Anak Homeschooling pun Bisa Pramuka dan Kemah

Selasa/Rabu (18-19 Juni 2013), anak-anak homeschooling yang tergabung dalam Pramuka Oase mengadakan perkemahan sehari-semalam. Anak-anak yang berumur 7-12 tahun itu berkegiatan bersama tanpa ditemani ayah-ibunya.

Kegiatan kemah ini merupakan masa penutupan kegiatan Pramuka Oase semester I/2013. Acara ini juga sekaligus menjadi ajang ujian dan pelantikan kenaikan tingkat para Siaga dan Penggalang.

Banyak kegiatan yang dilakukan dalam perkemahan ini. Selain kegiatan memasang tenda, baris-berbaris dan pentas seni saat “api unggun”. Bahkan, malam hari ada jurit malam keliling kompleks hingga pukul 00.30.

Pagi hari anak-anak bangun cepat, berolahraga, menjalani ujian yang dilanjutkan dengan pelantikan.

Walaupun tanpa kehadiran orangtua (sebagian menginap di rumah sebelah tempat kemah), anak-anak terlihat gembira dan menikmati kemahnya. Beberapa bahkan terus berlama-lama dan tak mau pulang walaupun acara kemah sudah selesai dan tenda-tenda sudah dilipat.

kemah-pramuka-01

Banyak hal kami yang kami peroleh melalui kegiatan Pramuka Oase. Beberapa diantaranya adalah:

Sosialisasi Anak Homeschooling

Kegiatan pramuka OASE yang berlangsung dua minggu sekali menjadi ajang kumpul informal para orangtua sekaligus pertemuan sesama anak homeschooling. Pertemuan ini melengkapi kontak dan interaksi yang biasanya terjalin melalui media sosial dan smartphone.

Pramuka Oase ini merupakan gugus depan berbasis komunitas, bukan sekolah. Gugus depan Oase masih berbentuk rintisan dan dibina oleh kakak-kakak pembina pramuka yang melatih anak-anak untuk berkegiatan bersama.  Bagi keluarga homeschooling yang ingin mengadakannya tinggal mencari kakak pembina dan kemudian mulai merintis kegiatan rutinnya.

Belajar Ketangguhan

Pramuka dengan segala program kegiatannya adalah sarana yang dapat melengkapi kegiatan belajar di rumah. Sementara kegiatan anak-anak homeschooling biasanya berbasis passion dan cenderung “bebas” dan “longgar”, pramuka memberikan sisi lain yang mungkin tidak diberikan di keluarga.

Bagaimana tidak? Dalam pramuka anak belajar kegiatan outdoor, baris-berbaris, tali-temali, P3K, dan keterampilan survival lainnya. Kegiatan berkemah adalah sarana yang asyik untuk menempa ketangguhan mereka.

Belajar Cinta Tanah Air

Dalam pramuka, anak-anak belajar memperlakukan orang secara setara, tak membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, atau rasnya. Pramuka juga mengajarkan anak cinta tanah air melalui berbagai cara, diantaranya melalui lagu-lagu nasional dan lagu-lagu daerah di Indonesia.

Tentu saja banyak jalan lain untuk membangun kecintaan kepada tanah air dan sesama selain melalui pramuka.

Yang pasti, bagi kami pramuka itu asyik. Satu jenis kegiatan tetapi bisa digunakan untuk meraih berbagai tujuan dalam proses homeschooling di keluarga kami.

kemah-pramuka-02

 

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Intan yuliani says:

    Saya minat menyikutsertakan anak saya 7,5 tahun pramuka.krn dia hs sama saya di rumah.ke mana saya bisa menghubungi trims

Trackbacks

  1. […] Foundation seorang diri. Hari-hari belajar bahasa Jepang pun benar-benar dia tunggu. Bahkan usai kemah Pramuka Oase yang melelahkan, dia memaksa tetap pergi belajar bahasa Jepang walaupun capek dan […]

Tinggalkan komentar Anda

*