Rumah Inspirasi

Keluarga – Homeschooling – Pendidikan – Parenting

9th

8 Cara Belajar Berbeda

09/02/2011

Kecerdasan Majemuk

Pada beberapa tulisan sebelumnya, aku menulis tentang “merayakan keragaman anak“, “apa itu kecerdasan majemuk (multiple intelligences)“, dan “cara sederhana mengenali jenis kecerdasan anak“.

Pertanyaan selanjutnya, kalau sudah tahu kecenderungan kecerdasan anak, terus apa?

Nah, jika sudah mengetahui, maka kita (semoga) bisa memfasilitasi anak lebih efektif. Sebab, setiap jenis kecerdasan memiliki kebutuhan-kebutuhan yang berbeda, yang tak bisa diseragamkan begitu saja. Kita tak bisa menggeneralisir bahwa belajar itu harus dengan membaca buku dan duduk diam/tenang.

Inilah kebutuhan belajar anak-anak sesuai dengan jenis kecerdasannya:

Anak Cerdas Bahasa (linguistik)
Berfikir melalui kata-kata, kegemaran: membaca, menulis, bercerita, bermain kata.
Kebutuhan: buku, alat rekam, alat tulis, kertas, buku harian, mengobrol, dongeng, dialog, diskusi, debat, cerita, film.

Anak Cerdas Matematis-Logika
Cara berfikir: melalui penalaran. Kegemaran: bereksperimen, tanya-jawab, memecahkan teka-teki logis, berhitung.
Kebutuhan: buku, bahan-bahan untuk bereksperimen, game simulasi, percobaan, teka-teki, materi sains, kegiatan manipulatif,  kunjungan ke planetarium, museum pengetahuan.

Anak Cerdas Spasial
Cara berfikir: melalui kesan dan gambar. Kegemaran: mendesain, menggambar, mebayangkan, mencoret-coret.
Kebutuhan: seni, LEGO, video, film, slide show, game imajinasi, labirin, teka-teki, buku berilustrasi, kunjungan ke museum seni.

Anak Cerdas Kinestetis-jasmani
Cara berfikir: melalui sensasi somatis. Kegemaran: menari, berlari, melompat, membuat bangunan, meraba, menggerakkan isyarat  tangan.
Kebutuhan: Bermain drama, bergerak, benda rakitan, olahraga, menari, permainan fisik, pengalaman yg berhubungan dengan indera peraba (tactile experiences), bengkel/mekanik, praktek (hands-on learning).

Anak Cerdas Musikal
Cara berfikir: melalui irama dan metode. Kegemaran: bernyanyi, bersiul, bersenandung, mengetuk-ketukkan tangan/kaki,  mendengarkan.
Kebutuhan: bernyanyi bersama, paduan suara, ikut konser, menonton konser, bermain alat musik, mendengarkan podcast, video.

Anak Cerdas Interpersonal
Cara berfikir: dengan cara melemparkan gagasan kepada orang lain. Kegemaran: memimpin, mengorganisasi, menghubungkan,  menebarkan pengaruh, menjadi mediator, berpesta, mengobrol.
Kebutuhan: teman-teman, permainan kelompok, pertemuan sosial, perlombaan, peristiwa sosial, magang, organisasi.

Anak Cerdas Intrapersonal
Cara berfikir: berhubungan dengan kebutuhan, perasaan, cita-citanya. Kegemaran: menyusun tujuan, bermeditasi, melamun,  merencanakan, merenung.
Kebutuhan: tempat rahasia, waktu menyendiri, proyek individual, kegiatan yang direncanakan sendiri, pilihan-pilihan.

Anak Cerdas Naturalis
Cara berfikir: melalui alam dan pemandangan alam. Kegemaran: bermain binatang piaraan, berkebun, meneliti alam, memelihara  binatang, peduli pada lingkungan.
Kebutuhan: akses ke alam, interaksi dengan tumbuhan/binatang, berkebun, memelihara binatang, hiking, peralatan bercocok tanam,  hiking, pecinta alam, mendaki gunung.

Selengkapnya bisa dibaca di buku karangan Thomas Armstrong, “Menerapkan Multiple Intelligences di Sekolah”.

Isi form di bawah. Periksa email Anda setelah mendaftar dan klik link konfirmasi yang kami kirimkan.
* = required field
:)
Posted under Artikel, Resource

Tags: , , ,

About the author :

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Share the article...

Jangan lupa berlangganan RSS kami untuk mendapatkan informasi terbaru dari RumahInspirasi

6 Responses to “8 Cara Belajar Berbeda”

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by Noviaty Fauziah, Mira Julia. Mira Julia said: 8 Cara Belajar Berbeda http://goo.gl/fb/yXN5K [...]

  2. madaniyah isfandriati says:

    saya memerlukan referensi ini untuk menambah dan mempraktekkan kepada ketiga anak saya,dua dari mereka homescholler,terimakasih

  3. wibi lestari says:

    gimana cara mendirikan komunita homeschooling?di kota saya ga ada komunitas hs,jd kalau bisa saya dan teman2 mau mendirikan komunitas hs.tapi kita masih belum tau prosedurnya.o,ya kalo mau ujian kesetaraan, daftarnya ke diknas?gimana prosedurnya?trimakasih.

    • Aar says:

      Untuk homeschooling tanpa Komunitas juga tidak apa-apa mbak. Sy termasuk HS tunggal sampai sekarang. Nanti kalau mau ujian, tinggal ujian kesetaraan melalui PKBM. Aturan hukum Komunitas HS belum ada. Jadi, kelembagaannya PKBM dan prosedurnya seperti mendirikan PKBM.

  4. resti says:

    ijin copas yah

  5. libra fitriani says:

    :oops:

Leave a Reply

icon_wink.gif icon_neutral.gif icon_mad.gif icon_twisted.gif icon_smile.gif icon_eek.gif icon_sad.gif icon_rolleyes.gif icon_razz.gif icon_redface.gif icon_surprised.gif icon_mrgreen.gif icon_lol.gif icon_idea.gif icon_biggrin.gif icon_evil.gif icon_cry.gif icon_cool.gif icon_arrow.gif icon_confused.gif icon_question.gif icon_exclaim.gif 

CommentLuv badge
  • About
  • Arsip
  • Kumpulan Artikel Parenting
  • Lagu
  • Lala Digi Scrap
  • Link