Bagaimana Mengawali Proses Belajar Melayani?

Dalam posting sebelumnya, aku membuat tulisan tentang “Moore Formula: Belajar Melayani“. Intinya, keterampilan melayani adalah sebuah keterampilan penting dan substansial dalam proses pendidikan anak.

Oleh karena itu, melayani adalah sebuah materi yang perlu dipelajari anak, bukan hanya dibiarkan mengalir begitu saja. Anak perlu menguasai keterampilan ini, bukan hanya menguasai pelajaran sekolah dan mendapat nilai baik.

Proses belajar melayani bisa dimulai dari pelayanan dalam lingkup yang terkecil, yaitu pelayanan terhadap keluarga.

Proses ini bisa dijalani anak melalui bebeberapa jalur yang berbeda, yang berlangsung secara parallel.


Jalur pertama: inisiatif anak
Setiap anak kecil pasti tertarik dengan pekerjaan yang dilakukan orangtua. Ketertarikan itu adalah pintu masuk untuk mereka dalam proses belajar melayani. Ketika momen itu datang, lapangkan hati Anda dan izinkan mereka untuk membantu. Mungkin memang sedikit merepotkan. Tetapi momentum seperti ini sangat penting dalam perkembangan jangka panjang mereka.

Tantangan bagi kita adalah memberikan kesempatan itu kepada anak. Semakin sering kesempatan itu diberikan, semakin berkembang keterampilan anak. Apalagi ketika inisiatif anak itu diapresiasi secara verbal (lisan) di hadapan anggota keluarga lain.

 

Jalur kedua: belajar memiliki tugas
Banyak pekerjaan yang bisa dilakukan anak-anak. Dari proses ketertarikan, misalnya: mengangkat telepon, kita bisa menjadikannya sebagai tugas dan tanggung jawab mereka. Seiring dengan seringnya mereka mengangkat telepon, anak bisa diajari untuk berkomunikasi melalui telepon dengan sikap yang benar.

Sesuai dengan kondisi keluarga, anak bisa mendapat bagian dan peran di dalam tugas pekerjaan keluarga, misalnya: membereskan tempat tidur, mengatur pakaian yang sudah diseterika, mengatur meja, menyapu, mengatur meja, dan sebagainya.

Selama proses belajar bekerja ini, orangtua bisa meningkatkan kualitas keterampilan anak: melakukan dengan ikhlas (tidak bersungut-sungut), merasa berharga, melakukan pekerjaan dengan berkualitas.

 

Jalur ketiga: membuka wawasan kesadaran
Ketika anak semakin besar, orangtua perlu bercerita tentang proses sosial yang terjadi di dalam keluarga, bahwa setiap anggota saling melayani satu dengan yang lain. Ayah melayani isteri dan anak-anaknya dengan mencari uang dan melakukan pekerjaan-pekerjaan lain. Ibu bekerja, mengurusi rumah, dan lain-lain. Oleh karena itu, semua keluarga perlu saling melayani. Termasuk anak-anak perlu belajar melayani anggota keluarga lain.

Dialog ini diperlukan untuk membangun kesadaran anak agar pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya memiliki makna dan nilai. Dia tak merasa hanya sekedar disuruh dan mengerjakan pekerjaan yang melelahkan. Dia tak melihat pekerjaan ini sebagai beban, tetapi sebagai kontribusi yang bermakna dan membantu keluarganya.

Penjelasan dan dialog semacam ini perlu terus dilakukan sepanjang proses belajar anak. Tentu saja, apresiasi yang tulus akan meneguhkan anak bahwa pekerjaan yang mereka lakukan adalah penting dan bermakna untuk keluarganya.

 

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Yuli Tri Harini says:

    Salam
    Saya ingin bertanya pada Bapak. Bagaimana memulai homeschooling bagi anak yang sudah kelas 3 SMP?

Tinggalkan komentar Anda

*