Bagaimana meyakinkan lingkungan tentang homeschooling?

MelayaniHomeschooling adalah pilihan yang masih langka di Indonesia. Memilih homeschooling biasanya diiringi dengan pertanyaan-pertanyaan dari lingkungan sekitar.

Lalu bagaimana keluarga homeschooling menyikapi hal semacam itu? Bagaimana mematahkan prasangka dan penghakiman dari lingkungan sekitar?

Setiap keluarga pasti memiliki pendekatan yang berbeda untuk menyikapi hal ini. Kalau di keluarga kami kurang lebih begini penyikapannya.

 

a. Fokus pada keluarga inti

Homeschooling dan pendidikan anak adalah keputusan domestik rumah tangga. Jadi, secara prinsip itu adalah kewenangan orangtua. Orang luar boleh berpendapat dan berkomentar, tetapi keputusan akhir ada di tangan Anda sebagai orangtua.

Jadi, hal yang paling penting dalam keputusan homeschooling adalah kesepakatan antara suami-istri dan anak (saat anak sudah besar). Kalau pasangan suami isteri sudah sepakat, maka badai dan terpaan dari luar lebih mudah diatasi.

b. Anda tak butuh persetujuan lingkungan

Homeschooling adalah keputusan keluarga Anda. Untuk memilih dan melaksanakannya, Anda tak membutuhkan persetujuan dari lingkungan di sekitar Anda. Anda tak berhutang penjelasan kepada mereka mengenai alasan Anda memilih homeschooling.

Jika Anda ingin menjelaskannya, itu adalah kebaikan hati Anda. Jika Anda sedang malas menjelaskannya, Anda tak perlu merasa bersalah.

c. Tak perlu meyakinkan orang lain untuk homeschooling

Sebagaimana Anda tak membutuhkan persetujuan orang lain untuk melaksanakan homeschooling, Anda tak perlu meyakinkan orang lain melalui kata-kata mengenai bagusnya pilihan Anda. Setiap orang memiliki pilihan. Homeschooling dan sekolah adalah pilihan yang sama-sama sah dan sesuai dengan pilihan setiap keluarga.

Saat Anda menikmati proses homeschooling dan puas melihat hasilnya, bukti semacam ini lebih berharga daripada penjelasan lisan.

d. Hindari perdebatan tentang homeschooling

Ada orang yang ingin bertanya sungguh-sungguh, ada yang hanya basa-basi sosial, ada yang iseng. Ketiganya perlu disikapi dengan cara berbeda. Sebagian besar pertanyaan tentang homeschooling biasanya ada dalam ranah interaksi sosial, sekedar pengin tahu.

Untuk jenis pertanyaan sosial, yang penting sikap Anda santai dan tidak defensif. Jawab dengan singkat dan seperlunya saja, tak usah panjang lebar. Perbanyak senyum. Apalagi untuk pertanyaan yang bernada iseng atau menghakimi, sebaiknya tak usah dijawab. Jawab saja dengan senyum dan canda, kemudian alihkan pembicaraan ke hal lain.

Jika ada yang benar-benar ingin tahu, baru berikan penjelasan. Penjelasan itu bukan untuk meyakinkan atau menyerang sekolah/orang yang bertanya (yang akan membuat si penanya menjadi defensif atau justru agresif menyerang balik). Penjelasan itu untuk memaparkan sudut pandang dan alasan pribadi mengapa Anda memilih homeschooling. Hindarkan perdebatan yang hanya membuat Anda emosi dan tak menghasilkan apapun kecuali kelelahan mental.

e. Nikmati perjalanan homeschooling Anda

Jawaban terbaik untuk pertanyaan-pertanyaan lingkungan mengenai homeschooling adalah melalui keseharian Anda dan anak-anak yang berkualitas. Nikmati perjalanan homeschooling Anda. Kalau Anda benar-benar menikmatinya, kebahagiaan itu pasti akan terpancar dari diri Anda. Dan itu adalah sebaik-baiknya jawaban untuk orang lain yang mempertanyakan keputusan homeschooling Anda.

 

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*

Close