Rumah Inspirasi

Keluarga – Homeschooling – Pendidikan – Parenting

12th

Belajar Bersyukur

12/12/2011

Kemarin Yudhis mendekati Lala yang sedang menggoreng kentang di dapur. Aku kebetulan sedang berada di dekatnya.

“Bu, boleh bagi kentangnya?” tanya Yudhis melihat kentang goreng hasil kupasan dan potongan sendiri yang baru selesai digoreng. Kebetulan Lala sedang ingin makan kentang goreng. Tadi Yudhis ke toko dekat rumah untuk mencari kentang beku siap goreng, tapi sedang kosong.

“Boleh..,” kata Lala sambil meneruskan membuat masakan untuk makan siang.

Yudhis mengambil beberapa potong, memakannya, dan kemudian berkomentar,”Wah… kentangnya enak, Bu.”

“Bagus, Dhis,” kata Lala mengapresiasi Yudhis. “Itu namanya bersyukur.”

“Memang enak, kok..,” kata Yudhis. Padahal, kentang itu adalah kentang biasa. Dan rasanya pasti lebih enak kentang beku yang mirip di restoran cepat saji. Tapi Yudhis tak membandingkan kentang sederhana itu dengan kentang lain yang lebih enak. Dia tak berkomentar negatif. Bahkan, dia memujinya. Buat kami itu adalah sebuah nilai lebih yang sangat pantas diapresiasi.

“Iya… itulah yang dinamakan bersyukur. Selalu berterima kasih atas apapun yang ada di hadapan kita,” imbuh Lala.

Aku yang mendengar percakapan antara Yudhis dan Lala menambahkan dengan pujian, “Bagus, Dhis!”

“Kalau kamu melihat segala sesuatu yang ada di hadapanmu dengan penuh syukur, kamu akan selalu bahagia,” aku mendekat sambil mengusap kepalanya dan berjalan melewatinya. “Percayalah! Kalau kamu selalu melihat hal positif pada semua yang diberikan Tuhan kepadamu, kamu tak akan pernah susah seumur hidupmu. Itulah hal sederhana yang menjadi kunci kebahagiaan dan sering dilupakan orang.”

***

Percakapan itu hanya berjalan sebentar, tak sampai 5 menit. Kami melihat momentumnya, kami memanfaatkannya untuk meneguhkan nilai-nilai moral yang ingin kami ajarkan kepada anak-anak. Peneguhan itu berupa pujian, apresiasi, dan bahasa non-verbal lainnya untuk menunjukkan bahwa kami menyukai sikapnya.

Inilah diantara proses belajar dalam pendidikan karakter di rumah yang berjalan sepanjang waktu, selama bertahun-tahun, selama anak berada didikan kita.

Isi form di bawah. Periksa email Anda setelah mendaftar dan klik link konfirmasi yang kami kirimkan.
* = required field
:)

About the author :

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Share the article...

Jangan lupa berlangganan RSS kami untuk mendapatkan informasi terbaru dari RumahInspirasi

3 Responses to “Belajar Bersyukur”

  1. vivi says:

    selalu suka baca postingan disini ;-)
    vivi recently posted..Hidup Setelah Sekolah

  2. Bunda Mei says:

    Assalamu’alaikum, Terimakasih untuk semua konten rumah inspirasi, semuanya bermanfaat dan menjadi bahan masukan buat blog baru saya. Mohon supportnya.

Leave a Reply

icon_wink.gif icon_neutral.gif icon_mad.gif icon_twisted.gif icon_smile.gif icon_eek.gif icon_sad.gif icon_rolleyes.gif icon_razz.gif icon_redface.gif icon_surprised.gif icon_mrgreen.gif icon_lol.gif icon_idea.gif icon_biggrin.gif icon_evil.gif icon_cry.gif icon_cool.gif icon_arrow.gif icon_confused.gif icon_question.gif icon_exclaim.gif 

CommentLuv badge
  • About
  • Arsip
  • Kumpulan Artikel Parenting
  • Lagu
  • Lala Digi Scrap
  • Link