkat dari kisah nyata membuatnya semakin mengharukan. Nasib buruk yang seakan selalu mendatangi setiap Paul akan menuju keberhasilan tak menyurutkan cinta dan support yang diberikan ibu Paul & istrinya, Julz.

Dari semua hal buruk yang terjadi sepanjang hidup Paul, terekam jelas bahwa Paul selalu memiliki ibu yang percaya padanya & istri yang mencintainya tanpa syarat. Film ini memberiku keyakinan bahwa seburuk-buruknya nasib buruk, dapat terlampaui oleh kekuatan energi cinta.

Kemampuan seorang ibu yang tetap mencintai anaknya yang memiliki kesukaan tak lazim dibanding anak seusianya, juga kemampuan istri yang bersabar menemani hari-hari buruk orang yang dicintainya, mengeluarkan keberanian Paul Potts untuk berani bernyanyi sekali lagi di hadapan publik, berani menerima kemungkinan gagal dan dipermalukan entah untuk yang kesekian kalinya lagi, sampai akhirnya membawa Paul mencapai takdir terbaiknya. Seorang penyanyi Opera yang album pertamanya (One Chance) pernah menduduki tangga no 1 di 9 negara serta laku lebih dari 2 juta keping.

Hidup yang dramatis, seperti kisah Opera yang memang dicintai Paul sejak kecil, yang seakan hanya punya satu mimpi dalam hidupnya. Bernyanyi Opera.

**Paul Potts (asli) ketika pertama kali mengikuti audisi Britain’s Got Talent 2007**

Tulisan menarik lainnya

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Komentar

  1. <3
    Thank you for sharing La

Tinggalkan komentar Anda

*