24 Cara Belajar berdasarkan 8 Jenis Kecerdasan

Karena kita dibesarkan dengan cara belajar model ceramah dan menggunakan buku pelajaran (textbook), kita seringkali membayangkan bahwa anak-anak kita juga seharusnya menggunakan cara belajar dan alat belajar yang seperti itu.

Padahal, anak-anak sesungguhnya memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Ketika mereka belajar dengan cara berbeda, bukan berarti mereka bodoh. Sangat dimungkinkan mereka memiliki jenis kecerdasan yang berbeda.

Berikut ini penjelasan tentang Cara Belajar Anak sesuai teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences):

Menurut teori Kecerdasan Majemuk, setiap jenis kecerdasan memiliki metode/cara belajar yang berbeda-beda. Bukan berarti mereka tak bisa menerima metode/cara belajar yang lain. Tetapi, cara belajar tertentu memberikan penyerapan yang lebih baik bagi mereka. Inilah metode/cara belajar anak berdasarkan jenis-jenis kecerdasannya (“Menerapkan Multiple Intelligences di Sekolah”, Thomas Armstrong)

1. Metode Belajar Anak Cerdas Bahasa

  • kuliah
  • diskusi kelompok besar maupun kecil
  • buku-buku umum
  • kertas kerja
  • buku pedoman
  • brainstorming
  • menulis
  • permainan kata-kata
  • sharing
  • pidato siswa
  • bercerita
  • kaset/CD dan audiobook
  • bicara di depan umum secara spontan
  • debat
  • menulis jurnal
  • deklamasi
  • membaca untuk diri sendiri
  • membaca di depan kelas
  • menghafalkan fakta-fakta linguistik
  • merekam pembicaraan/pidato/wawancara
  • menggunakan word processor
  • publikasi (membuat majalah dinding)

2. Metode Belajar Anak Cerdas Matematis-Logis

  • soal-soal matematika
  • pertanyaan ala Socrates
  • demonstrasi ilmiah
  • latihan pemecahan dengan logis
  • klasifikasi dan kategorisasi
  • menciptakan kode
  • game dan teka-teki logika
  • kalkulasi dan kuantifikasi
  • pemrograman
  • penalaran ilmiah
  • presentasi suatu topik dengan urutan logis

3. Metode Belajar Anak Cerdas Spasial

  • grafik, diagram, peta
  • visualisasi
  • fotografi
  • video, slide, dan film
  • labirin dan teka-teki visual
  • kotak perangkat konstruksi 3D
  • apresiasi seni
  • pembacaan cerita imajinatif
  • metafora gambar
  • berkhayal kreatif
  • melukis, kolase, dan seni visual lain
  • sketsa gagasan
  • latihan berfikir visual
  • simbol grafis
  • mind-mapping dan pemetaan visual lainnya
  • software grafis komputer
  • mencari pola visual
  • ilusi optik
  • penggunaan warna
  • kegiatan yang membangkitkan kesadaran visual
  • software lukis-dan-gambar
  • software merancang dengan bantuan komputer
  • komik

4. Kecerdasan Kinestetis-Jasmani

  • gerakan kreatif
  • hands-on thinking
  • karyawisata
  • pantomim
  • teater kelas
  • game yang kooperatif dan kompetitif
  • latihan kesadaran fisik
  • semua bentuk kegiatan yang distimulasi gerak tubuh
  • prakarya (craft)
  • peta tubuh
  • memasak, berkebun, dan kegiatan “yang menyibukkan” lainnya
  • mengutak-atik barang
  • virtual reality software
  • konsep kinestetis-jasmani
  • kegiatan pendidikan jasmani
  • komunikasi dengan bahasa tubuh/isyarat
  • latihan-latihan relaksasi fisik

5. Kecerdasan Musikal

  • konsep musik
  • bernyanyi, bersiul, bersenandung
  • memainkan lagu rekaman
  • memainkan lagu dengan piano, gitar, atau alat musik lain
  • bernyanyi bersama
  • apresiasi musik
  • bermain perkusi
  • irama, lagu, rap, senandung
  • menggunakan musik latar
  • menghubungkan nada dengan konsep tertentu
  • diskografi
  • menciptakan melodi baru untuk suatu konsep
  • mendengaran imaji musik dari dalam diri
  • software musik

6. Kecerdasan Interpersonal

  • kerja kelompok
  • interaksi interpersonal
  • menengahi konflik
  • mengajari teman sekelas
  • game dengan papan permainan
  • tutorial antar-angkatan
  • sesi curah gagasan dalam kelompok
  • berbagi rasa dengan teman sekelas
  • kegiatan kemasyarakatan
  • magang
  • simulasi
  • perkumpulan akademis
  • sofware interaktif
  • pesta atau pertemuan sosial

7. Kecerdasan Intrapersonal

  • belajar sendiri/mandiri
  • momentum mengekspresikan perasaan
  • pengajaran yang disusun sendiri
  • game dan kegiatan individual
  • ruang belajar pribadi
  • sesi refleksi
  • interest center
  • hubungan materi pelajaran dengan kehidupan pribadi
  • alternatif pilihan untuk pekerjaan rumah
  • waktu memilih
  • pengajaran-sendiri terencana
  • terbuka untuk kurikulum yg membangkitkan inspirasi atau motivasi
  • kegiatan yang mendukung penghargaan terhadap diri-sendiri
  • mengumpulkan jurnal
  • sesi perumusan tujuan

8. Kecerdasan Naturalis

  • jalan-jalan di alam terbuka
  • akuarium, terarium, dan ekosistem portabel lain
  • berkebun
  • membawa binatang piaraan ke kelas
  • video, film, film layar lebar ttg alam
  • peralatan studi alam (teropon, teleskop, mikroskop)
  • studi ekologi
  • tanaman sebagai dekorasi
  • belajar dengan melihat keluar jendela

***

Jadi, jangan terpaku dengan buku pelajaran ya Bapak/Ibu sekalian… Karena banyak cara belajar yang bisa dilakukan anak-anak kita.
Salam,
Aar+Lala

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*

Close